Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak Ditemukan Fosil Binatang Purba, Ini 7 Fakta Situs Purbakala Patiayam

Banyak Ditemukan Fosil Binatang Purba, Ini 7 Fakta Situs Purbakala Patiayam Situs Patiayam. ©kemendikbud

Merdeka.com - Situs Patiayam adalah sebuah situs purbakala yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jeluko, Kudus. Banyak ditemukan peninggalan-peninggalan purbakala pada situs tersebut.

Setidaknya, ada sekitar 1.500 fosil yang ditemukan di Situs Patiayam. Fosil-fosil itu kemudian disimpan di rumah-rumah penduduk yang tersebar di daerah itu.

Situs Patiayam disebut-sebut menjadi salah satu situs dengan penemuan fosil terlengkap. Hal ini karenakan di tempat itu ditemukan fosil manusia purba Homo Erectus, fauna veterbrata, dan fauna inveterbrata. Selain itu di sana pula ditemukan beberapa artefak seperti alat penyerut, alat serpih, kapak besar, bola batu , dan sebagainya.

Berikut adalah 7 fakta tentang Situs Patiayam, situs purbakala yang menyimpan banyak fosil binatang purba.

Sejarah Penemuan Situs Patiayam

situs patiayam

©kemendikbud

Dilansir dari Kemdikbud.go.id, fosil-fosil di Patiayam pada awalnya ditemukan oleh seorang naturalis asal Jerman bernama Frans Wilhelm Junghuhn dan seorang pelukis sekaligus intelektual Jawa bernama Raden Saleh. Mereka menemukan fosil-fosil di Pegunungan Patiayam dan Pegunungan Kendeng pada tahun 1857.

Namun penemuan benda purba berupa tulang-tulang berukuran besar itu masih belum dapat dipahami masyarakat pada saat itu. Oleh karena itu, mereka menamakan fosil-fosil itu “balung buto”.

Dimanfaatkan sebagai Obat

situs patiayam

©kemendikbud

Pada masa selanjutnya, penemuan dan penelitian menghadapi berbagai kendala. Selain karena faktor medan yang sulit, hambatan lain yang dihadapi para peneliti pada waktu itu adalah persaingan dengan penduduk setempat yang menjual fosil-fosil itu kepada pedagang Cina. Waktu itu para tabib Cina menggunakan bubuk yang terbuat dari fosil tulang untuk dijadikan obat.

Oleh karena itu, salah satu pengumpul fosil asal Belanda, Kopral Anthonie de Winter meminta kepada penguasa setempat untuk melarang penduduk mengambil fosil-fosil itu. Walau peraturan sudah keluar, para penduduk tetap mengambil fosil-fosil itu secara sembunyi-sembunyi.

Banyak Ditemukan Fosil Binatang Purba

situs patiayam

©2020 antaranews.com

Setelah lama hilang dari peredaran, pada tahun 2005 nama “Patiayam” kembali muncul ke permukaan setelah sebuah koran di Jawa Tengah mengungkapkan tentang adanya temuan fosil gading gajah di tempat itu yang dibawa ke Bandung. Fosil gading gajah itu membuat Situs Patiayam menjadi terkenal dan dijadikan cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Sejak ramainya berita itu, penelitian di Situs Patiayam kembali dilakukan secara intensif. Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan, ternyata di tempat itu banyak ditemukan fosil-fosil binatang purba di antaranya monyet, banteng, sapi, kerbau, gajah purba, gajah asia, kuda air, badak, babi, serigala, harimau, buaya, penyu, kura-kura, ikan hiu, dan dugong.

Penemuan Jejak-Jejak Budaya

situs patiayam

©kemendikbud

Tak hanya penemuan binatang dan manusia purba, di Situs Patiayam juga ditemukan jejak-jejak kebudayaan masa lampau. Penemuan itu pertama kali dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 2007.

Beberapa jejak-jejak budaya yang ditemukan antara lain perkakas batu, kapak genggam, serut, dan kapak perimbas yang terbuat dari gamping kersikan. Dari situlah dapat disimpulkan bahwa di zaman dulu, manusia purba yang tinggal di Patiayam bermata pencaharian sebagai pemburu binatang.

Tidak Mengalami Perpindahan

situs patiayam

©kemendikbud

Karakteristik Situs Patiayam berbeda dari kebanyakan situs-situs purbakala lainnya yang ada di Pulau Jawa. Berbeda dengan Situs Purbakala Sangiran yang mengalami perpindahan karena dekat dengan aliran air, temuan di Situs Patiayam secara umum tidak mengalami perpindahan. Jadi, banyak fosil yang ditemukan utuh, terutama pada fosil binatang purba-nya. 

Pengembangan Wisata Budaya

situs patiayam

©kemendikbud

Tak hanya menjadi tempat penemuan fosil purbakala, wilayah di sekitar Situs Patiayam memiliki panorama yang indah. Di sana terdapat hamparan bukit-bukit dan juga menjadi ladang tanaman palawija seperti jagung,ketela, ubi, dan kacang-kacangan. Tak hanya itu, akses menuju tempat itu cukup mudah karena dekat dengan akses Jalan Raya Pantura Kudus-Pati.

Untuk itulah masyarakat yang tinggal di sekitar situs itu diberdayakan oleh pemerintah setempat. Maka terbentuklah berbagai kelompok seperti Kelompok Masyarakat Peduli Wisata (Pokmasduta), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Forum Pelestarian Situs Patiayam (FPSP).

Diabadikan dalam Motif Batik

situs patiayam

©2020 antaranews.com

Kemegahan Situs Patiayam dan segala peninggalannya dinilai layak untuk diabadikan dalam sebuah karya seni. Pada Oktober 2019, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus mencoba membuat batik tulis bermotif hewan purba agar Patiayam semakin terkenal.

Ada tiga motif batik yang dikembangkan, yaitu motif 9 purba, gajah pinus, dan gading gajah. Bahan yang digunakan dalam pembuatan batik itu adalah kain dari serat kayu alami dan pewarna alami. 

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP