Berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga kelestarian aliran Sungai Citarum yang terletak di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Seperti yang baru-baru ini dilakukan tim Satgas Citarum Harum. Tim berhasil memanfaatkan zat khusus, yang terbuat dari sampah organik, untuk membersihkan sungai terpanjang di Provinsi Jawa Barat itu.
"Kami pun tekuni pembuatan Eco Enzyme ini bersama Komunitas Eco Enzyme Bandung. Pada 24 April lalu kami mulai belajar membuat Eco Enzyme dan tinggal menunggu hasilnya,” kata Komandan Sektor 21 Kolonel Arm Nursamsudin di Bandung, Senin (7/6/2021), dilansir dari laman resmi Pemprov Jabar.
Cairan itu disebut memiliki kandungan yang baik sebagai pestisida alami yang tentunya ramah lingkungan.
Advertisement
Mengurai Limbah di Anak Sungai
Dalam kesempatan itu, Nursamsudin menjelaskan jika zat Eco Enzyme merupakan cairan mikroorganisme yang baik untuk mengurai sisa limbah di aliran anak sungai. Saat cairan disebar mampu mengubah struktur air menjadi lebih bagus karena mengurangi skala pencemaran.
Ia menambahkan, penyebaran zat di anak Sungai Citarum, Sungai Cisangkuy di Jembatan Cirentesayang, Bojongsoang, Kabupaten Bandung itu sudah dilakukan pada Sabtu (5/6) lalu. Dan, kini telah disebar sebanyak 2.690 liter Eco Enzhyme untuk membersihkan aliran sungai.
Advertisement
1.700 Liter Eco Enzhyme Siap Dipanen Akhir Juni
Saat ini, sebanyak 1.700 liter Eco Enzhyme siap dipanen pada akhir Juni. Nantinya pemanfaatan zat alami ini juga akan digunakan untuk keperluan rumah tangga.
Diakui Nursamsudin, untuk menghasilkan 1.700 liter dibutuhkan waktu selama tiga bulan proses fermentasi sebelum akhirnya akan dipanen.
“Nanti akan kami sumbangkan di Bank Eco Enzyme, ini Komunitas Eco Enzhyme ini sudah ada di seluruh Jawa Barat termasuk Bandung. Kami siap dukung dan bekerja sama,” paparnya.
Advertisement
Pembuatan Mudah Dilakukan di Rumah
Ia melanjutkan, untuk proses pembuatan Eco Enzyme sangat mudah. Bagi skala rumah tangga, bisa menggunakan sampah organik sayuran atau buah-buahan yang terdapat di sekitar.
Namun untuk skala besar, pihaknya bersama komunitas telah menjalin kerja sama dengan pasar swalayan yang siap menyuplai sayur dan buah yang sudah tidak layak konsumsi lagi.
Untuk kendala, yang paling memungkinkan adalah proses pencucian yang kurang bersih serta dalam hal perlakuannya harus sesuai aturan agar tidak terjadi kebocoran kemasan.
“Masyarakat bisa membuat Eco Enzhyme juga di rumah, yang paling penting harus tertutup tidak boleh kena udara,” pesannya.
Advertisement
Bisa Membasmi Hama hingga Menutrisi Tanah
Dihubungi secara terpisah, Komandan Sektor 22 Kolonel Infanteri Eppy Gustiawan mengungkapkan jika cairan Eco Enzyme juga dikenal sebagai zat sejuta manfaat. Selain digunakan untuk menjernihkan sungai, cairan berwarna coklat pekat tersebut juga ampuh untuk membasmi hama hingga menutrisi tanah sehingga lebih produktif.
“Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Karena kandungannya, eco enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air sungai yang tercemar,” tutur Eppy.
Advertisement
Memanfaatkan Sampah Organik Agar Tak Terbuang ke Sungai
Ada misi lain dari pembuatan Eco Enzyme yang dilakukan satgas ini, yakni untuk membantu menuntaskan masalah sampah rumah tangga. Nursamsudin menambahkan, masalah terbesar yang dihadapi saat ini adalah sampah. Sebanyak 60% sampah terdiri dari sampah dapur.
"Kita sudah pernah mendengar sampah organik sebagai sampah yang mudah terurai di alam. Sampah organik ini sehari-hari kita produksi di rumah sebagai hasil limbah dapur, bisa bermanfaat sebagai revitalisasi kebersihan air dan penyubur tanah, di samping manfaat lainya," imbuhnya.
Advertisement
Bisa Jadi Pengurai Sampah hingga Pestisida
Cairan Eco Enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Disebutkan, zat tersebut bisa menjadi cairan multifungsi dengan kegunaannya yang meliputi keperluan rumah tangga, pertanian dan peternakan.
Pada dasarnya, Eco Enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna. Prosesnya memanfaatkan reaksi dari sampah buah atau sayuran. Cairan ini juga dikenal mampu membersihkan rumah, ataupun digunakan sebagai pengganti pupuk alami serta pestisidia yang aman.