Reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta masih menjadi polemik hingga kini. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang selama ini ngotot mendorong agar reklamasi jalan terus akhirnya luluh setelah menggelar rapat dengan pemerintah pusat.Penghentian sementara atau moratorium reklamasi dilakukan sampai semua aturan diperbaiki termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi para pengembang.Keputusan itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli usai rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diundang tidak hadir."Kami meminta sementara hentikan reklamasi Jakarta sampai semua peraturan diselesaikan," kata Rizal di kantornya, lantai 3 Gedung BPPT, Jakarta, Senin (18/4) lalu.Namun soal reklamasi tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo punya cerita sendiri. Jokowi pernah mengusulkan agar Ibu Kota dipindah ke pulau reklamasi di Teluk Jakarta itu.Hal itu pernah disampaikan Jokowi pada 12 Desember tahun 2013 lalu. Saat itu Jokowi menggelar rapat dengan Komisi IV DPR. Dalam rapat itu, anggota Fraksi PKB Jazuli Fawaid bertanya kepada Gubernur Jokowi soal kelanjutan proyek yang menelan biaya hingga Rp 300 triliun itu jika Jokowi maju sebagai capres kelak."Pak Gubernur, program reklamasi ini kan sudah Anda lakukan saat menjadi Gubernur. Kalau Pak Jokowi nyalon presiden, pertanyaan saya, apakah mampu dilanjutkan oleh penerusnya? Atau ini dilanjutkan? Jangan lupa," tanya Jazuli kala itu.
Advertisement
"Atau mungkin kalau Pak Jokowi jadi presiden, jangan-jangan nanti pusat Ibu kotanya di sana?" tanya Jazuli lagi."Kalau pemerintah pusat memiliki keputusan politik, dan berani untuk pindahkan ibu kota di sana bisa saja, tapi beli," ucap Jokowi saat saat itu.Menurut Jokowi, kawasan baru hasil reklamasi tersebut sangat layak untuk menggeser Jakarta dari statusnya sebagai Ibu kota. Dengan adanya reklamasi di maka semua pembangunan dilakukan dari nol. Sehingga kawasan itu bisa diatur dan ditata sedemikian rupa. Hal itu dinilai lebih mudah dibanding mengatur kota yang sudah ada seperti Jakarta."Perencanaannya akan bagus kalau dimulai dari awal. Kabel, gas, dan utilitas lainnya di bawah tanah. Jadi kota efisien, karena dilengkapi dengan pelabuhan, airport, pusat industri, kota jadi efisien karena ke mana-mana dekat. Industri juga akan kompetitif karena dekat dengan pelabuhan," papar Jokowi saat itu.Mendengar jawaban dari Jokowi, Jazuli pun kemudian mengarahkan pada pernyataan lain. Jazuli menyampaikan salam dari Rhoma Irama yang saat itu digadang-gadang PKB untuk maju dalam Pilpres bersama Jokowi."Oh ya, Bapak dapat salam dari Rhoma Irama. Semoga nanti bisa sama-sama kolaborasi di pantai utara," pungkas Jazuli.
Lalu mungkinkah pulau reklamasi itu bakal terlaksana dan bahkan menjadi Ibu Kota?