5 Fakta Penggunaan Bahasa Sunda di Jawa Tengah, Coba Bangkit dari Kepunahan
Merdeka.com - Bahasa Sunda lazimnya digunakan oleh orang-orang dari Suku Sunda yang tinggal di wilayah Jawa Barat. Namun di zaman dulu saat belum ada pembagian wilayah administratif, Bahasa Sunda juga digunakan di wilayah Jawa Tengah.
Beberapa desa di Wilayah Kabupaten Brebes dan Cilacap sempat menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari mereka. Dikutip dari liputan6.com, ini 5 fakta penggunaan Bahasa Sunda di Jawa Tengah.
Desa Berbahasa Sunda di Banyumas

2020 liputan6.com
Beberapa desa di Kabupaten Banyumas dulunya merupakan desa yang masyarakat sehari-harinya menggunakan Bahasa Sunda. Salah satunya adalah Dusun Cijurig, yang berada di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir, Banyumas.
Nama "Cijurig" sendiri merupakan kata berbahasa Sunda yang terdiri atas dua arti, "Ci" dalam bahasa Sunda artinya air, dan "Jurig" artinya hantu atau dedemit.
Selain Cicurig, masih ada lagi desa-desa di Banyumas yang menggunakan nama Sunda diantaranya Cibrewek, Citunggul, Cireang, Ciposing, dan masih banyak lagi.
Menjadikan Bahasa Sunda Sebagai Bahasa Sehari-hari

2020 liputan6.com
Sebelum Jawa dibagi atas daerah administrasi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, budaya Sunda berkembang di Dusun Cicurig. Bahkan 20-30 tahun lalu, Bahasa Sunda masih digunakan di tempat ini.
Menurut Kepala Desa Dermaji Bayu Setyo Nugroho, dulu kosakata Sunda banyak digunakan dalam pergaulan sehari-hari di desanya. Namun seiring waktu penuturnya beranjak tua dan kemudian meninggal dunia.
Kemudian generasi sesudahnya dihadapkan pada kenyataan bahwa bahasa lokal mereka adalah Bahasa Jawa. Akibatnya, Bahasa Sunda di tempat itu menjadi punah.
"Sekarang yang tertinggal hanyalah toponim tempat-tempat yang menunjukkan wilayah ini dulu menjadi tempat berkembangnya budaya Pasundan," ujar Bayu dilansir dari Liputan6.com (21/2).
Bencana Kemanusiaan

2020 liputan6.com
Guru Besar Universitas Padjajaran Prof. Dr Cece Subarna mengatakan bahwa penyebab punahnya Bahasa Sunda di Jawa Tengah tak lepas dari keharusan Bahasa Jawa menjadi bahasa lokal daerah. Menurutnya, keberadaan Bahasa Sunda di Jawa Tengah menunjukkan bahwa dulu kebudayaan Sunda tumbuh pesat di sana. Oleh karenanya wilayah administratif kini tak bisa dijadikan lagi acuan untuk mengajarkan sebuah budaya atau bahasa.
Cece khawatir penyeragaman pelajaran di sekolah-sekolah akan mempercepat kepunahan Bahasa Sunda. "Itu sama saja dengan bencana kemanusiaan," kata Cece dikutip dari Liputan6.com (21/2).
Jejak Bahasa Sunda di Jawa Tengah
Selain di Banyumas, Cece menemukan jejak penggunaan Bahasa Sunda di Kabupaten Cilacap dan Brebes. "Di Dayeuhluhur, Cilacap contohnya. Di sana penduduknya murni berbahasa Sunda. Memang sudah diajarkan di sana. Tapi di kecamatan lain yang penduduk-penduduknya berbahasa Sunda, hal itu belum diajarkan," kata Cece dilansir Liputan6.com (21/2).
Namun serupa dengan di Dusun Cicurig Banyumas, penggunaan Bahasa Sunda di Cilacap dan Brebes juga hampir punah. Oleh itu pihaknya mengirim surat kepada Gubernur agar Bahasa Sunda dilindungi.
Penutur Malu Berbahasa Sunda

2020 liputan6.com
Dalam riset yang dilakukan Dosen Universitas Ilmu Budaya Unsoed Siti Junawaroh di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terdapat fakta mengejutkan di mana penduduk di desa-desa tersebut malu menggunakan Bahasa Sunda bila berhadapan dengan orang di luar lingkungannya. Dia menjelaskan penutur Bahasa Sunda di Brebes tinggal 14 persen dengan pusatnya berada di Kecamatan Salem.
Dilansir dari Liputan6.com (21/2), hasil penelitian Siti terhadap penutur Sunda adalah positif lemah. Artinya, mereka tetap menggunakan Bahasa Sunda, namun hanya ketika berkomunikasi dengan keluarga dan tetangga mereka.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya