Gedung Pancasila di Cirebon Ini Dibiarkan Terbengkalai, Intip Kisah di Baliknya

Gedung terbengkalai ini dulu memiliki kisah sejarah yang jarang diketahui.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Gedung Pancasila di Cirebon Ini Dibiarkan Terbengkalai, Intip Kisah di Baliknya
Gedung Pancasila di Cirebon Ini Dibiarkan Terbengkalai, Intip Kisah di Baliknya (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tidak semua bangunan lawas bisa lestari hingga sekarang. Sayangnya, sebagian di antaranya dibiarkan tak terawat kendati memiliki nilai sejarah, salah satunya gedung Pancasila yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Saat ini, kondisi bangunan memprihatinkan. Sebagian besar tembok telah tertutup semak belukar. Kayu-kayu sudah hancur tak bersisa, warna cat pun sudah tampak pudar dimakan usia.

Akses menuju lokasi juga tertutup pepohonan dan semak belukar. Padahal jika dirawat, gedung bisa menjadi media bercerita tentang sejarah di wilayah Cirebon. Sampai sekarang, gedung ini hanya diakses oleh kalangan tertentu salah satunya komunitas pencinta sejarah. 

Gaya Bangunan Ala Indische dan Tionghoa Lawas

Gaya Bangunan Ala Indische dan Tionghoa Lawas
Dok. Istimewa

Mengutip laman Cirebon Heritage, gaya arsitektur bangunan yang terbengkalai ini rupanya kental dengan perpaduan budaya.

Sebagian besar gedung berdesain indische khas Belanda, sedangkan sebagian lain bergaya khas Tionghoa. Kombinasi ini terlihat dari tiang dan tembok bangunan yang tinggi dan lebar. Sedangkan ornamen khas Tionghoa tampak pada motif dinding segitiga di ujung penopang atap.

Perpaduan dua budaya juga terlihat dari gambar cetakan dinding di atap depan yang penuh pola khas zaman dulu, dengan gaya seng datar.

Rawan Roboh

Kondisi tak terawat ini dikhawatirkan akan berpengaruh ke struktur bangunan, karena jika dilihat pada bagian dalamnya, dinding sudah dipenuhi akar dan dihinggapi lumut.

Hal ini membuat dinding menjadi lembap, dengan retakan-retakan dinding di mana-mana. Belum lagi, kondisi tembok yang sudah tua kekuatannya juga berkurang.

Salah satu bangunan bahkan atapnya sudah tidak ada, dan bagian dalam bangunan ditumbuhi tanaman ilalang. Jika dilihat dari pola arsitekturnya, bangunan diperkirakan dibangun pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an.

Salah satu bangunan bahkan atapnya sudah tidak ada, dan bagian dalam bangunan ditumbuhi tanaman ilalang. Jika dilihat dari pola arsitekturnya, bangunan diperkirakan dibangun pada abad ke-19 atau sekitar tahun 1800-an.
Dok. Istimewa

Pernah Difungsikan sebagai Gedung Penyimpanan Jenazah

Dalam laman Instagram @cirebonhistory, didapatkan informasi bahwa gedung ini pernah menjadi tempat penyimpanan jenazah di masa lampau.

Dari hasil catatan sejarah, momen itu terjadi pada 1933 di mana warga Tionghoa yang meninggal jenazahnya ditempatkan di bangunan tersebut.

Beberapa bukti menguatkan bahwa bangunan memiliki peran besar bagi masyarakat Tionghoa, termasuk tertulisnya nama “Te Tjeng Tjioe” yang belum terpecahkan maksudnya.

Jadi Markas PKI

Dari sejumlah sumber dikatakan bahwa bangunan ini pernah terkait dengan aktivitas PKI di masa silam.

Paska kemerdekaan, terjadi perpecahan antara nasionalis dan pihak komunis di Indonesia. Warga komunis kemudian membuat kelompok-kelompok kecil, yang kemudian dianggap sebagai pemberontakan terhadap negara.

Gedung Pancasila di Losari ini kemudian dijadikan tempat pergerakan dari aktivis ideologi komunis hingga pemerintah menyita gedung tersebut.

Tidak Sengaja Diberi Nama Pancasila

Sisi unik terakhir ketika bangunan ini diberi nama Pancasila oleh pemerintah yang berkuasa pada era orde baru.

Saat itu, gedung ini tengah digeledah karena terindikasi gerakan komunis. Saat itu, tercetuslah nama Pancasila lantaran penelusuran tersebut berlangsung pada 1 Oktober 1965, yang selama ini diketahui sebagai hari Kesaktian Pancasila

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Gedung Pancasila di Cirebon

Rekomendasi