Festival Kendoeri Kampoeng Kemajoran diusulkan jadi agenda tahunan pariwisata Jakarta
Merdeka.com - Festival tahunan Kendoeri Kampoeng Kemajoran kembali digelar pada akhir pekan lalu (27-28/10). Ini kali ketiga kegiatan ini diselenggarakan di tugu Ondel-Ondel Kemayoran, Jakarta Pusat. Tema festival ini tetap "Tribute to Benyamin S", sebagai penghargaan kepada seniman nasional yang lahir dan dibesarkan di Kemayoran itu.
Ada usulan festival ini masuk dalam agenda tahunan Dinas Pariwisata Pemprov DKI Jakarta
Di festival ini, ragam kesenian banyak ditampilkan seperti musik. Biang Kerok Band membawakan lagu-lagu yang dipopulerkan oleh almarhum Benyamin Suaeb. Ada pula penampilan spesial dari raja dangdut H Rhoma Irama bersama Soneta Band.
Selain hiburan musik, kata Biem T Benjamien, putra Benyamin S sekaligus pengggagas festival ini, ada juga pertunjukan seni dan budaya lain seperti tarian Betawi dan nusantara, pencak silat, komedi Betawi, pantun Betawi, dan sebagainya.
"Ditambah kegiatan senam massal dan talk show ngerumpi terpuji," ujar Biem dalam keterangan resminya, kemarin.
Menariknya, festival ini juga diadakan pameran skuter antik dan mobil antik, serta bazar pakaian dan kuliner.
Gilang Bimar, Ketua Panitia Festival Kendoeri Kampoeng Kemajoran, berharap festival ini dapat menjadi wadah, tidak hanya untuk melestarikan kebudayaan Betawi, tapi juga kebudayaan nusantar, yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
Oleh karena itu, dia mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar Kendoeri Kampoeng Kemajoran menjadi agenda pariwisata dan budaya tahunan, yang masuk dalam kalender Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.
"Kami sudah sampaikan kepada Pemda DKI. Alhamdulillah responsnya positif. Mudah-mudahan ini menjadi agenda tahunan. Makanya, kita berikan nama Kendoeri Kampoeng Kemajoran 2018. Semoga di 2019, 2020, dan seterusnya berjalan lebih baik dan lebih besar," tandasnya.
Pada hari puncak festival, Minggu (28/10), ditampilkan kerak telor raksasa dan dibagikan gratis kepada pengunjung. Rencananya, kerak telor tersebut didaftarkan untuk meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Festival ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dewan Perwakilam Rakyat (DPR), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
(mdk/sya)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya