Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Penyakit Hernia, Berikut Gejala dan Pengobatannya

Penyebab Penyakit Hernia, Berikut Gejala dan Pengobatannya Ilustrasi sakit perut. ©Shutterstock/Brian A Jackson

Merdeka.com - Hernia merupakan masalah kesehatan yang dialami banyak orang. Penyakit ini pada mulanya ditandai dengan adanya benjolan atau guratan usus di bagian tertentu. Kondisi ini terjadi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah.

Pengetahuan tentang penyakit ini terbilang masih sedikit. Terlebih sebagian penyakit hernia tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Akibatnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia terkena hernia.

Penyakit hernia dapat terjadi pada siapapun, baik pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak. Maka dari itu penting bagi kita semua untuk mengenali penyakit ini sejak dini, mulai dari penyebab, gejala hingga cara mengatasinya. Hal ini dilakukan demi penanganan yang lebih cepat dan menghindari risiko penyakit yang lebih fatal.

Agar dapat meminimalisir risiko terkena penyakit hernia, maka simaklah informasi mengenai penyebab penyakit hernia yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com.

Penyebab Penyakit Hernia

Hernia pada umumnya terjadi akibat adanya tekanan, lubang, atau kelemahan pada otot. Tekanan ini akan mendorong jaringan melalui lubang atau titik lemah tersebut.

Kelemahan otot dapat dialami karena bawaan lahir, walaupun lebih sering terjadi pada kemudian hari. Karena itu, semua hal yang meningkatkan tekanan di dalam perut dapat menyebabkan penyakit hernia, tekanan tersebut dapat termasuk:

  • Mengangkat benda berat
  • Diare atau konstipasi
  • Batuk atau bersin terus-menerus
  • Selain itu, kondisi berat badan berlebih, kehamilan,kekurangan gizi, dan merokok dapat memperlemah otot-otot sehingga hernia lebih mungkin terjadi.

    Gejala Penyakit Hernia

    Setelah mengetahui penyebab penyakit hernia, kamu juga perlu mengetahui gejala yang ditimbulkan ketika seseorang mengalami penyakit hernia. Gejala yang paling umum terjadi adalah benjolan atau pembengkakan di perut.

    Namun ada gejala lain yang perlu kamu perhatikan. Jika kamu mendapat gejala di bawah ini jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter.

    1. Gangguan pencernaan, seperti kesulitan mencerna makanan, sembelit, dan gangguan usus lainnya.
    2. Sakit perut yang parah hingga kamu memerlukan bantuan medis sesegera mungkin.
    3. Ketidaknyamanan di perut atau selangkangan. Rasa sakit ini menyerang setiap kali seseorang duduk atau membungkuk untuk mengangkat sesuatu.
    4. Gangguan saraf, misalnya hernia inguinalis yang dapat menyebabkan nyeri di kaki, skrotum (untuk pria), atau labia (untuk wanita).

    Bila kamu memiliki hernia dan salah satu dari gejala di bawah ini terjadi pada kamu, segera datangi Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat:

  • Nyeri hebat dan tiba-tiba pada hernia
  • Mual dan muntah
  • Sulit buang air besar atau buang angin
  • Hernia menjadi keras, nyeri ketika disentuh, atau tidak dapat didorong masuk ke rongga perut
  • Cara Mengatasinya

    Pengobatan hernia yang biasa dilakukan adalah operasi. Namun, tidak semua kasus penyakit hernia harus dioperasi. Operasi dianjurkan jika hernia menimbulkan gejala yang mengganggu atau semakin membesarnya benjolan. Operasi umumnya dilakukan oleh dokter bedah umum atau bedah digestif.

    Angka kesuksesan operasi hernia mencapai lebih dari 95%, khususnya bila menggunakan teknik laparoskopi. Namun, tetap ada kemungkinan hernia kambuh kembali. Karena itu, sebelum memutuskan untuk operasi, diskusikan terlebih dulu dengan dokter segala manfaat dan risiko yang menyertainya.

    Teknik operasi yang digunakan tergantung tipe, ukuran, dan lokasi hernia. Berikut adalah pilihan teknik operasi yang biasa dilakukan:

  • Penjahitan bagian yang mengalami kelemahan
  • Menggunakan jala (mesh) untuk memperbaiki kelemahan
  • Teknik laparoskopi dengan sayatan minimal pada kulit
  • Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan mencoba memijat hernia kembali ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil, operasi harus segera dilakukan.

    Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali menetap hingga usia di atas 5 tahun, sangat besar, serta menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini kemungkinan membutuhkan operasi apabila lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.

    Hernia hiatus yang tidak menyebabkan gejala naiknya asam lambung, tidak perlu diobati. Bila terdapat gejala, dapat diresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Operasi baru akan dilakukan bila hernia hiatus besar dan menyebabkan gejala terus-menerus, atau bila hernia terjebak di dalam rongga dada. 

  • Hernia yang mengalami inkarserasi atau strangulasi membutuhkan penanganan segera. Biasanya dokter akan mencoba memijat hernia kembali ke dalam rongga perut. Bila tidak berhasil, operasi harus segera dilakukan.
  • Hernia umbilikalis pada bayi biasanya tidak dioperasi kecuali menetap hingga usia di atas 5 tahun, sangat besar, serta menimbulkan gejala atau mengalami strangulasi. Hernia ini kemungkinan membutuhkan operasi apabila lubang yang dilalui hernia berdiameter lebih dari 2 cm.
  • Hernia hiatus yang tidak menyebabkan gejala naiknya asam lambung, tidak perlu diobati. Bila terdapat gejala, dapat diresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung. Operasi baru akan dilakukan bila hernia hiatus besar dan menyebabkan gejala terus-menerus, atau bila hernia terjebak di dalam rongga dada.
  • (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP