Ada banyak hal yang bisa membahayakan kulit. Matahari, misalnya, yang dapat menyebabkan kerusakan, penuaan dini, dan kanker kulit. Selain itu pengaruh dari stres, merokok, alkohol, dan makanan tertentu juga dapat berdampak buruk bagi kulit.
Tapi selain semua itu, tahukah Anda bahwa salah satu kontributor dari masalah kulit dapat Anda temukan di hampir semua makanan yang kita makan? Ya, yang kita maksud adalah gula. Berkat penelitian diabetes, kita tahu bahwa kelebihan glukosa dalam aliran darah dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.
Melansir dari eminenceorganics.com, gula dapat merusak kulit melalui proses alami yang disebut glikasi. Gula dalam aliran darah akan menempel pada protein dan menghasilkan radikal bebas berbahaya yang disebut produk akhir glikasi lanjutan atau AGE (advanced glycation end products). Saat AGE menumpuk, maka dapat merusak protein di sekitarnya.
Lalu, apa saja dampak buruk gula bagi kesehatan kulit? Berikut kami sampaikan ulasannya tentang dampak buruk gula pada kulit.
Advertisement
Kondisi Kulit Inflamasi
Dampak buruk gula pada kulit yang pertama adalah kulit mengalami inflamasi. Peradangan kulit dapat digambarkan dalam berbagai bentuk. Jerawat, dermatitis, psoriasis, dan rosacea adalah semua kondisi yang dapat dipicu oleh peradangan. Saat kita mengonsumsi gula, insulin dilepaskan dari pankreas untuk menyerap gula dan mentransfernya ke aktivitas kita.
Namun, jika pankreas dipaksa memproses terlalu banyak gula di dalam tubuh, maka dapat menyebabkan peradangan. Jika Anda sudah memiliki riwayat medis terkait peradangan kronis, Anda bisa memperparahnya dengan mengonsumsi makanan yang tinggi gula.
Merusak Kolagen & Elastin
Dampak buruk gula pada kulit yang kedua, yaitu merusak kolagen dan elastin. Protein yang paling rentan terhadap kerusakan adalah protein yang berfungsi sebagai bahan penyusun kulit, yaitu kolagen dan elastin.
Protein ini menjaga kulit tetap kencang dan elastis serta bertanggung jawab atas karakteristik kulit yang padat dan kenyal. Karakteristik ini yang merupakan tanda kulit sehat dan awet muda. AGEs membuat kolagen dan elastin Anda kaku, kering, dan rapuh. Efeknya terlihat pada kulit dalam bentuk garis-garis halus, kendur dan kerutan.
Advertisement
Mempengaruhi Jenis Kolagen
Dampak buruk gula pada kulit yang ketiga dapat memengaruhi jenis kolagen yang Anda miliki. Diet tinggi gula juga memengaruhi jenis kolagen yang Anda miliki. Kulit Anda mengandung tiga jenis kolagen utama (tepatnya disebut Tipe I, II dan III).
Stabilitas dan ketahanan kolagen terbentuk di setiap tahap: Tipe I paling lemah dan Tipe III paling kuat. Glikasi menurunkan kolagen Tipe III menjadi Tipe I, sehingga mengurangi kekuatan dan stabilitas struktural kulit Anda.
Menonaktifkan Enzim Antioksidan Alami
Dampak buruk gula pada kulit yang keempat yakni dapat berpengaruh pada enzim antioksidan alami. Selain merusak protein esensial kulit, AGEs menonaktifkan enzim antioksidan alami pada tubuh Anda.
Tanpa perlindungan dari antioksidan, kulit jadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas yang disebabkan oleh lingkungan seperti polusi, sinar biru dan sinar UV. Jika dibiarkan (dan mengikat protein struktural kulit Anda), radikal bebas akan memicu stres oksidatif yang berkontribusi pada penuaan dini pada kulit Anda.
Advertisement
Kulit Berminyak
Dampak buruk gula pada kulit yang kelima dapat membuat kulit berminyak. Melansir dari biodermis.com, makanan dengan indeks glikemik tinggi meningkatkan gula darah dan mengaktifkan hormon dalam tubuh yang merangsang produksi minyak di kulit.
Kulit kita secara alami menghasilkan minyak yang disebut sebum untuk membantu menjaga kelembapan kulit. Namun, jika ada kelebihan minyak pada kulit, pori-pori Anda bisa tersumbat dan menyebabkan jerawat.
Dapat Mempercepat Penuaan
Dampak buruk gula pada kulit yang terakhir dapat mempercepat penuaan. Proses penuaan berbeda bagi setiap orang. Beberapa terlihat jauh lebih tua dari orang seumurannya, sementara yang lain terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Sebagian besar masalah ini berkaitan dengan genetika, tetapi apa yang kita masukkan ke dalam tubuh memiliki efek jangka panjang yang negatif pada penampilan kita.
Para peneliti telah mengumpulkan data untuk menunjukkan proses yang disebut glikasi yang dinilai berperan dalam keausan dan penuaan terkait kulit. Ketika gula buatan dan olahan memasuki aliran darah kita, terkadang akan menempel pada protein kolagen dan elastin di kulit dan mulai memecahnya. Ketika ini terjadi, kulit kehilangan elastisitasnya dan kerutan mulai terbentuk.