Nama Dodit Mulyanto mulai dikenal secara luas setelah mengikuti kompetisi Stand-up Comedy Indonesia yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Tak banyak yang tahu jika ternyata perjalanan karier seorang Dodit sebelumnya penuh dengan perjuangan.
Baru-baru ini, Dodit mengungkapkan perjuangannya sebelum menjadi publik figur seperti sekarang. Perjuangan yang dialami Dodit itu dirasakannya ketika Ia lulus dari perguruan tinggi.
Advertisement
Guru Geografi
Cerita itu diungkapkan Dodit dalam video perbincangannya dengan Raffi Ahmad yang diunggah dalam kanal Youtube Rans Entertaiment pada Senin (27/7). Awalnya Dodit bercerita mengenai siapa orang yang pertama kali menganggapnya sebagai sosok yang lucu.
“Tapi yang pertama kali bilang lu lucu siapa? Teman-teman lu?” tanya Raffi.
“Ada murid-murid saya, kan guru kan. Guru geografi,” jawab Dodit.
Advertisement
Alasan Jadi Pintar
Karena tak percaya Dodit pernah menjadi seorang guru geografi, Raffi pun mencoba kembali bertanya kepada komika berusia 35 tahun itu.
“Serius? Serius? Hebat, lu pintar ya,” tanya Raffi lagi.
“Enggak, karena susah saja, jadi kan harus rajin belajar. Kalau susah kan harus rajin belajar biar pintar, biar bisa makan," ungkap Dodit.
Advertisement
Jurusan Perguruan
Kondisi perekonomian yang tidak terlalu baik menjadi alasan Dodit mengambil jurusan keguruan di universitasnya. Hal itu dikarenakan jurusan keguruan adalah jurusan yang tidak memerlukan banyak biaya.
"Jadi jurusan perguruan, kalau di perkuliahan jurusan paling murah. Jadi mau enggak mau ya sudahlah jadi guru,” tutur Dodit.
Advertisement
Pekerjaan Orang Tua
Karena penasaran, Raffi pun menanyakan kondisi keluarga Dodit pada saat itu. Lalu Dodit menjelaskan bagaimana pekerjaan orang tuanya.
“Ya kerja PNS, tapi kan PNS waktu itu kan enggak kaya, kalau pangkatnya rendah kan juga enggak kaya. Ibu rumah tangga, ibuku baik,” jelas Dodit.
Advertisement
Hadapi Penyesalan
Melihat perjalanan karier Dodit yang semakin cemerlang, Raffi menanyakan apakah Dodit pernah menyesal dalam melakukan sesuatu. Lantas Dodit menceritakan bagaimana Ia menghadapi penyesalan yang ada di masa lalu.
“Ya pernah, banyak mungkin, kan kami belajar hidup. Ya, mungkin ada beberapa kesalahan itu sangat menyesal, ya, sudah enggak usah disesali. Yang penting kalau itu salahnya sama orang, minta maaf. Kalau salahnya pada diri sendiri, nyesel, ya sudah enggak usah dilakuin lagi,” jelas Dodit.