Membaca Makna Lagu Cingcangkeling asal Jawa Barat, Ingatkan Manusia akan Kuasa Tuhan

Selasa, 21 Desember 2021 11:01 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Membaca Makna Lagu Cingcangkeling asal Jawa Barat, Ingatkan Manusia akan Kuasa Tuhan Ilustrasi permainan tradisional. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - "Cing cangkeling Manuk cingkleung cindeten, Plos ka kolong Bapa Satar buleneng."

Penggalan tersebut merupakan lirik utuh dari lagu daerah asal Jawa Barat, berjudul 'Cing Cangkeling'. Biasanya lagu ini turut dinyanyikan oleh anak-anak, saat bermain ucing-ucingan (petak umpet), bersama teman-temannya.

Di balik familiarnya lagu ini, terdapat pesan mendalam yang ditujukan kepada manusia agar bisa terus rendah hati dan senantiasa mengingat kuasa Tuhan. Penasaran? Melansir laman sundapedia (21/12), berikut ulasan lagu Cingcangkeling asal Jawa Barat.

2 dari 4 halaman

Ingatkan Manusia agar Sadar Perbuatannya

ilustrasi permainan tradisional

Ilustrasi permainan tradisional ©Creative Commons/Jokosiono

Sebagaimana diuraikan dalam buku Kawih/Tembang Anak-Anak Di Kalangan Kebudayaan Sunda Dan Jawa, Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 2015, masing-masing bait di lagu tersebut memiliki pesan kebaikan masing-masing.

Dalam bait pertama tertulis kata 'Cing' yang bisa diartikan sebagai ungkapan permohonan agar 'Diam' dan 'Cangkeling' yang artinya 'Menyendiri'. Secara harfiah, kata cing cangkeling berarti 'mari menyendiri atau menyepi'. Di sana seolah terdapat pesan moral yang disembunyikan, yaitu eling (dari penggalan Cangk-eling).

Mengacu Ahimsa-Putra (2002:3), makna kata eling merupakan seperangkat anjuran yang menekankan pentingnya orang untuk selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ini terkait  pesan orang tua Sunda zaman dahulu kepada anak-anaknya yakni 'Cing Geura Eling' atau tolong harus selalu diingat.

3 dari 4 halaman

Bermakna agar Manusia Bisa Hidup dan Berguna Bagi Banyak Orang

Kemudian di penggalan selanjutnya terdapat bait berbunyi 'Manuk Cingkleung Cindeten' (Mari menyendiri burung cacat bertengger). Manuk artinya burung, atau dalam hal ini merupakan bentuk metafora dari ruh manusia.

Di sana tersirat bahwa, apabila sudah tiba waktunya, ruh manusia bisa terlepas dari jasadnya atau meninggalkan dunia karena dipanggil Tuhan.

Sehingga penggalan tersebut berupaya meminta ruh (dari manusia) yang cacat atau ruh yang tidak tahu arah tujuan penciptaannya segera diam dan hentikanlah berbagai perilaku yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pada bait ini, manusia diharapkan bisa berintrospeksi akan kesalahan yang diperbuat dengan cara diam.

4 dari 4 halaman

Hidup di Dunia Hanya Sementara

Kemudian di lirik berikutnya, tertulis 'Plos Ka Kolong' atau bisa diartikan sebagai masuk ke dalam kolong. Makna kata-kata ini seakan mengingatkan manusia pada kematian atau hidup hanya sesaat.

Sebenarnya bait tersebut berangkat dari kebiasaan orang Sunda saat terdapat jenazah di keranda dan akan dibawa ke kuburan. Di sana seluruh anggota keluarga diminta untuk berjalan beberapa kali di bawah keranda, atau dalam bahasa Sunda disebut ngolongan pasaran.

Tujuan tradisi tersebut agar keluarga yang ditinggalkan tidak terus-menerus mengalami kedukaan usai ditinggal pergi (wafat) oleh orang yang dicintainya.

Hidup Tidak Dibawa Mati

Di penggalan terakhir terdapat lirik yang tertulis 'Bapa Satar Buleneng' (Plos ke kolong, Bapa Satar pelontos)'.

Dalam buku tersebut, istilah Satar merupakan bentuk personifikasi dari kata pasaran atau keranda yang kerap dibawa untuk mengangkut jenazah ke liang kubur. Sedangkan untuk Buleneng memiliki arti 'Tampak Jelas, Bersih dan Tanpa Kotor Sedikitpun'

Kata buleneng bisa turut dimaknai, bahwa manusia tidak akan membawa apapun ke alam kubur, kecuali kain kafan yang melekat di badannya. Artinya, manusia diminta untuk menyadari akan kesalahannya yang pernah dilakukan karena itu merupakan bentuk melawan kebenaran.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini