Ahok larang wali kota Jakpus buat arak-arakan piala Adipura

Senin, 25 Juli 2016 15:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ahok larang wali kota Jakpus buat arak-arakan piala Adipura Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta kepada Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede tidak melakukan perayaan yang berlebihan seperti arak-arakan piala Adipura yang diterimanya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebab, Ahok menemukan beberapa wilayah di Jakarta Pusat masih jauh dari bersih dan terkesan kumuh, semisal Kecamatan Senen dan Cempaka Putih.

"Saya tidak ingin arak-arakan kota Pak Wali Kota. Malu saya, norak, Cempaka Putih masih kotor," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Senin (25/7).

Mantan bupati Belitung Timur ini justru malu karena penghargaan yang diterima tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Oleh sebab itu, Ahok meminta kepada Mangara merayakan penghargaan itu dengan berfoto di kantornya.

"Malu saya dapat Adipura tapi kotanya masih temukan sampah dan jalan kotor. Ya sudah foto di depan Balai Kota saja, kayak orang biasa saja. Lurah dan pasukan warna-warni diajak," tegas Ahok.

Untuk diketahui, Penghargaan Adipura, Kalpataru serta Adiwiyata Mandiri merupakan wujud apresiasi kepada pimpinan daerah, para pejuang lingkungan serta sekolah atau guru peduli lingkungan yang berhasil dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan di daerah.

Sejumlah penghargaan berhasil disabet Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ada 3 kategori terkait lingkungan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ketiga penghargaan itu adalah:

Pertama, Adipura Kirana: penghargaan ini diberikan kepada kota di Indonesia yang berhasil dalam keberhasilan serta pengelolaan lingkungan hidup. Tahun ini Jakarta Pusat menjadi salah satu dari 7 kota metropolitan yang memeroleh Adipura.

Dua, Adiwiyata Mandiri: Penghargaan bagi kepala sekolah dan sekolah yg menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Tahun ini Adiwiyata Mandiri diraih oleh 5 sekolah yaitu: SD Tarakanita 3 Jaksel (peringkat 7 nasional); SMAN 34 Jakarta Selatan; SMAN 80 Jakarta Pusat; SMPN 228 Jakarta Pusat; SD Cibubur 11 Jakarta Timur.

Tiga, Kalpataru: Apresiasi bagi masyarakat atau kelompok masyarakat yang memberikan subangsih bagi pemeliharaan fungsi lingkungan hidup.

Tahun ini diraih oleh: Ketua Perhimpunan Nelayan ikan Hias dan Tanaman Hias (PERTINAS) dari Kepulauan Seribu Utara, Bapak Ismail untuk kategori penyelamat lingkungan; Bp Sarmili dari Kecamatan Jagakarsa untuk kategori pembina lingkungan. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ahok
  3. Piala Adipura
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini