Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Miliki Sifat Pelindung, Ini Filosofi Unik Ondel-Ondel yang Jarang Diketahui

Miliki Sifat Pelindung, Ini Filosofi Unik Ondel-Ondel yang Jarang Diketahui Ondel Ondel. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Memiliki tubuh yang tinggi menjulang, dandanan berwarna-warni, menjadi ciri khas boneka khas Suku Betawi, Ondel-Ondel. Kesenian yang juga dikenal sebagai ikon Kota Jakarta itu, selalu menyihir masyarakat dengan aksinya yang khas.

Dalam setiap penampilannya, Ondel-Ondel kerap diiringi musik tradisional Betawi yang meriah. Musiknya, diiringi dari beberapa alat, seperti kendang, gong, kenong, bas, dan sukong sebagai harmonisasinya.

Namun di balik keunikannya, ada sebagian orang justru merasa takut. Perawakan Ondel-Ondel memang agak menyeramkan, dengan topeng yang mencolok, serta rambut ijuk di bagian atas kepalanya.

Selain itu, ada beberapa fakta menarik dari Ondel-Ondel yang jarang diketahui. Apa saja itu? Berikut selengkapnya:

Pemberani dan Suci

ondel ondel

©2012 Merdeka.com/arie basuki

Seperti yang diketahui, wajah ondel-ondel mayoritas memiliki dua jenis warna yaitu merah dan putih. Menurut informasi yang dikutip dari kanal Youtube mal'E channel, ternyata itu ada maknanya tersendiri. Topeng atau kedok berwarna merah merupakan simbol ondel-ondel laki-laki, dan topeng putih merupakan perwujudan dari ondel-ondel perempuan.

“Saat awal-awal ondel ondel memiliki wajah lebih menyeramkan, mirip barongan. Namun, atas kebijakan di masa Gubernur Ali Sadikin bentuknya perlahan diubah termasuk warnanya dicat merah untuk laki-laki dan putih untuk perempuan. Selain itu, warna merah juga memiliki filosofi pemberani dan putih merupakan lambang kesucian,” jelas narator dalam video tersebut.

Memiliki Arti Mengayun atau Menggantung

Terkait nama Ondel-Ondel, disebutkan bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Betawi, gondel-gondel, yang artinya 'berjalan sambil menggantung-gantung' atau mengayun-ngayun. Ondel-ondel memang kerap berjalan sembari bergoyang mengikuti irama musik.

“Artinya itu dulu menggantung atau bergandul, karena setiap jalan dia selalu mengayun-ngayun,” lanjutnya.

Selain itu, di awal-awal kemunculannya pada abad ke-16, boneka raksasa tersebut juga kerap disebut sebagai “Belo man”, dalam bahasa setempat belo artinya mata melotot.

Miliki Sifat Pelindung

filosofi ondel ondel

©2020 Kanal Youtube mal'E channel/Editorial Merdeka.com

Kedekatan masyarakat Jakarta dengan Ondel-Ondel juga memiliki sejarah. Dahulu, warga di sana selalu menjadikan boneka besar sebagai penjaga atau pelindung kampung dari bahaya.

Selain itu, bentuk wajah yang menyeramkan, disinyalir mampu menangkal berbagai wabah penyakit di masa lalu.

“Dahulu ondel-ondel dijadikan sebagai simbol pelindung kampung dari segala mara bahaya, selain itu masyarakat Betawi juga menjadikan ondel-ondel sebagai penangkal datangnya wabah penyakit pada saat itu,” tambahnya.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP