Mengenal Baju Kepangeranan, Busana Pengantin Khas Cirebon Bergaya Bangsawan

Pengantin yang mengenakan pakaian ini disimbolkan sebagai raja dan ratu sehari.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Mengenal Baju Kepangeranan, Busana Pengantin Khas Cirebon Bergaya Bangsawan
Mengenal Baju Kepangeranan, Busana Pengantin Khas Cirebon Bergaya Bangsawan (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pernikahan biasanya identik dengan pakaian adat yang unik dari masing-masing daerah.

Pakaian ini juga jadi penentu tema adat dari acara resepsi yang digelar oleh pasangan yang menikah.

Di wilayah Cirebon, Jawa Barat, terdapat pakaian adat pernikahan yang khas bernama Kepangeranan.

Tak sekedar aksesoris, baju Kepangeranan ternyata menyimpan makna khusus dari penggunanya sehingga dianggap setara dengan bangsawan.

Pengantin pria dan wanita tampil gagah dan elegan saat mengenakan pakaian Kepangeranan bak keluarga raja. Berikut kisah menariknya.

Didominasi warna hijau

Mengutip laman Disbudpar Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/9), warna dasar dari baju pengantin adat Cirebon adalah hijau.

Kemudian terdapat kombinasi warna emas berupa motif garis menyilang, dan batik di bagian kancing serta ujung tangan.

Pengantin pria mengenakan blangkon khas Cirebon dengan hiasan bunga melati. Sedangkan untuk wanita menggunakan mahkota dengan hiasan bunga melati.

Untuk bawahannya, pengantin laki-laki dan perempuan menggunakan kain batik yang sama bermotif lokal.

Warna hijau dan emas sebagai pengingat calon pengantin.

Warna hijau dan emas sebagai pengingat calon pengantin.
Dok. Istimewa

Mengutip Budaya Indonesia, kombinasi antara warna hijau dan emas ternyata memiliki makna khusus.

Disebutkan dua warna ini mengingatkan manusia dalam mengarungi pernikahan harus diawali dengan niat yang baik tulus ikhlas agar hasilnya baik.

Bagi warga Cirebon, mengenakan pakaian adat Kepangeranan ini menjadi hal yang penting sekaligus simbol janji suci dari kedua mempelai.

Simbol bangsawan

Makna lain dari baju pengantin adat Cirebon adalah tersiratnya sosok bangsawan dari pengantin yang mengenakan baju Kepangeranan

Menurut kepercayaan orang Cirebon, pakaian ini mengibaratkan pengantin sebagai raja dan ratu (pemaisuri).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurut filosofi, kedua mempelai merupakan sosok “Raja Sedina” atau raja sehari, di mana ini sesuai konsep ideal pernikahan yang hanya dilakukan sekali seumur hidup.

Keunikan lain dari baju pengantin ini adalah tergambarnya berbagai kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat setempat.
Gambar: Budaya Indonesia.

Rekomendasi