4 Gejala Asma yang Perlu Diperhatikan, Ketahui Cara Mengobatinya

Asma terjadi ketika lapisan saluran udara membengkak dan otot-otot di sekitarnya mengencang. Lendir kemudian mengisi saluran udara, sehingga mengurangi jumlah udara yang melewatinya. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan penyakit asma.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
4 Gejala Asma yang Perlu Diperhatikan, Ketahui Cara Mengobatinya
ilustrasi sesak napas. ©www.wikihow.com

Asma merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Gangguan pernapasan ini merupakan jenis penyakit jangka panjang, yang ditandai dengan sesak napas dan mengi.

Ketika Anda bernapas, udara mengalir melalui hidung atau mulut, kemudian turun ke tenggorokan dan ke saluran udara, dan akhirnya mencapai paru-paru. Ada banyak saluran udara kecil di paru-paru yang membantu mengantarkan oksigen dari udara ke aliran darah Anda.

Asma terjadi ketika lapisan saluran udara membengkak dan otot-otot di sekitarnya mengencang. Lendir kemudian mengisi saluran udara, sehingga mengurangi jumlah udara yang melewatinya. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan penyakit asma.

Penderita asma biasanya akan merasakan beberapa gejala yang muncul. Gejala-gejala ini banyak terjadi pada saluran pernapasan. Berikut ini, dikutip dari HelloSehat, beberapa gejala asma yang biasa muncul pada penderitanya.

Dada terasa sesak

Gejala asma yang pertama adalah kondisi dada yang terasa sesak. Saluran udara, atau bronkus, pada manusia diselubungi oleh serabut otot. Ketika seseorang terserang asma, otot-otot tersebut akan menjadi kaku atau tegang sehingga membuat dada si penderita asma terasa sesak dan tertekan.

Gejala asma ini akan membuat Anda menjadi sulit bernapas dan akan terasa sakit ketika akan mengambil napas. Anda akan merasakan sensasi seperti ditekan atau ditindih dengan benda berat di bagian dada. Gejala lainnya seperti batuk dan mengi juga akan semakin memperburuk ketika sensasi ini muncul.

Namun, nyeri pada dada dikenal sebagai gejala yang subjektif. Hal ini karena kemampuan seseorang dalam menahan rasa sakit berbeda-beda, sehingga dokter tidak bisa melakukan pengukuran secara pasti. Dokter biasanya hanya akan mengandalkan deskripsi rasa sakit yang dikeluhkan oleh pasien.

Sesak napas

Gejala asma yang kedua adalah sesak napas. Gejala asma yang satu ini merupakan gejala yang paling umum terjadi. Sesak napas adalah gejala ketika sistem pernapasan mengalami masalah atau gangguan. Umumnya, setiap orang yang menderita asma pernah merasakan sesak napas.

Gejala ini disebabkan karena saluran udara yang meradang dan tersumbat, sehingga udara yang mengalir di dalamnya tidak sebanyak biasanya. Kondisi ini akan membuat napas Anda menjadi pendek dan dangkal.

Gejala sesak napas karena asma ini biasanya muncul ketika tubuh terpapar hal yang dapat memicu asma, seperti asap rokok, debu, atau bahkan bulu binatang.

Mengi

Gejala asma yang ketiga adalah mengi. Batuk asma biasanya juga disertai dengan munculnya mengi. Mengi sendiri adalah suara yang dihasilkan udara saat melalui saluran pernapasan yang menyempit. Suara ini muncul akibat udara yang dipaksa keluar melalui saluran udara yang sempit dan tersumbat.

Suara mengi biasanya akan menjadi semakin keras ketika seseorang menarik atau mengeluarkan napas, dan juga ketika seseorang sedang tertidur.

Namun, gejala mengi tidak selalu menjadi gejala asma. Mengi juga bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami masalah pada kesehatan paru-paru lainnya, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, dan pneumonia.

Batuk

Gejala asma yang keempat yaitu batuk. Gejala khas lainnya dari penyakit asma adalah batuk keras yang terjadi terus-menerus. Batuk asma ini dapat berupa batuk kering atau pun berdahak.

Gejala batuk ini muncul disebabkan karena saluran udara, atau bronkus, membengkak dan menyempit, sehingga paru-paru tidak mendapatkan cukup oksigen. Maka dari itu, aktivitas yang berat akan membuat penyakit asma semakin parah.

Penderita asma juga biasanya akan kesulitan untuk tidur nyenyak dan sering terbangun sepanjang malam karena penyakit ini bisa saja kumat ketika malam hari. Kondisi inilah yang membuat penderita asma membutuhkan lebih banyak obat untuk meredakannya.

Cara Mengobati

Dikutip dari Healthline, ada beberapa cara untuk mengobati para penderita penyakit asma, yaitu:

Latihan Pernapasan

Dengan latihan pernapasan, dapat membantu Anda untuk mendapatkan lebih banyak udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Seiring waktu, latihan ini akan membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan mengurangi gejala asma yang parah.

Dokter atau terapis okupasi dapat membantu Anda mempelajari latihan pernapasan untuk asma ini.

Pengobatan Cepat Penyakit Asma

Obat-obatan ini hanya boleh digunakan jika terjadi gejala atau serangan asma. Bantuan cepat ini diberikan untuk membantu seorang penderita asma bernafas lagi.

Bronkodilator

Bronkodilator dapat bekerja dalam beberapa menit untuk mengendurkan otot-otot yang mengencang di sekitar gelombang udara Anda. Anda bisa mendapatkan pengobatan ini dalam bentuk inhaler atau nebulizer.

Pertolongan pertama pengobatan asma

Jika Anda berpikir bahwa seseorang yang Anda kenal mengalami serangan asma, minta mereka untuk duduk tegak dan membantu mereka menggunakan inhaler atau nebulizer. Dua hingga enam hisapan obat bisa membantu meringankan gejalanya.

Jika gejalanya tidak mereda lebih dari 20 menit, dan pengobatan putaran kedua tidak membantu, cari pertolongan medis darurat.

Jika Anda sering menggunakan obat-obatan untuk pengobatan cepat, Anda harus bertanya kepada dokter tentang jenis obat untuk mengontrol asma dalam jangka panjang.

Obat Kontrol Asma Jangka Panjang

Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi jumlah dan keparahan gejala asma Anda, namun tetap tidak bisa mengatasi gejala serangan langsung.

Obat kontrol asma jangka panjang meliputi:

• Anti-radang. Diambil dengan inhaler, kortikosteroid, dan obat antiinflamasi lainnya, yang membantu mengurangi pembengkakan dan produksi lendir di saluran udara Anda, sehingga membuat Anda lebih mudah untuk bernapas.

• Antikolinergik. Obat ini membantu menghentikan otot-otot yang mengencang di sekitar saluran udara Anda. Obat ini biasanya perlu dikonsumsi setiap hari dan dikombinasikan dengan anti-inflamasi.

• Bronkodilator jangka panjang. Obat ini digunakan hanya dalam kombinasi dengan obat asma antiinflamasi.

• Obat terapi biologis. Obat-obatan ini dapat disuntikkan ini dapat membantu penderita asma parah.

Termoplasti Bronkial
Pengobatan ini menggunakan elektroda untuk memanaskan gelombang udara di dalam paru-paru, membantu mengurangi ukuran otot dan mencegah ketegangan otot. Pengobatan termoplasti bronkial hanya ditujukan bagi penderita asma berat.

Rekomendasi