Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Doa Ruqyah dan Tata Caranya dalam Islam, Perlu Diketahui

Doa Ruqyah dan Tata Caranya dalam Islam, Perlu Diketahui Alquran. shutterstock/Egypix

Merdeka.com - Ruqyah merupakan salah satu cara dalam Islam yang digunakan untuk mengobati orang yang tertimpa penyakit. Banyak orang menyebut bahwa ruqyah adalah pengobatan alternatif yang bisa ditempuh masyarakat. Namun, ada pula yang menyebutkan bahwa ruqyah justru merupakan pilihan pertama pengobatan ketika seorang muslim mengalami rasa sakit.

Secara umum, ruqyah adalah upaya memaksimalkan bacaan yang terkandung dalam Al Quran untuk mengobati segala macam penyakit. Biasanya, kegiatan ruqyah ini dilakukan oleh ulama atau pemuka agama profesional yang menguasai bacaan-bacaan Al Quran dan memiliki pembawaan yang tenang dan tidak panik.

Baca juga: Doa Agar Terhindar Dari Ain Bahasa Arab Latin Beserta Artinya

Dalam hal ini, pemuka agama akan membacakan doa pada orang yang sedang sakit. Terdapat beberapa doa ruqyah yang bisa dibaca. Pertama doa ruqyah yang dibaca untuk mengobati anggota tubuh yang sakit. Kedua bacaan doa ruqyah yang dikhususkan untuk mengusir jin sesuai yang diajarkan malaikat Jibril pada Nabi Muhammad SAW.

Selain mengetahui bacaan doa ruqyah, penting juga untuk memahami berbagai metode yang digunakan dalam kegiatan ruqyah. Mulai dari menggunakan air yang diminum, air untuk mandi, hingga mencelupkan kertas bertuliskan ayat Al Quran pada air, kemudian diminum.

Dari berbagai sumber, berikut kami merangkum doa ruqyah, tata cara, hingga berbagai metode yang digunakan, bisa Anda simak.

Bentuk-Bentuk Ruqyah

Sebelum mengetahui berbagai bacaan doa ruqyah, perlu dipahami terlebih dahulu metode-metode dalam pelaksanaan pengobatan ruqyah. Dalam hal ini, ruqyah bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya dengan menggunakan media air.

Ruqyah yang menggunakan media air, dibagi menjadi empat macam. Mulai dari metode air yang diminum, air yang digunakan untuk mandi, hingga mencelupkan kertas bertuliskan ayat Al Quran ke air kemudian diminum atau dipakai untuk mandi. Berikut penjelasan lebih lengkap yang bisa Anda simak.

  • Air yang diminum
  • Metode ruqyah yang pertama yaitu membacakan ayat-ayat Al Quran dengan mendekatkan pada segelas air bersih ke mulut. Kemudian air tersebut diberikan orang yang sakit untuk diminum. Selanjutnya membaca doa “Iksyifil ba’sa Rabban naas ‘an Tsabit bin Qais bin Syammas.” (Hilangkanlah penyakit dari Tsabit bin Qais bin Syammas, wahai Rabb seluruh manusia.)

  • Air untuk mandi
  • Metode kedua, yaitu membacakan ayat-ayat Al Quran dengan mendekatkan. Kemudian air tersebut digunakan untuk mandi orang yang sedang sakit. Metode ini sering digunakan untuk orang yang terkena sihir hingga gangguan penyakit ‘ain.

  • Tulisan Al Quran
  • Metode yang terakhir, yaitu menyiapkan kertas yang bertuliskan ayat Al Quran, kemudian mencelupkan kertas tersebut ke dalam air, lalu airnya akan diberikan pada orang sakit untuk diminum. Metode ini dapat digunakan untuk membantu orang yang terkena sihir atau penyakit ‘ain. Meskipun begitu, ini bukan cara ruqyah yang didapat dari petunjuk Nabi Muhammad SAW, melainkan hanya dari kisah-kisah israiliyat yang sangat tidak layak dijadikan sebagai hujjah.

    Bacaan Doa Ruqyah

    Setelah memahami metode pengobatan ruqyah, berikutnya terdapat beberapa bacaan doa ruqyah yang sering dipraktikkan. Bacaan doa ruqyah ini berupa doa yang digunakan untuk mengobati anggota tubuh yang sakit, serta doa yang dibaca untuk mengusir jin.

    Bacaan doa ruqyah untuk mengusir jin ini seperti yang diajarkan Malaikat Jibril pada Nabi Muhammad SAW. Berikut bacaan doa ruqyah dan artinya yang perlu diketahui.

  • Doa ruqyah untuk mengobati tubuh yang sakit
  • “Bismillahi rahmani rahim”(3 x)

    Artinya:”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir”(7 x)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai” (HR. Muslim no. 2202)

  • Doa ruqyah untuk mengusir jin
  • “A‘ûdzu biwajhillâhil karîm, wabikalimâtillâhit-tâmmâtil-latî lâ yujâwizuhunnâ barrun wa fâjirun, min syarri mâ yanzilu minas-samâ’i, wa min syarri ma ya‘ruju fîhâ, wa min syarri mâ dzara’a fil-ardhi, wamin syarri ma yakhruju minhâ, wa min syarri fitanil-laili wan-nahâri, wamin syarri thawâriqil-laili, wamin syarri kulli thârinin illâ thâriqan yathruqu bi khairin, yâ rahmân.”

    Artinya: “Aku berlindung dengan dzat Allah yang maha mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang maha penyayang.”

    Tata Cara Ruqyah

    Setelah mengetahui bacaan doa ruqyah untuk mengobati penyakit dan mengusir jin, terakhir akan dijelaskan bagaimana tata cara pelaksanaan ruqyah dalam Islam. Dalam hal ini, terdapat urutan tata cara ruqyah yang perlu dipraktikkan. Mulai dari memiliki keyakinan bahwa kesembuhan datang dari Allah, meniatkan diri dengan ikhlas, hingga membaca doa lalu meniup atau menggunakan media air untuk pengobatan.

    Berikut tata cara ruqyah dalam Islam yang perlu Anda perhatikan:

  • Membangun keyakinan bahwa kesembuhan datang dari Allah SWT.
  • Ruqyah harus dilakukan dengan ayat Al Quran, hadist, atau dengan nama dan sifat-sifat Allah, baik dengan bahasa Arab maupun bahasa apa saja yang dipahami.
  • Membaca niat dengan ikhlas untuk memohon kesembuhan dari Allah.
  • Membaca Surat Al Fatihah dan meniup anggota tubuh yang sakit. Demikian juga membaca surat Al Falaq, An Naas, Al Ikhlash, Al Kafirun. Dan seluruh Al Qur’an, pada dasarnya dapat digunakan untuk meruqyah. Namun ayat-ayat yang disebutkan memiliki dalil yang jelas dan memberikan pengaruh yang lebih baik.
  • Menghayati makna yang terkandung dalam bacaan Al Qur’an dan doa yang sedang dibaca.
  • Orang yang meruqyah hendaknya memperdengarkan bacaan ruqyahnya, baik yang berupa ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Meniup pada tubuh orang yang sakit di tengah-tengah pembacaan ruqyah. Caranya, dengan tiupan yang lembut tanpa keluar air ludah. Atau tiupan tersebut disertai keluarnya sedikit air ludah sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Alaqah bin Shahhar As Salithi. Setelah itu membaca surat Al Fatihah selama tiga hari tiap pagi dan sore hari.
  • Bisa juga meniupkan dengan menggunakan media air atay lainnya. Disebutkan, media yang paling baik digunakan untuk ruqyah adalah minyak zaitun, sebab minyak ini berasal dari tumbuhan yang penuh berkah, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
  • Bagi orang yang meruqyah diri sendiri, letakkan tangan di tempat yang dikeluhkan seraya mengatakan (“Bismillah,” 3 kali), lalu membaca (“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaanNya dari setiap kejelekan yang aku jumpai dan aku takuti,” diulangi sampai 7 kali). Apabila rasa sakit terdapat di seluruh tubuh, caranya dengan meniup dua telapak tangan dan mengusapkan ke wajah orang yang sakit.
  • Bila penyakit terdapat di salah satu bagian tubuh, kepala, kaki atau tangan misalnya, maka dibacakan pada tempat tersebut. Meludahi kedua tangan sambil membaca doa (“Hilangkan penyakit ini wahai Penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhanMu, obat yang tidak meninggalkan penyakit.”)
  • Apabila penyakit berada di sekujur badan, atau lokasinya tidak jelas, seperti gila, dada sempit atau keluhan pada mata, maka cara mengobatinya dengan membacakan ruqyah di hadapan penderita. Kemudian dibacakan surat Al Fatihah di hadapan orang yang sedang sakit.
  • (mdk/ayi)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP