Intip Keseruan Ganjar Pranowo di Brebes, Panen Bawang Bareng Petani
Merdeka.com - Pada Rabu (2/11) kemarin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Brebes. Di sana ia ikut acara panen bawang bersama para petani. Dalam acara itu pula ia mendengar keluhan para petani, termasuk soal air, pupuk, harga bawang, dan yang lainnya.
Dalam kesempatan itu juga Ganjar mendorong para petani bawang Brebes untuk beralih ke model pertanian organik. Selain kondisi lahan yang mulai rusak, juga ada faktor gangguan kesehatan akibat banyaknya penggunaan bahan kimia.
Lalu seperti apa keseruan Ganjar panen bawang bersama para petani? Berikut selengkapnya:
Pupuk Subsidi Terbatas

©jatengprov.go.id
Kepada para petani, Ganjar mengatakan kalau keberadaan pupuk subsidi memang masih terbatas. Untuk itu ia mengajak pada para petani untuk beralih ke pupuk organik. Dengan peralihan ke organik, Ganjar meyakinkan hal tersebut akan bisa menyelesaikan persoalan pupuk sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
“Pupuk itu subsidinya kurang. Makanya kita ajak mereka untuk pindah ke organik dan petani setuju. Cuma memang harus pelan-pelan. Jadi kalau sudah masuk masa tanam, masa pemupukan, dan kita perlu untuk segera mengambil tindakan cepat, segera telepon. Nanti kita turunkan tim,” kata Ganjar.
Memunculkan Unsur Hara

©jatengprov.go.id
Menurut Ganjar, peralihan ke organik itu bisa memperbaiki kualitas lahan. Saat ini, tanah di Brebes mengalami kerusakan. Banyak tanah di sana yang retak-retak dan unsur haranya tinggal sedikit.
“Saya juga mau ajak beberapa orang yang kemarin punya produk yang katanya bisa me-recover, tadi mau kita ajak untuk membuat demplot di sini. Dengan satu harapan, tanah yang sudah keras kita recover agar unsur haranya muncul kembali,” kata Ganjar.
Tidak Hanya Menanam

©jatengprov.go.id
Ganjar mengatakan, keberadaan Brebes sebagai sentra bawang mewah harus dipertahankan. Namun ia menyarankan agar pemanfaatannya tidak hanya sekadar penanaman, tapi juga bisa mengolahnya menjadi produk lain yang memiliki nilai jual tinggi. “Di Brebes sudah ada olahannya. Ada pasta, bawang goreng, bahkan ada bawang goreng crispy yang dibina oleh Bank Indonesia sudah ada ekspornya,” ujar Ganjar dikutip dari Jatengprov.go.id.
Persoalan Air

©jatengprov.go.id
Terkait persoalan air, Ganjar mengaku akan berkoordinasi dengan Pemkab Brebes. Ia meminta Pemkab untuk menghitung dan mengecek secara detail persoalan yang ada. Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Brebes, Narjo, mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Terkait persoalan petani yang disampaikan tadi, pasti kita tindaklanjuti sesuai arahan gubernur. Kami akan terjunkan tim untuk menangani persoalan tanggul air agar daerah pertanian ini tidak banjir,” kata Narjo.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya