Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gastroenteritis adalah Jenis Flu Perut, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Gastroenteritis adalah Jenis Flu Perut, Ketahui Gejala dan Penyebabnya Ilustrasi mual. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Muntah dan diare merupakan salah satu gangguan kesehatan yang umum terjadi. Biasanya, gejala ini muncul ketika terjadi suatu masalah dalam sistem pencernaan. Seperti ketika mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau makanan basi, perut tidak kuat dan tahan menerimanya sehingga menyebabkan muntah atau diare.

Selain salah makan, gejala muntah atau diare juga bisa menunjukkan gangguan pencernaan lain, salah satunya adalah gastroenteritis. Gastroenteritis adalah gangguan pencernaan di mana penderitanya mengalami muntah dan diare secara bersamaan.

Gangguan ini juga sering disebut dengan istilah flu perut.Selain gejala muntah dan diare, penderita juga bisa mengalami beberapa gejala yang menyertai. Mulai dari mual, sakit kelapa, hingga demam. Bahkan, penderita gastroenteritis juga sering kali mengalami dehidrasi akibat muntah dan diare yang terjadi secara terus menerus.

Sebagai gangguan umum yang kerap terjadi, maka penting bagi Anda untuk mengetahui lebih lanjut apa itu gastroenteritis, faktor apa saja yang menjadi penyebab, dan bagaimana langkah pengobatan yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui pada kondisi seperti apa harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan tindakan lanjutan.

Dilansir dari WebMD, kami merangkum pengertian, gejala, penyebab, hingga pengobatan gastroenteritis adalah sebagai berikut.

Mengenal Gastroenteritis dan Gejalanya

Gastroenteritis adalah gangguan pencernaan di mana penderitanya mengalami gejala muntah dan diare secara bersamaan. Gangguan ini juga sering disebut dengan flu perut, di mana perut dan usus mengalami peradangan dan iritasi. Penyebab gangguan ini tidak lain adalah infeksi virus dan bakteri.

ilustrasi pencernaan

istockphoto.com

Selain gejala muntah dan diare, penderita gastroenteritis juga mengalami beberapa gejala lain yang menyertai, seperti sakit perut, kram, mual, sakip kepala dan demam. Bukan hanya itu, penderita juga mungkin mengalami gangguan dehidrasi, di mana cairan tubuh semakin berkurang karena muntah dan diare yang terjadi terus menerus.

Tanda-tanda dehidrasi ini seperti mulut kering, merasa pusing, dan menjadi sangat haus. Dengan begitu, penting bagi penderita gastroenteritis untuk mencukupi cairan dengan baik agar risiko dehidrasi bisa diminimalisir. Namun, untuk penanganan yang lebih tepat, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Gastroenteritis

Setelah mengetahui bahwa gastroenteristis adalah salah satu jenis gangguan pencernaan, berikutnya akan dijelaskan faktor apa saja yang menjadi penyebab dari gangguan ini. Secara umum telah disebutkan, gastroenteritis adalah gangguan yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus ini menyebabkan peradangan dan iritasi pada perut dan usus, sehingga penderitanya mengalami gejala muntah dan diare.

Jenis virus utama dari gangguan ini adalah rotavirus dan norovirus. Rotavirus adalah penyebab paling umum diare di dunia pada bayi dan anak kecil. Sementara norovirus adalah penyebab paling umum dari gastroenteritis serius dan juga wabah penyakit bawaan makanan di AS.

Meski tidak umum, bakteri seperti E. coli dan salmonella juga bisa memicu flu perut. Bakteri Salmonella dan campylobacter adalah bakteri penyebab gastroenteritis yang paling umum di AS dan biasanya disebarkan oleh unggas, telur, atau jus unggas yang kurang matang. Salmonella juga dapat menyebar melalui reptil peliharaan atau unggas hidup. Selain itu, parasit juga dapat menyebabkan gastroenteritis, tetapi tidak umum.

Ada juga cara lain yang tidak biasa yang menjadi penyebab gastroenteritis, seperti:

  • Logam berat (arsenik, kadmium, timbal, atau merkuri) dalam air minum
  • Makan banyak makanan asam, seperti buah jeruk dan tomat
  • Racun yang mungkin ditemukan dalam makanan laut tertentu
  • Obat-obatan seperti antibiotik , antasida, pencahar, dan obat kemoterapi
  • Pengobatan dan Kapan Harus ke Dokter

    Setelah mengetahui pengertian, gejala, dan penyebabnya, terakhir akan diberikan beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan. Pertama, Anda perlu mencegah risiko dehidrasi dari gejala muntah dan diare yang dialami. Cara mencegah dehidrasi pada gangguan gastroenteritis adalah sebagai berikut:

  • Berikan anak larutan rehidrasi oral. Hubungi dokter untuk mengetahui dosis spesifik yang sesuai dengan usia.
  • Pada orang dewasa, minum cairan bening sebanyak mungkin.
  • Minum cairan secara perlahan-lahan dalam jumlah sedikit namun sering. Hindari minum terlalu banyak terlalu dan cepat karena hanya akan memperburuk gejala mual.
  • Setelah gejala yang dirasakan dapat berkurang, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan selanjutnya:

  • Secara bertahap, cobalah untuk mengonsumsi makanan kembali, utamakan makanan yang sehat dan tidak memicu gejala.
  • Mulailah dengan makanan hambar dan mudah dicerna seperti kerupuk, pisang, roti panggang, nasi, dan ayam.
  • Hindari produk susu, kafein, dan alkohol sampai pemulihan selesai.
  • Lalu, apa yang harus dilakukan ketika beberapa langkah tersebut tidak menunjukkan perubahan yang lebih baik. Dalam hal ini, terdapat beberapa kondisi yang dinilai parah dan harus segera mendapatkan bantuan dokter, seperti:
  • Muntah pada orang dewasa atau anak usia 2 tahun atau lebih berlangsung lebih dari 1 hari atau demam atau diare berat (banyak buang air besar setiap 1 sampai 2 jam) berlangsung lebih dari 2 hari.
  • Seorang anak di bawah usia 2 tahun mengalami muntah atau diare selama lebih dari 12 jam atau demam disertai muntah dan diare.
  • Muntah atau diare berubah menjadi berdarah atau lembek.
  • Orang tersebut memiliki penyakit ginjal, hati, atau jantung dan harus membatasi asupan cairan.
  • Mengalami sakit perut yang tiba-tiba dan parah.
  • Ada gejala dehidrasi.
  • Gejala tidak hilang setelah seminggu.
  • Dehidrasi dengan gejala-gejala ini harus dirawat di ruang gawat darurat:

  • Sedikit atau tidak buang air kecil
  • Rasa haus yang ekstrem
  • Kurangnya air mata
  • Mulut kering
  • Mata cekung
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Napas dan detak jantung cepat
  • Kurangnya kewaspadaan
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Kelemahan otot
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP