Penyakit Tulang Belakang yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Minggu, 24 Januari 2021 20:29 Reporter : Andre Kurniawan
Penyakit Tulang Belakang yang Perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Penyebabnya Ilustrasi Sakit Punggung. ©iStock

Merdeka.com - Tulang belakang, atau tulang punggung, adalah bagian dari tulang manusia yang memiliki peran yang sangat vital. Tulang belakang terdiri dari tulang-tulang kecil yang bertumpuk satu sama lain dalam sebuah cakram.

Tulang belakang kita terdiri dari 26 tulang yang disebut vertebrae, yang melindungi dan menopang sumsum tulang belakang dan saraf. Tulang belakang ini juga berfungsi untuk menopang tubuh bagian atas sekaligus untuk membentuk postur tubuh seseorang.

Tulang belakang yang sehat memiliki sedikit lengkungan, di mana lengkungan ini berfungsi untuk menahan tekanan dan membantu pergerakan tubuh. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, sejumlah kondisi dan penyakit tulang belakang dapat mempengaruhi tulang ini, sehingga dapat merusak tulang belakang, menyebabkan nyeri, dan membatasi mobilitas seseorang.

Dilansir dari utswmed.org, berikut akan kami sampaikan penyakit tulang belakang beserta apa saja gejala dan penyebab yang mendasarinya.

2 dari 4 halaman

Penyakit Tulang Belakang

ilustrasi sakit punggung
©iStock

Berbagai penyakit tulang belakang dapat mempengaruhi tulang belakang, mulai dari leher hingga punggung bagian bawah. Beberapa dari banyak penyakit tulang belakang tersebut adalah:

Kondisi degeneratif tulang belakang dan cakram:

Radang sendi

Arthritis, yang secara harfiah berarti radang sendi (tempat dua atau lebih tulang bertemu), sebenarnya mengacu pada lebih dari 100 penyakit yang berbeda dan merupakan salah satu kategori penyakit rematik. Penyakit rematik ini biasanya menyebabkan nyeri, kaku, dan bengkak pada persendian dan struktur tubuh pendukung lainnya, seperti otot, tendon, ligamen, dan tulang.

Penyakit cakram degenerative

Penyakit cakram degenerative, atau osteoartritis tulang belakang, adalah penyakit tulang belakang yang umum, di mana zat seperti jeli yang membentuk cakram bantalan di antara tulang belakang mengering dan rusak. Penyakit tulang belakang ini dapat menyebabkan pembengkakan atau penonjolan cakram serta pembentukan tulang taji (osteofit).

Penyakit cakram degeneratif dapat menyebabkan nyeri punggung dan leher, serta memberi tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf, yang mungkin memengaruhi fungsi saraf. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan usia, namun cedera mendadak juga dapat memulai proses degenerasi.

Diskus hernia

Diskus hernia terjadi ketika salah satu diskus berbantalan di antara 26 ruas tulang belakang pecah, sehingga menyebabkan zat seperti jeli yang dikandungnya bocor, dan mengenai sumsum tulang belakang atau saraf di dekatnya. Masalah diskus ini dapat menyebabkan linu panggul, sakit punggung, dan kelemahan.

Stenosis tulang belakang

Stenosis tulang belakang adalah penyempitan di tulang belakang yang memberi tekanan pada sumsum tulang belakang dan saraf. Kondisi ini dapat terjadi di leher (stenosis tulang belakang leher), bagian tengah tulang belakang (stenosis toraks), atau tulang belakang bagian bawah (stenosis lumbal). Stenosis tulang belakang dapat disebabkan oleh cedera dan penyakit seperti osteoartritis dan skoliosis.

3 dari 4 halaman

Spondilosis

Spondilosis adalah suatu kondisi di mana ada keausan abnormal pada tulang belakang dan cakram di antara keduanya. Spondylosis serviks terjadi di leher dan merupakan penyebab umum dari nyeri leher kronis. Spondilosis toraks dan spondilosis lumbal terjadi masing-masing di bagian punggung tengah dan bawah.

punggung©2015 Merdeka.com/shutterstock/Image Point Fr

Sakit punggung

Nyeri punggung memiliki berbagai penyebab, mulai dari cedera, saraf terjepit, dan hernia diskus hingga patah tulang belakang dan kondisi seperti artritis dan spondylolisthesis. Terlepas dari penyebabnya, nyeri punggung dapat menurunkan kualitas hidup seseorang.

Spondilitis ankilosa

Spondilitis ankilosa adalah jenis arthritis yang menyebabkan peradangan antara tulang belakang dan persendian tempat tulang belakang dan panggul bertemu. Kondisi ini sering terjadi dalam keluarga dan cenderung lebih parah dan lazim di kalangan pria.

Kifosis

Kifosis adalah kelengkungan tulang belakang dari depan ke belakang yang dapat menyebabkan postur tubuh bungkuk atau membungkuk. Meskipun kelengkungan ke depan normal di area tulang rusuk (toraks), ini bisa menjadi masalah pada kasus yang parah. Banyak hal yang dapat menyebabkan kifosis, seperti penyakit degeneratif dan osteoporosis hingga cedera dan kondisi lain yang memengaruhi tulang belakang.

006 tantri setyorini©Shutterstock

Skoliosis

Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang yang abnormal, di mana tulang belakang akan berbentuk huruf S atau C. Kondisi ini dapat berkembang pada orang dewasa sebagai akibat dari artritis degeneratif atau sebagai kelanjutan dari pediatrik atau skoliosis remaja.

Kondisi dan gangguan tulang belakang lainnya:

  • Invaginasi basilar, impresi basilar, dan pengendapan tengkorak
  • Sakit punggung dan tulang belakang kronis
  • Sakit leher
  • Osteoporosis dan patah tulang belakang
  • Kyphosis Scheuermann
  • Kanker sumsum tulang belakang
  • Deformitas tulang belakang
  • Fraktur tulang belakang
  • Tumor tulang belakang
  • Spondylolisthesis
4 dari 4 halaman

Penyebab Penyakit Tulang Belakang

Gangguan tulang belakang memiliki banyak penyebab, tergantung pada kondisi tertentu. Untuk beberapa kondisi, penyebabnya tidak diketahui. Penyebab umumnya meliputi:

  • Kecelakaan atau jatuh
  • Gangguan bawaan sejak lahir
  • Peradangan
  • Infeksi
  • Cedera, mulai dari yang ringan sampai yang traumatis
  • Kerusakan degeneratif akibat penuaan

Gejala Penyakit Tulang Belakang

Tanda dan gejala bergantung pada kelainan tulang belakang spesifik dan sering memengaruhi bagian tubuh lainnya, tergantung pada area tulang belakang atau sumsum tulang belakang yang terpengaruh. Gejala umumnya antara lain:

  • Bahu atau punggung yang membulat secara tidak normal
  • Sakit punggung atau leher yang bisa menusuk, terasa nyeri, atau terbakar
  • Disfungsi kandung kemih atau usus
  • Mual dan/atau muntah
  • Nyeri menjalar di lengan atau tungkai
  • Kekakuan atau sesak
  • Penampilan tidak rata, seperti salah satu bahu atau pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Lemas, mati rasa, atau kesemutan di lengan atau tungkai

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini