Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Proses Terjadinya Hujan Beserta Bentuknya yang Perlu Diketahui

4 Proses Terjadinya Hujan Beserta Bentuknya yang Perlu Diketahui Ilustrasi hujan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Petr Malyshev

Merdeka.com - Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada April hingga September, kemudian musim hujan terjadi pada Oktober hingga Maret.

Hujan menjadi salah satu musim yang sering ditunggu oleh para petani, khususnya bagi yang tinggal di daerah tandus. Pasalnya kita ketahui bahwa tumbuhan sangat membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Air yang cukup diterima tumbuhan maka kan menyebabkan tumbuhan tersebut tumbuh dengan subur dan mudah berkembang.

Tidak hanya itu, hujan juga berperan penting bagi setiap makhluk yang hidup di bumi. Hujan dapat menjadi persediaan air minum serta sebagai sumber perekonomian bagi sebagian masyarakat. Oleh karena itu, hujan sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia.

Hujan bisa terjadi karena adanya proses alami di bumi. Secara umum, hujan merupakan salah satu siklus perputaran air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi dan berlangsung secara terus menerus. Sehingga hujan dapat terjadi melalui proses-proses tertentu.

Lalu bagaimana proses terjadinya hujan serta tahapan-tahapannya? Simak penjelasan mengenai proses terjadinya hujan berikut ini.

Pengertian Hujan

Hujan merupakan peristiwa Presipitasi berwujud cairan atau jatuhnya cairan dari atmosfer yang berwujud cair maupun beku. Hal ini dapat terjadi apabila keberadaan lapisan atmosfer tebal agar menemukan suhu di atas titik leleh es di atas permukaan bumi.

Hujan yang terjadi di bumi juga sering disebut sebagai proses kondensasi uap air di atmosfir menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh di daratan. Di samping itu, hujan juga memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari butiran besar hingga butiran kecilnya.

Proses Terjadinya Hujan

lebat

©2017 Merdeka.com

1. Penguapan (Evaporasi)

Proses terjadinya hujan yang pertama ialah proses penguapan atau evaporasi. Hal ini terjadi karena matahari yang selalu menyinari bumi memiliki efek panas, sehingga energi panas tersebut membuat air yang berada di danau, sungai, laut dan sumber di permukaan bumi lainnya mengalami proses penguapan.

Proses ini merupakan perubahan air yang berwujud cair menjadi gas, sehingga air berubah menjadi uap air dan memungkinkannya untuk naik ke atmosfer bumi. Semakin tinggi panas matahari maka jumlah air yang menjadi uap air yang naik ke atmosfer juga akan semakin membesar.

2. Pengembunan (Kondensasi)

Proses terjadinya hujan berikutnya ialah kondensasi atau pengembunan. Proses ini terjadi saat uap air tersebut berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Hal ini dipengaruhi karena suhu udara yang sangat rendah di titik ketinggian tersebut.

Kemudian partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu dengan yang lain, sehingga dapat membentuk awan. Apabila banyak partikel yang bergabung, maka awan yang terbentuk juga akan semakin tebal dan hitam. Proses bergabungnya es atau tetes-tetes air menjadi awan ini sering disebut sebagai koalensi.

3. Presipitasi

Proses terjadinya hujan selanjutnya ialah presipitasi. Proses ini terjadi saat awan akibat pengaruh suhu udara yang tinggi mencair. Pada proses inilah hujan terjadi dan membentuk butiran-butiran air jatuh membasahi bumi.

Di samping itu, awan-awan yang terbentuk akan tertiup oleh angin, sehingga hal ini menyebabkan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses perpindahan ini sering kali disebut sebagai proses adveksi. Proses ini memungkinkan awan akan menyebar dan berpindah dari atmosfer lautan menuju atmosfer daratan.

4. Terbentuknya Hujan

Setelah awan semakin berwarna kelabu hingga menghitam, maka titik-titik air akan semakin berat. Kemudian proses ini akan menghasilkan butiran-butiran air yang akan jatuh ke bumi dan terjadi hujan.

Bentuk-Bentuk Hujan

hujanan

shutterstock

Bentuk-bentuk hujan yang jatuh ke bumi bisa beragam, hal ini tergantung pada proses terjadinya hujan. Berikut ini bentuk-bentuk hujan berdasarkan jenis dan ukuran partikelnya.

1. Hujan DerasHujan deras merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan butiran air berukuran diameter > 7,0 mm. Hujan deras biasanya dihasilkan dari awan-awan tebal yang tingginya bisa mencapai 10 kilometer atau lebih dengan arus udara naik yang kuat di dalamnya.

2. Hujan RinganHujan ringan atau biasa disebut sebagai rintik-rintik merupakan hujan yang menjatuhkan partikel air dengan ukuran < 0,5 mm. Sehingga bentuk hujan ini hanya menurunkan rintik-rintik dari air yang tidak deras.

3. Hujan EsHujan es terjadi apabila arus udara yang sangat banyak mengandung uap air dan bergerak secara vertikal lalu akan mencapai ketinggian yang tinggi. Hal ini akan menimbulkan butiran-butiran es batu yang diikuti oleh hujan yang sangat lebat pada siang hari.

4. Hujan SaljuHujan salju adalah hujan yang menjatuhkan kristal-kristal es dengan suhu di bawah 0 Celcius. Kemudian hal ini menyebabkan terjadinya kristal es bercabang dan membentuk seperti bintang. Selain itu, kristal es ini juga berbentuk seperti jarum yang disebut sebagai prisma-prisma es.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP