Cerita Jokowi ingin pindahkan Ibu Kota di pulau reklamasi

Rabu, 20 April 2016 07:01 Reporter : Hery H Winarno
Nelayan segel Pulau G. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta masih menjadi polemik hingga kini. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang selama ini ngotot mendorong agar reklamasi jalan terus akhirnya luluh setelah menggelar rapat dengan pemerintah pusat.

Penghentian sementara atau moratorium reklamasi dilakukan sampai semua aturan diperbaiki termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi para pengembang.

Keputusan itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli usai rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diundang tidak hadir.

"Kami meminta sementara hentikan reklamasi Jakarta sampai semua peraturan diselesaikan," kata Rizal di kantornya, lantai 3 Gedung BPPT, Jakarta, Senin (18/4) lalu.

Namun soal reklamasi tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo punya cerita sendiri. Jokowi pernah mengusulkan agar Ibu Kota dipindah ke pulau reklamasi di Teluk Jakarta itu.

Hal itu pernah disampaikan Jokowi pada 12 Desember tahun 2013 lalu. Saat itu Jokowi menggelar rapat dengan Komisi IV DPR. Dalam rapat itu, anggota Fraksi PKB Jazuli Fawaid bertanya kepada Gubernur Jokowi soal kelanjutan proyek yang menelan biaya hingga Rp 300 triliun itu jika Jokowi maju sebagai capres kelak.

"Pak Gubernur, program reklamasi ini kan sudah Anda lakukan saat menjadi Gubernur. Kalau Pak Jokowi nyalon presiden, pertanyaan saya, apakah mampu dilanjutkan oleh penerusnya? Atau ini dilanjutkan? Jangan lupa," tanya Jazuli kala [hhw] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini