Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
c Teori Konspirasi Yang Terbukti Benar Adanya. ©2019 listverse.com

Merdeka.com - Konspirasi adalah suatu persekongkolan untuk menjalankan rencana besar. Kata-kata konspirasi selalu menarik minat banyak orang. Mendengar kata konspirasi, yang terlintas pasti adalah teori-teori konspirasi yang dihubungkan dengan berbagai peristiwa besar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia atau KBBI, kata konspirasi adalah persekongkolan atau komplotan. Sedangkan pelaku yang menjalankan konspirasi ini disebut dengan konspirator.

Para konspirator berusaha mengerjakan rencana konspirasi mereka secara mulus dan rapi sehingga orang tidak mengetahuinya sedikit pun. Hal inilah yang membuat konspirasi sulit untuk dibuktikan.

Pada akhirnya, orang-orang hanya mampu menebak dan menduga-duga apa yang akan terjadi selanjutnya dari rencana konspirasi tersebut. Oleh karena itu, muncullah berbagai teori konspirasi dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Menurut kamus Oxford atau oxford Dictionary, pengertian konspirasi adalah suatu rencana yang sifatnya rahasia yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu dengan tujuan illegal atau merugikan pihak-pihak tertentu.

Jadi, pengertian konspirasi adalah tindakan yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa, yang pada umumnya peristiwa politik, sosial, tragedi kemanusiaan serta sejarah, adalah suatu rahasia.

Hal ini pun seringkali memperdayai atau mengaburkan fakta-fakta yang sebenarnya, direncanakan dan dilaksanakan secara diam-diam oleh sekelompok orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa dan berpengaruh.

Tujuan Dibentuknya Konspirasi

Tujuan dari konspirasi tidak selalu sama. Tujuan ini tergantung dari kelompok–kelompok yang memiliki kepentingan yang ingin dicapai. Dikutip dari liputan6.com, tujuan secara umum dari konspirasi adalah untuk menyalahkan suatu pihak atau untuk membuat suatu alasan.

Konspirasi adalah keadaan yang bisa terjadi mulai dari tingkatan paling bawah seperti lingkungan desa sampai pada tingkatan yang lebih tinggi negara, kawasan regional dan dunia.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa konspirasi merupakan bentuk persekongkolan yang tersusun secara rapi dan sehingga sulit untuk mendapatkan bukti guna mencari kebenarannya. Orang-orang umumnya hanya akan diberikan kesempatan untuk menebak apa yang terjadi sehingga muncul istilah teori konspirasi.

Jenis Konspirasi

Konspirasi adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku atau aksi yang dilakukan secara rahasia oleh sekelompok orang dengan tujuan spesifik.

Dalam konspirasi terdapat empat jenis konspirasi, antara lain:

  1. Conspiracy (civil) yaitu sebuah perjanjian yang dilakukan orang untuk menipu, menyesatkan atau menipu orang lain dari hak-hak hukum mereka atau untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
  2. Conspiracy (criminal) yaitu perjanjian antara orang-orang untuk melanggar hukum di masa depan.
  3. Conspiracy (political) yaitu kesepakatan antara orang-orang dengan tujuan mendapatkan kekuatan politik atau memenuhi tujuan politik.
  4. Hub-and-spoke conspiracy yaitu sebuah konspirasi di mana terdapat satu atau lebih konspirator utama yang melakukan perjanjian serupa dengan orang lain yang keberhasilannya tergantung dari orang-orang yang ia ajak dalam perjanjian.

Kemunculan Teori Konspirasi

Conspiracy Theory atau teori konspirasi adalah teori yang berusaha menjelaskan rencana-rencana atau fakta kejahatan yang sebenarnya terjadi dibalik peristiwa. Terkadang, teori konspirasi dengan mudah dibantah dan dianggap sebagai paranoia. Memang benar, sebagian besar teori konspirasi dianggap sebagai angin lewat biasa.

Acuan Oxford English Dictionary menyebutkan teori konspirasi sebagai "suatu terori bahwa kejadian atau gejala timbul sebagai hasil konspirasi antara pihak-pihak yang berkepentingan, khususnya adanya suatu badan (biasanya bermotivasi politis dengan tujuan memberangus) yang bertanggungjawab atas kejadian yang tak terjelaskan."

Meskipun terdengar mengada-ada dan mudah dibantah, teori konspirasi nyatanya menarik banyak pihak untuk mau mendengarkan pendapat mereka. Padahal, hampir semua tahu bahwa teori konspirasi tersebut hanyalah teori tanpa bukti yang jelas.

Kenapa banyak orang tertarik atau bahkan sampai percaya pada teori konspirasi? Ada beberapa faktor yang sering disebutkan yang menjadikan beberapa orang akhirnya mempercayai sebuah teori konspirasi. Faktor tersebut adalah rasa aman, kepastian, dan keinginan menjadi spesial.

Teori Konspirasi

teori konspirasi soal umat manusia tak berasal dari bumi

©2019 listverse.com

Beberapa teori konspirasi memang berhasil menghebohkan masyarakat dunia karena dianggap benar terjadi. Saat ini pun, masih ada banyak teori konspirasi yang menarik pikiran banyak orang.

Namun, ada juga beberapa teori konspirasi hanyalah omong kosong. Contoh dari teori konspirasi yang benar terjadi hingga popular sepanjang masa, antara lain:

Manipulasi Cuaca

Pada tahun 1993 silam, Badan Proyek Penelitian dan Pertahanan AS menggandeng militer AS dan juga Universitas Alaska, membesut sebuah program yakni High Frequency Active Auroral Research Program, atau HAARP.

Ini adalah proyek yang tak seberapa diungkap ke khalayak umum. Tentu karena ini, banyak yang berasumsi soal proyek ini, dan berujung ke teori konspirasi.

Beberapa di antaranya adalah ini adalah proyek satelit yang dapat menyebabkan gempa. Serta ini adalah proyek pemancar besar yang dapat menciptakan tornado dan tsunami. Namun ternyata ini adalah lanjutan proyek lawas pemerintah AS di mana dilakukan teknik penyemaian awan untuk meningkatkan curah hujan.

Meskipun tidak sampai menyebabkan tornado, setidaknya proyek ini terbukti memberi hujan lebat dan teori konspirasi tersebut benar soal manipulasi cuaca.

Mata-mata Pemerintah AS

teori konspirasi yang terbukti benar adanya

©2019 listverse.com

Pada Juni 2013, mantan anggota CIA dan kontraktor intelejen Edward Snowden, merilis ribuan dokumen rahasia ke wartawan. Dokumen tersebut merinci jaringan intelejen canggih AS bersamaan dengan beberapa negara Barat lainnya, yang bertujuan memata-matai penduduk sipil di seluruh dunia.

Banyak pemata-mataan ini dilakukan melalui perusahaan jejaring sosial. Seperti, pada tahun 2016, lembaga atas nama Pemerintah AS mengirim 50.000 permintaan data pengguna ke Facebook, 28.000 ke Google, dan 9.000 ke Apple.

Hal ini awalnya hanya teori konspirasi internet belaka. Namun ketika terbukti, tentu mengerikan di mana badan yang seharusnya menjaga keamanan internasional justru melakukan operasi spionase kepada warga sipil maupun pemerintah negara lain.

Bulan itu Tidak Nyata

ilustrasi bulan purnama

©Shutterstock.com/panbazil

Seseorang bernama David Icke, yang merupakan mantan pemain bola, penulis buku, serta public speaker tersebut menyatakan bahwa Bulan itu tidaklah nyata.

Argumen Icke terinspirasi dari penulis asal Amerika Serikat, yang berkata bahwa ukuran dari Bulan itu cukup aneh. Icke percaya akan hal ini dan berteori bahwa Bulan itu tidak nyata.

Icke menganggap bahwa Bulan adalah sistem kontrol yang bisa memanipulasi perasaan kita terhadap realitas, dan hal ini bisa membuat umat manusia menjadi ras budak. Yang berusaha ingin ia sampaikan adalah semua hal yang ada di dunia ini adalah kebohongan yang dibangun agar manusia percaya akan hal tersebut.

Uniknya, hal ini dipercaya oleh banyak orang, dan terdapat forum resmi yang berbicara tentang hal ini di internet.

Virus Corona

ilustrasi virus corona

©2020 Merdeka.com/ cdc

Yang terbaru, adanya teori di mana virus corona yang sedang mewabah di seluruh dunia ini disebabkan oleh campur tangan manusia, atau bisa dikatakan virus corona ini bukanlah sebuah virus alami melainkan virus yang memang sengaja diciptakan oleh manusia.

Kemudian ada lagi teori konspirasi yang menghubungkan pandemi ini dengan bos dari Microsoft, Bill Gates. Dirinya dituding menjadi dalang di balik kehebohan pandemi COVID-19 saat ini.

Alasannya adalah, karena Bill Gates dianggap mengambil kesempatan dalam pandemi ini untuk menciptakan vaksin yang berisi microchip untuk melacak seluruh populasi di dunia.

Masih banyak teori-teori konspirasi yang bertebaran dan menarik banyak pihak untuk membahasnya, di antaranya bumi datar, pembunuhan John F. Kennedy, Area 51, serangan 9/11 di Amerika, segitiga bermuda, illuminati, dan masih lain-lainnya.

Efek Teori Konspirasi

Berbagai teori konspirasi saat ini memiliki efek yang signifikan dan berpotensi berbahaya pada individu, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa efek penting:

- Penundaan Vaksinasi dan Pencegahan PenyakitTeori konspirasi tentang vaksinasi dapat membuat banyak orang enggan menerima vaksinasi, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit. Sebagai contoh, teori bahwa vaksin menyebabkan autisme telah membuat beberapa orang tidak mau memberikan vaksin pada anak-anak mereka, yang pada akhirnya dapat menyebabkan wabah campak di beberapa negara.

- Perpecahan Komunal dan KonflikPersebaran teori konspirasi dapat mempertajam perpecahan di masyarakat. Ketika beberapa orang percaya pada suatu teori konspirasi, maka timbul pertikaian antara mereka yang percaya dan yang skeptis. Hal ini dapat mengganggu hubungan sosial dan meningkatkan potensi konflik.

- Penggunaan Media Sosial untuk Mengkloning InformasiTekanan media sosial dalam menyebarkan teori konspirasi dapat membuat informasi palsu tersebar luas. Semakin sering seseorang terpapar dengan teori konspirasi, semakin besar kemungkinan ia untuk mempercayainya. Hal ini dapat berakibat fatal karena informasi palsu dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan orang.

- Dampak Psikologis dan Kesehatan MentalPercaya pada teori konspirasi terkait dengan stres, keadaan mudah dipengaruhi, dan trauma kolektif. Orang-orang yang mengalami trauma secara kolektif cenderung lebih mudah percaya dengan teori konspirasi. Hal ini dapat memperburuk kesehatan mental dan meningkatkan gejala stres.

- Aktivitas Anti-Demokratik dan KerusuhanTeori konspirasi tentang pemilihan presiden atau proses demokratis lainnya dapat berakibat pada aktivitas anti-demokratik. Contohnya, teori bahwa pemilihan presiden Amerika tahun 2020 telah dicurangi telah menyebabkan kerusuhan, penangkapan perusuh, dan kerusakan infrastruktur.

- Destruksi Sosial dan EkonomiPemikiran konspirasi dapat membawa destruktsi sosial dan ekonomi, terutama pada masa krisis. Orang-orang yang percaya pada teori konspirasi mungkin lebih peduli untuk mencari alasan-alasan yang tidak relevan dibandingkan dengan mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah.

- Post-Truth dan Kurangnya Fakta ObjektifFenomena post-truth, di mana fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik, dapat memperburuk situasi. Situasi politik yang buruk tanpa penjelasan resmi yang dipercaya juga dapat menyuburkan dukungan terhadap nalar konspirasi.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP