Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Longser, Teater Lawak Sarkas Asli Bandung yang Eksis Sejak 1915

Mengenal Longser, Teater Lawak Sarkas Asli Bandung yang Eksis Sejak 1915 Tradisi Longser. ©2021 Youtube ceps04 british/Merdeka.com

Merdeka.com - Jika di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta ada pertunjukan seni Ketoprak, di Jawa Barat ada kesenian sejenis dengan konsep “bodoran” yang sarkas dengan unsur kritik sosial bernama Longser.

Longser merupakan sebuah kesenian teater rakyat dengan unsur komedi yang sudah eksis sejak tahun 1915. Saat itu, keberadaannya banyak digelar oleh masyarakat wilayah Bandung sebagai sarana hiburan dengan nuansa Sunda yang kuat.

Melansir dari laman GNFI, Senin (13/09), di tatar Priangan terdapat beberapa grup kesenian Longser yang pernah berjaya di antaranya Longser Bang Tilil, Bang Soang, Bang Tawes, Bang Timbel, dan Bang Cineur.

Sejarah Longser

tradisi longser

©2021 Youtube ceps04 british/Merdeka.com

Dalam buku “Mengenal Teater Tradisional di Indonesia (2006)” karya Kasim Achmad, disebutkan Longser mulanya merupakan kesenian rakyat dengan nama Dogger.

Lambat laun Dogger terus berinovasi dengan memadukan unsur tarian tradisional yang kemudian berubah nama menjadi Lengger. Di dalam kesenian Lengger, teater rakyat ini tak hanya mengedepankan dialog, namun juga memadukan unsur musik tradisional yang kuat.

“Longser itu berasal dari istilah melihat dan tertarik. Long itu dari Melong artinya melihat dan Ser itu artinya tertarik (Bahasa Sunda). Jadi setelah melihat pertunjukannya kita langsung tertarik, terlebih kepada pemain, cerita dan musik yang ditampilkan,” kata Deden Bejo, pegiat Longser dari Bandung, mengutip dari video Youtube Sanggar Mekar Asih.

Ragam Cerita Komedi dan Sarat Kritik Sosial

Dalam beberapa sumber disebutkan, tradisi Longser berangkat dari tradisi bodoran atau lawakan kearifan lokal masyarakat Sunda di Tatar Parahyangan, hingga berkembang ke medium kritik sosial.

Hermana HMT, selaku sutradara Longser sekaligus Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi  (DKKC) mengatakan jika kesenian rakyat Longser merupakan bentuk kritik sosial dengan dibalut hiburan khas Jawa Barat.

“Iya jadi ini nuansanya hiburan, namun tetap ada nuansa sosio kritiknya. Salah satunya yang pernah dibawakan adalah Ratu Hitut, di mana dalam tema itu terdapat kritik “Money Politik” dan kekuasaan,” katanya.

Pementasan Longser

tradisi longser

©2021 Youtube ceps04 british/Merdeka.com

Sementara itu dalam pementasannya, Longser banyak menggunakan pernak pernik khas Sunda, seperti pakaian adat berupa kain dan kebaya, dilengkapi karembong atau selendang. Ada juga hiasan sanggul dan hiasan kepala dengan kalungan mangle, rangkaian bunga melati dan sedap malam yang dironce.

Untuk laki-laki, lazimnya mengenakan pakaian tradisi Sunda berwarna hitam, termasuk songkok Sunda dan sarung. Termasuk ikat kepala barangbang seplak, golok yang disematkan diikat di pinggang, serta gelang akar bahar, lengkap dengan cincin batu ukuran besar.

Biasanya dalam pementasan ada juga lagu khas yang kerap dimainkan seperti “Awi Ngarambat”, “Geboy”, “Berenuk”, “Undur-Undur”, dan lagu-lagu ketuk tilu.

Daya tarik lainnya dari kesenian Longser adalah pelibatan penonton dalam pementasan, sehingga ada interaksi dua arah antara pemain, pemusik dan penikmat di setiap pementasan.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP