Ini Sederet Musisi Indonesia yang Menjadi Penampil di Head In The Clouds Jakarta

Festival ini rencananya akan digelar pada tanggal 7 Maret 2020 dengan menggunakan panggung dalam ruangan yang berada di JIExpo, Kemayoran. Karena digelar di Jakarta, festival ini akan lebih banyak dimeriahkan oleh musisi yang berasal dari Indonesia yang tidak hanya tergabung dalam label 88 Rising.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Ini Sederet Musisi Indonesia yang Menjadi Penampil di Head In The Clouds Jakarta
88 Rising / Heads In The Clouds 2019

Head In The Cloud adalah festival musik dan seni yang digelar oleh label musik 88 Rising. Festival ini pertama kali digelar di Los Angeles, Amerika Utara pada tahun 2019 dan sukses menarik lebih dari 20.000 penonton.

Menariknya, festival musik ini juga menampilkan musisi dari Indonesia, seperti, Rich Brian, Stephanie Poetri dan beberapa penyanyi solo yang baru memulai kariernya. Tingginya antusiasme penikmat musik musisi 88 Rising dari Indonesia membuat 88 Rising akhirnya memutuskan menggelar festival musik Heads In The Clouds di Jakarta.

Festival ini rencananya akan digelar pada tanggal 7 Maret 2020 dengan menggunakan panggung dalam ruangan yang berada di JIExpo, Kemayoran. Karena digelar di Jakarta, festival ini akan lebih banyak dimeriahkan oleh musisi Indonesia yang tidak hanya tergabung dalam label 88 Rising.

Siapa saja sederet musisi Indonesia yang akan tampil di festival musik Head In The Clouds 2020?

1. Dipha Barus

Dalam karyanya, Dipha Barus mengusung aliran electronic dance music. DJ tanah air yang multi talenta ini telah cukup banyak bekerja di luar negeri terutama Amerika Serikat sebagai musisi dan bekerja sama dengan banyak produser lagu dari Amerika. Di tanah air, ia juga telah membuat berbagai single yang hits di pasar lagu Indonesia.

2. Stephanie Poetri

Nama Stephanie Poetri mulai dikenal lewat lagunya yang berjudul 'I Love You 3000' dan video klipnya telah ditonton hampir 60 juta kali di Youtube. Tahun lalu Stephanie juga melakukan kolaborasi dengan boy band korea GOT7, dan musisi asal China Jackson Wang.

Stephanie Poetri sendiri termasuk penyanyi yang masih muda, karena usianya masih 19 tahun. Ia besar di keluarga musisi. Ibunya adalah diva terkenal yaitu Titi DJ, dan Ayahnya adalah seorang guru musik.

3. Reality Club

Band ini mengusung gerakan independen untuk memproduksi segala karyanya. Band beraliran pop-rock ini memiliki vokalis yang juga YouTuber terkenal karena sudah memiliki ratusan ribu lebih subscriber, bernama Fathia Izzati. Tahun 2019 lalu, band ini bekerja sama dengan label rekaman musik di Jepang untuk kembali merilis ulang album mereka yang berjudul 'Never Get Better' untuk dipasarkan di pasar musik di Jepang.

4. Voice Of Baceprot

Hijabers metal asal garut ini akan menghentak panggung Head In The Clouds 2020. Dalam bahasa Sunda sendiri, Baceprot berarti berisik. Voice of Baceprot merupakan band yang terdiri dari tiga mojang asal Garut, Jawa Barat, yaitu Firda Kurnia (vokal dan gitar), Euis Siti Aisyah (drum) dan Widi Rahmawati (bass).

Mereka hampir menghentak panggung Global Citizen Festival di Amerika Serikat pada 2018 lalu, namun batal karena masalah visa yang belum keluar.

5. Adhitia Sofyan

Pada awalnya Adhitia Sofyan ini adalah musisi kamar. Hampir semua karyanya diproduksi secara mandiri di dalam kamarnya. Ia sudah cukup lama berkarier di dunia musik. Sejak tahun 1999 Ia telah menciptakan lagu yang bisa didengar di radio-radio di Bandung. Pada 2009 Ia menciptakan lagu Adelaide Sky yang menjadi soundtrack film Kambing Jantan: The Movie yang dibintangi oleh Raditya Dika.

6. Elephant Kind

Band ini dibentuk karena vokalisnya, Bam Mastro, mempunyai tugas akhir untuk menyelesaikan kuliah musiknya di Australia. Sudah memiliki dua album studio, berbagai single hits dan berbagai karyanya yang juga membuat mereka bisa masuk di nominasi penghargaan Anugerah Musik Indonesia.

7. RAN

Trio musisi besar Indonesia ini sudah berusia 13 tahun pada Desember tahun lalu. RAN tercatat telah merilis 5 album studio dan sukses menyabet berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya adalah Album Pop Terbaik Anugerah Musik Indonesia pada 2017.

8. Rich Brian

Rich Brian pertama kali muncul di kanal YouTubenya sendiri dengan membawakan lagu Dat $tick yang juga menjadi langkah awal kariernya hingga sekarang. Remaja ini lebih sering berkarya di Amerika karena memang budaya lagu yang dirinya bawakan lebih kuat di sana.

Walaupun lebih banyak berkarya di Amerika, Brian ternyata tidak melupakan budaya Indonesia. Ia kerap mengenakan pakaian batik saat tampil di beberapa kesempatan.

Rekomendasi