5 Gejala Radang Selaput Otak yang Perlu Diwaspadai, Kenali Cara Mengatasinya

Radang selaput otak atau meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan lapisan otak dan sumsum belakang mengalami peradangan. Meningitis memiliki gejala yang mirip dengan penyakit biasa, seperti flu, demam hingga mengalami sakit kepala.

Jevi Nugraha
Oleh Jevi Nugraha - Reporter
5 Gejala Radang Selaput Otak yang Perlu Diwaspadai, Kenali Cara Mengatasinya
Ilustrasi meningitis. ©2015 Merdeka.com

Radang selaput otak atau meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan lapisan otak dan sumsum belakang mengalami peradangan. Meningitis memiliki gejala yang mirip dengan penyakit biasa, seperti flu, demam hingga mengalami sakit kepala. Sehingga terkadang penyakit ini sulit dikenali bagi para penderita.

Dilansir dari laman Healthline, pada umumnya radang selaput otak disebabkan karena terinfeksi virus, bakteri, jamur dan parasit. Faktor pemicu penyakit ini, di antaranya cedera kepala, kanker dan lupus. Penderita meningitis juga mengalami gejala lain, seperti mual, muntah hingga kebingungan atau disorientasi.

Radang selaput otak sebelumnya pernah dialami oleh Olga Syahputra dan Glen Fredly, hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia. Apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan sel-sel dan dapat berakibat fatal. Lantas bagaimana gejala meningitis dan cara mengatasinya? Simak ulasannya berikut ini.

Gejala Radang Selaput Otak

Radang selaput otak merupakan peradangan pada selaput yang melapisi otak dan saraf tulang belakang. Peradangan ini bisa terjadi saat cairan yang berada di sekitar selaput otak mengalami infeksi. Umumnya peradangan ini diakibatkan oleh virus atau bakteri dan beberapa radang selaput otak bisa menular ke orang lain melalui kontak dengan penderita, batuk, dan bersin.

Biasanya, seseorang yang menderita radang selaput otak mengalami beberapa gejala seperti demam dan kaku di leher. Selain itu gejala radang selaput otak juga ditandai dengan beberapa gejala seperti berikut:

1. Leher Kaku

Gejala radang selaput otak yang paling umum ialah leher terasa kaku. Seseorang yang mengalami leher kaku bisa menjadi tanda adanya pembengkakan pada otak. Leher terasa kaku yang terindikasi terjadi radang selaput otak biasanya juga disertai dengan gejala lain seperti sakit kepala atau demam.

Di samping itu, leher kaku juga bisa menjadi tanda penyakit ensefalitis dan meningitis. Panyakit ini merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang karena terinfeksi virus atau bakteri.

2. Sering Merasa Lelah

Seseorang yang sering merasa lelah secara terus menerus juga bisa terindikasi mengalami radang selaput otak. Umumnya intensitas kelelahan ini bisa berbeda dari hari ke hari berikutnya. Kondisi ini dapat mengubah pola tidur dan menyebabkan stres.

3. Sering Merasa Stres

Sering merasa stres juga menjadi salah satu gejala radang selaput otak paling awal. Saat otak meradang, seseorang sering kali merasakan stres dan depresi. Selain itu, gangguan tidur juga dapat membuat gejala ini semakin memburuk.

4. Sering Mual dan Muntah

Gejala radang selaput otak berikutnya, yaitu sering merasa mual dan muntah. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan penyakit otak dan cairan tulang belakang. Seseorang yang menderita radang selaput otak umumnya mengalami mual dan muntah dengan intensitas tinggi.

5. Sakit Kepala dan Migrain

Seseorang yang sering mengalami sakit kepala dan migrain juga terindikasi mengalami radang selaput otak. Sakit kepala dan migrain yang parah bisa menjadi pertanda adanya peradangan atau pembengkakan pada otak. Selain itu, sakit kepala dengan intensitas tinggi disebabkan karena perubahan yang terjadi pada aktivitas kimia di otak.

Cara Mengatasi Radang Selaput Otak

Salah satu cara mengatasi radang selaput yang efektif ialah menerapkan pola hidup sehat seperti rutin olahraga dan mengonsumsi makanan sehat. Berikut beberapa makanan sehat yang dinilai mapu mencegah radang selaput otak.


1. Mengonsumsi Ikan Salmon

Salah satu makanan yang mampu mengatasi penyakit meningitis ialah ikan salmon. Dilansir dari laman Healthline, kandungan omega 3 dan minyak tak jenuh ganda pada ikan salmon berfungsi efektif mengurangi peradangan yang menjadi penyebab radang selaput otak.

Selain itu, mengonsumsi ikan salmon secara rutin dan teratur dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Yoghurt

Yoghurt merupakan susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Kandungan probiotik pada yoghurt dapat secara aktif melawan infeksi meningitis.

Selain itu, yoghurt juga berperan penting untuk meningkatkan kesulitan pencernaan yang menyebabkan penyakit meningitis. Sehingga apabila Anda mengalami gejala flu, demam hingga sakit kepala luar biasa, sebaiknya minum yoghurt.

3. Brokoli

Brokoli merupakan jenis sayuran segar yang memiliki kandungan vitamin, serat, protein hingga karbohidrat kompleks. Beberapa kandungan ini berfungsi efektif melindungi tubuh dari berbagai macam bakteri yang dapat menyebabkan radang selaput otak.

Selain itu, kandungan Antioksidan pada brokoli juga dapat membantu mencegah radikal bebas dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

4. Kedelai

Kedelai oleh masyarakat Indonesia sering dijadikan bahan dasar pembuatan berbagai menu makanan, seperti tempe, kecap dan tahu. Selain memiliki cita rasa yang gurih, kedelai juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mengatasi berbagi macam penyakit, salah satunya meningitis.

Dilansir laman Healthline, kandungan vitamin, protein hingga folat pada kedelai dapat melindungi tubuh dari penyakit meningitis bakteri. Selain itu, kedelai juga mengandung probiotik yang dapat berperan penting dalam melawan infeksi meningitis.

Rekomendasi