Sebagai salah satu cabang olahraga, catur memang memiliki daya tariknya tersendiri. Selain membutuhkan strategi tertentu, bermain catur bisa melatih konsentrasi serta meningkatkan kecerdasan.
Hal itulah rupanya, yang menarik perhatian Samantha Edithso, seorang gadis cilik asal Bandung penggemar permainan catur. Pemain remaja ini baru berusia 13 tahun, namun sudah mendalami dunia percaturan sejak berusia 6 tahun.
Kecintaannya terhadap catur mengantarkan Samantha sebagai pemain cilik yang diperhitungkan. Ia pernah mewakili Indonesia dan meraih juara di kompetisi catur dunia. Di usia 10 tahun, ia berhasil meraih juara di ajang FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minks, Belarusia.
Kemudian ia juga mewakili Indonesia dan mengantongi medali emas saat bertanding di kejuaraan Catur Kilat Antar-Pelajar Asia ke-13 di kota Panjin, Provinsi Liaoning, Tiongkok. Seperti apa kisahnya? Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir dari Liputan6, Minggu (28/03/2021).
Advertisement
Meraih Juara di Belarusia hingga Tiongkok
Samantha telah membuktikan bahwa kecintaannya terhadap dunia catur tidak sia-sia. Ia pernah mendapatkan predikat juara perlombaan catur kelas dunia di beberapa negara, bahkan di usianya yang masih sangat muda.
Di usia 10 tahun, ia berhasil meraih juara di ajang FIDE World Championship 2018 U-10 yang berlangsung di Minks, Belarusia. Kemudian ia juga berhasil mewakili Indonesia dan mengantongi medali emas saat bertanding di kejuaraan Catur Kilat Antar-Pelajar Asia ke-13 di kota Panjin, Provinsi Liaoning, Tiongkok, satu tahun sebelumnya.
Advertisement
Berawal dari Ekstrakulikuler
Perempuan kelahiran 17 Februari 2008 ini mengungkapkan perkenalan awalnya dengan olahraga catur. Saat itu, ketika masih duduk di bangku kelas satu Sekolah Dasar (SD), ia dihadapkan dengan dua pilihan ekstrakulikuler (ekskul), catur dan futsal di sekolahnya, SD Santa Ursula.
Akhirnya, ia lebih memilih catur daripada futsal, walau saat itu Samantha belum mengenal catur sama sekali.
"Waktu itu ada ekskul catur pas kelas 1 dan kebetulan hari itu yang kosong antara futsal dan catur. Jadi saya pilih catur. Saya enggak tahu main catur itu seperti apa, langsung masuk saja dan ternyata mainnya bagus," ujar Samantha saat ditemui wartawan di Bandung, Jumat (26/3/2021).
Advertisement
Bakatnya Ditemukan saat Bermain di Kategori 17 Tahun
Samantha ditemukan oleh PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada Kejuaraan Nasional tahun 2016. Saat itu, ia berlomba di kategori 17 tahun dan berhasil mengalahkan lawannya dengan mengantongi juara dua.
"Setelah ekskul itu saya pernah masuk klub catur di Bandung. Karena ada yang lihat potensi aku, salah satu pemilik tv swasta mengundang guru dari Jakarta IM Danny Juswanto. Jadi setiap Jumat, Sabtu, Minggu, Senin diajarin," paparnya.
Sejak saat itu, Samantha terus berlatih dan mendalami dunia percaturan agar bisa meraih juara di berbagai kompetisi.
Advertisement
Bercita-cita Jadi Grand Master Dunia
Ia memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi juara dunia wanita, sampai Grand Master. Namun saat ini ia hanya fokus berlatih karena berbagai kejuaraan masih terhalang pandemi Covid-19. Samantha berharap pandemi bisa segera berakhir, dan ia bisa kembali bertanding di ajang perlombaan catur Internasional.
"Saya ingin jadi grand master atau jadi juara dunia wanita, Kalau ada lagi dan sudah siap ya saya ikut turnamen," ujarnya.
Menurut sang ayah, Larry Edith, ia melihat bakat anaknya sejak kecil. Ketika itu daya pikir Samantha melampaui anak-anak seusianya.
"Buat saya enggak surprise karena Samantha dari kecil sudah kelihatan berpikirnya lebih cepat dibanding anak-anak seusianya. Jadi catur adalah salah satu yang mengasah itu. Saya tahu dia bisa dan cepat berkembangnya," ujar Larry.