Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gejala Panas Dalam yang Mudah Dikenali, Ketahui Penyebab dan Cara Meredakannya

Gejala Panas Dalam yang Mudah Dikenali, Ketahui Penyebab dan Cara Meredakannya Ilustrasi panas dalam. Shutterstock/milias1987

Merdeka.com - Istilah panas dalam mungkin sudah familiar di telinga kita. Penderita panas dalam biasanya akan merasakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan, terasa sakit saat menelan, bibir pecah-pecah, dan bau mulut.

Untuk meredakannya, obat panas dalam juga sudah banyak dijual di pasaran. Namun, ada satu fakta yang menarik tentang panas dalam. Istilah panas dalam yang sering dikeluhkan oleh masyarakat, justru tidak ada dalam dunia medis.

Kondisi panas dalam yang digambarkan masyarakat bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala-gejala dari penyakit di tenggorokan. Gambaran panas dalam yang sering dikeluhkan masyarakat ini, umumnya menjadi gejala dari penyakit seperti ISPA, iritasi pada tenggorokan, atau kondisi di mana naiknya asam lambung.

Meskipun hanya berupa gejala, panas dalam tetap membuat seseorang merasa terganggu. Untuk menyembuhkan panas dalam, Anda harus tahu terlebih dahulu bagaimana gejala panas dalam. Berikut kami lansir dari Liputan6, gejala panas dalam beserta cara meredakannya.

Penyebab Panas Dalam

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab suhu tubuh naik hingga menimbulkan panas dalam. Beberapa penyebab munculnya panas dalam antara lain:

  • Penyakit radang, seperti infeksi. Penyakit seperti radang dapat menyebabkan Anda mengalami demam, yang merupakan salah satu indikasi bahwa ada gangguan yang sedang terjadi dalam tubuh Anda.
  • Memiliki masalah pada tiroid, yang dikenal sebagai hipertiroidisme. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh Anda memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.
  • Menghabiskan waktu saat cuaca yang sangat panas dan lembap. Terutama jika Anda banyak beraktivitas di bawah sinar matahari langsung atau melakukan aktivitas fisik.
  • Mengenakan pakaian sintetis yang ketat. Jenis kain seperti ini akan memerangkap kelembapan dan bahkan bisa membuat Anda kesulitan untuk bernapas, terutama jika terlalu ketat.
  • Mengonsumsi makanan pedas, berminyak, atau goreng. Selain itu, kacang-kacangan, daging, dan makanan berprotein tinggi lainnya juga dapat membuat Anda mengalami panas dalam.
  • Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
  • Latihan fisik yang intens. Hal ini dapat menyebabkan panas tubuh meningkat karena otot aktif dan aktivitas sirkulasi darah yang terkait menghasilkan banyak panas.
  • Memiliki kondisi medis tertentu yang dapat mempengaruhi suhu tubuh, seperti jenis radang sendi, leukemia, dan gangguan neurologis.
  • Mengonsumsi obat yang menyebabkan suhu tubuh meningkat, seperti antibiotik tertentu, opioid, dan antihistamin.
  • Dehidrasi. Dehidrasi dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk berkeringat untuk mendinginkan dan mendukung suhu normal.
  • Gejala Panas Dalam

    Gejala panas dalam pada setiap orang dapat berbeda. Terkadang gejala panas dalam juga bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon. Tetapi gejala panas dalam yang sering muncul adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pada mulut seperti sariawan, bibir pecah-pecah, bau mulut.
  • Gangguan pencernaan seperti diare, sembelit dan ambeien.
  • Gangguan tenggorokan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan tenggorokan kering.
  • tenggorokan

    ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Csaba Deli

  • Tubuh terasa tidak fit seperti bersin-bersin dan badan meriang.
  • Gejala lain seperti badan pegal,badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah.
  • Cara Meredakan Panas Dalam

    Ada beberapa cara untuk meredakan panas dalam pada tubuh dengan cepat. Metode dan obat rumahan berikut adalah cara mudah dan efektif untuk mengatasi panas dalam.

    Air Kelapa

    Minum air kelapa adalah cara yang baik untuk membuat tubuh menjadi segar. Vitamin, mineral, dan elektrolit dalam air kelapa menjadikannya solusi yang efektif sekaligus lezat untuk merehidrasi dan memulihkan energi tubuh ketika panas dalam.

    kelapa

    ©2018 Merdeka.com/Pixabay

     

    Peppermint

    Peppermint dikenal dengan sifatnya yang dingin karena kandungan mentol tinggi. Makanan ini membuat seseorang merasa lebih sejuk. Anda bisa membuat teh peppermint panas atau es dan meminumnya. Meskipun teh panas akan membuat Anda merasa lebih panas, tapi minuman panas dapat membantu Anda mengeluarkan lebih banyak keringat untuk mendinginkan tubuh.

    Makanan Kaya Air

    Konsumsi banyak makanan yang mengandung banyak air, seperti melon, semangka, dan stroberi adalah pilihan yang baik. Anda juga bisa mencoba makan sayuran seperti seledri, mentimun, dan kembang kol. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk salad, atau diubah menjadi smoothie yang sehat bersama yoghurt.

    Lidah Buaya

    Daun dan gel bagian dalam dari tanaman lidah buaya dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Anda bisa mengoleskan gel lidah buaya ke kulit untuk mendapatkan efek pendinginan. Lidah buaya juga dapat dikonsumsi secara internal. Gunakan 2 sendok makan gel lidah buaya segar per cangkir air untuk diolah menjadi minuman.

    ilustrasi lidah buaya

    ©Shutterstock/HLPhoto

    Suhu Makanan

    Makanan yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja pada batas suhu tertentu. Panas makanan yang berlebih dapat mengganggu lapisan lendir yang melapisi saluran pencernaan. Makanan yang terlalu dingin juga akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga mempersulit proses pencernaan.

    (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP