Kepergian Ashraf Sinclair untuk selama-lamanya menyisakan duka mendalam bagi Bunga Citra Lestari (BCL) dan keluarga yang ditinggalkan. Ashraf Sinclair meninggal pada hari Selasa (18/02) lalu di usia 40 tahun.
Tak ada yang menyangka suami BCL ini meninggal dunia di usianya yang masih terbilang muda. Kepergiannya secara mendadak membuat banyak yang merasa tidak percaya dan sangat sedih kehilangan sosoknya.
Kesedihan yang mendalam pun turut dirasakan orangtua Ashraf Sinclair, Mohamed Anthony John Sinclair. Hampir dua minggu setelah kepergian sang putra, ayah Ashraf Sinclair mengungkapkan curhatan pilu lewat unggahan Instagramnya, Minggu (01/03) tepat setelah melaksanakan tahlilan di Malaysia.
Advertisement
Merasa Hampa
Melalui unggahannya, ayah Ashraf mengungkapkan gambaran perasaannya setelah kehilangan putra sulungnya beberapa waktu lalu. Anthony menyampaikan kalau ada yang hampa dalam hidupnya walaupun ia masih bisa tertawa dan tersenyum menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Hampa, kurang lebihnya. Aku mampu menjalankan aktivitas sehari-hari, tapi sebagian besar warna hidupku hilang. Aku bisa tersenyum, tertawa, dan bercanda dengan teman dan keluarga, berpose untuk wefie di tahlilan tapi semua ini ku lakukan karena memang harus di lakukan, senyumku tadi malam lebih dipaksakan dari biasanya," tulis Anthony dalam unggahannya, Minggu (1/2).
Advertisement
Terharu
Ayah Ashraf merasa terharu ketika melihat banyak pesan duka cita yang berdatangan baik dari orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal sama sekali. Dan dia pun meluangkan waktu untuk membalas pesan belasungkawa tersebut sebagai sebagai caranya untuk menyibukkan diri.
"Aku masih benar-benar tersentuh, atas apa yang orang-orang bahkan yang sama sekali tidak dikenal, menyampaikan padaku tentang bagaimana Ashraf memberikan pengaruh di kehidupan mereka dengan berbagai cara. Ada yang sampai mengirim pesan menyentuh lewat email kepadaku, dia tidak mengenal Bunga maupun Ashraf, tapi ia paham betapa sakitnya hati seorang ayah yang kehilangan putranya dan ia berbagi cerita kepadaku," lanjut tulisan panjangnya. Tak lupa Anthony juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendoakan sang anak.
Advertisement
Menangis Tersedu
Mohammed Sinclair juga mengungkapkan kembali, bahwa perasaan hampa dan sedihnya terkadang mampu ia tahan tanpa mengeluarkan air mata. Namun ada kalanya, ia tidak bisa menahan dan hanya bisa terisak dalam tangis.
"Rasa hampa, kehilangan, dan rasa sakit datang silih berganti, terkadang terasa ringan saja sehingga aku bisa mencegah air mataku mengalir tapi ada waktunya aku sampai menangis tersedu-sedu. Kemudian, itu bisa meredakan dan memberikan ketenangan dari sebelumnya," imbuhnya lagi.
Advertisement
Tidak Bisa Berbuat Apapun
Ayah Ashraf kembali mengungkapkan bahwa hal yang paling menyakitkan ketika tidak bisa melakukan sesuatu dan berbuat apapun.
"Salah satu hal yang paling menyakitkan bukanlah mengapa tapi perasaan tidak bisa berbuat apapun, tidak bisa mengurangi rasa sakit orang lain, tidak mampu mengulang waktu, tidak mampu membalas kebaikan, seperti yang akan orang tua lainnya lakukan tanpa banyak bicara," tambahnya dalam Bahas Inggris.
Advertisement
Hanya Bisa Berdoa
Mertua dari BCL ini juga mengungkapkan hanya doa yang bisa ia lakukan untuk putranya.
"Walaupun kami berduka atasmu, kini kau sudah meninggal dunia ke tempat yang tak dapat kami gapai. Dirimu sudah berada di sana, dan kami tidak bisa berbuat banyak kecuali berdoa untukmu," imbuh ayah Ashraf.
"Selain juga menahan rasa apapun yang seharusnya kami tahan, hingga nanti tiba saatnya segalanya terasa lebih muda dan kami dapat tersenyum bahagia menatap kembali kenangan kita, seraya berterima kasih atas segala hal yang telah kau berikan dalam hidup kami selama 40 tahun yang terlalu singkat," jelasnya.