Mimisan adalah pendarahan yang terjadi pada hidung. Mungkin kondisi ini akan terlihat menakutkan, karena Anda akan melihat darah keluar dari hidung. Namun, ini adalah kondisi yang umum terjadi dan jarang berubah menjadi kondisi yang serius.
Hidung kita memiliki banyak pembuluh darah yang letaknya dekat dengan permukaan di bagian depan dan belakang hidung. Pembuluh darah ini sangat rapuh dan mudah berdarah.
Mimisan sering terjadi pada siapa pun, entah itu orang dewasa atau pun anak-anak.
Mimisan dibagi menjadi dua macam, yaitu mimisan anterior dan mimisan posterior.
Pada mimisan anterior, terjadi ketika pembuluh darah di depan hidung pecah dan berdarah. Sedangkan mimisan posterior terjadi di belakang atau bagian terdalam hidung. Dalam kasus ini, darah mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Mimisan jenis posterior ini bisa berbahaya.
Biasanya, mimisan bukanlah kondisi yang serius. Tapi jika Anda sering mengalami mimisan, bisa jadi Anda mengalami tanda masalah yang serius.
Ada banyak penyebab mimisan pada orang dewasa. Dan untuk menguraikannya, kami telah merangkum apa saja yang menjadi penyebab mimisan pada orang dewasa yang perlu Anda ketahui.
Advertisement
Udara Kering
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang pertama adalah karena udara kering. Penyebab ini termasuk penyebab yang paling sering terjadi pada orang dewasa.
Dilansir dari Liputan6.com, kondisi ini akan lebih sering terjadi ketika iklim berubah menjadi dingin. Terutama ketika ada infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis.
Mimisan bisa juga terjadi ketika ada perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin. Kemudian di dalam rumah yang hangat dan kering. Kondisi ini akan membuat hidung lebih rentan terhadap pendarahan. Iklim panas juga dapat menyebabkan lapisan hidung kering hingga retak dan berdarah.
Alergi dan Sinus
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang kedua yaitu karena alergi dan sinus. Mimisan karena alergi sering dialami oleh ibu hamil. Misalnya ketika ibu hamil mengalami alergi dingin, sinus, dan ketika selaput hidung kering.
Tekanan darah tinggi atau gangguan pembekuan pada aliran darah, juga bisa menjadi penyebab mimisan pada ibu hamil. Kondisi ini harus segera diatasi, jika tidak akan membuat ibu hamil dan janin mengalami kondisi kesehatan berbahaya.
Cedera Hidung
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang ketiga adalah karena cedera hidung. Cedera pada hidung sering menjadi penyebab umum terjadinya mimisan.
Cedera akan membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak hingga menyebabkan pendarahan. Hal ini juga bisa terjadi ketika Anda menggaruk dan mengorek hidung secara berlebihan.
Advertisement
Karsinoma Nasofaring
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang keempat yaitu karsinoma nasofaring. Ini adalah kondisi kanker yang terjadi pada nasofaring, tepatnya pada bagian atas faring/tenggorokan, di belakang hidung. Karsinoma sel skuamosa umumnya timbul dari jaringan lapisan hidung.
Gejala umum dari karsinoma nasofaring adalah mimisan yang terjadi terus-menerus. Cairan atau ingus yang keluar dari penderita penyakit ini bahkan akan selalu tampak bercak darahnya.
Mimisan ini akan terjadi pada salah satu sisi hidung. Penyakit ini tidak mudah dikenali. Namun bahayanya, kanker ini bisa menyebar ke jaringan, sistem limfa, aliran darah, bagian tulang, paru-paru, dan hati.
Limfoma
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang kelima adalah karena limfoma. Limfoma berkembang pada sel darah putih yang melawan infeksi. Kondisi yang abnormal juga dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia.
Akibatnya, ketahanan tubuh terhadap faktor berbahaya dari luar menjadi berkurang. Penyakit hodgkin limfoma dan non-hodgkin limfoma (NHL) adalah dua jenis utama limfoma.
Penyakit ini bisa muncul di seluruh tubuh. Sebab, kelenjar getah bening dan jaringan limfatik tersebar di seluruh tubuh. Pada hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.
Leukemia
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang ke enam adalah karena leukemia. Penyebab mimisan ini sulit dihentikan, tetapi tidak begitu berat.
Mimisan akan disertai dengan memar dan berdarah. Penderita akan merasakan demam, berkeringat di malam hari, nyeri tulang, lemas, pembengkakan kelenjar, dan berat badan turun drastis.
Leukimia adalah kanker sel darah putih. Penyakit ini dibedakan menjadi acute myeloblastic leukemia (AML), chronic myelocytic leukemia (CML), acute lymphoblastic leukemia (ALL) dan chronic lymphocytic leukemia (CLL). Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati.
Advertisement
Obat Pengencer Darah
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang ketujuh yakni karena obat pengencer darah. Obat ini bisa Anda jumpai dalam bentuk aspirin, Coumadin/Jantoven/warfarin, anti-platelet Plavix/clopidogrel bisulfate, dan obat anti-inflamasi nonsteroid.
Obat pengencer darah akan mempengaruhi penggumpalan dan pembekuan darah. Seringkali, pendarahan hidung sulit dihindari dan dihentikan. Obat ini biasa digunakan untuk jantung yaitu atrium fibrilasi.
Perubahan Hormon
Penyebab mimisan pada orang dewasa yang terakhir adalah karena perubahan hormone. Kondisi mimisan ini juga sering dialami oleh ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami mimisan karena perubahan hormon tidak membahayakan kesehatannya.
Kondisi seperti ini terjadi ketika kadar hormon saat hamil cukup tinggi. Aliran darah akan meningkatkan estrogen dan progesteron pada semua selaput lendir pada tubuh ibu hamil, termasuk pada hidungnya.
Selaput akan membengkak dan melebar hingga menekan pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah bisa pecah dan membuat hidung mimisan saat hamil.
Advertisement
Cara Meredakan Mimisan
Dilansir dari situs Healthline, penanganan untuk mimisan berbeda-beda tergantung pada jenis dan penyebab mimisan tersebut.
Mimisan anterior
Pada mimisan anterior, Anda mengeluarkan darah dari depan hidung, biasanya dari lubang hidung. Anda dapat mencoba mengobati mimisan anterior di rumah sendiri. Caranya sambil duduk, remas bagian lembut hidung Anda.
Pastikan lubang hidung Anda tertutup sepenuhnya. Tutup hidung Anda selama 10 menit, condongkan tubuh sedikit ke depan, dan bernapas melalui mulut.
Jangan berbaring saat mencoba menghentikan mimisan. Berbaring bisa mengakibatkan tertelannya darah dan bisa mengiritasi perut Anda.
Lepaskan lubang hidung Anda setelah 10 menit dan periksa untuk melihat apakah pendarahan telah berhenti. Ulangi langkah-langkah ini jika pendarahan berlanjut.
Anda juga bisa mengompres batang hidung Anda dengan kompres dingin atau menggunakan dekongestan semprotan hidung untuk menutup pembuluh darah kecil. Temui dokter segera jika Anda tidak dapat menghentikan mimisan sendiri. Karena bisa jadi, Anda mengalami mimisan posterior yang memerlukan perawatan yang lebih invasif.
Mimisan posterior
Pada mimisan posterior, Anda mengeluarkan darah dari bagian belakang hidung. Darah juga cenderung mengalir dari belakang hidung ke tenggorokan Anda. Mimisan posterior lebih jarang terjadi dan seringkali lebih menjadi kondisi yang lebih serius daripada mimisan anterior. Anda perlu menghubungi dokter jika mengalami mimisan ini.
Mimisan yang disebabkan oleh benda asing
Jika ada benda asing yang menjadi penyebabnya, segera pergi ke dokter untuk mengeluarkan benda tersebut.
Kauterisasi
Teknik medis yang disebut kauterisasi juga dapat menghentikan mimisan yang terus-menerus. Ini melibatkan penanganan dokter, di mana dokter akan membakar pembuluh darah di hidung Anda dengan alat pemanas atau perak nitrat, senyawa yang digunakan untuk mengangkat jaringan.
Dokter mungkin mengemas hidung Anda dengan kapas, kain kasa, atau busa. Mereka juga dapat menggunakan kateter balon untuk memberikan tekanan pada pembuluh darah dan menghentikan pendarahan.