Advertisement
Perjalanan Budaya Menggunakan Dasi
Mengungkap asal-usul dasi, simbol mode tak terpisahkan, dari Fred Flintstone hingga terakota Tiongkok dan Roma.
Advertisement
1. Tentara Terakota yang Menggunakan Kain di Leher (210 SM)
Pada tahun 210 SM, ketika kaisar wafat, makamnya menjadi tempat peristirahatan abadi bersama ribuan prajurit terakota. Dasi terpampang di leher para prajurit tersebut.
Advertisement
2. Ribuan Tentara Troya yang Mengenakan Dasi dalam Relief (113 M)
Dalam relief monumentalnya, ribuan tentara diabadikan dengan berbagai gaya dasi.
Advertisement
3. Aksesori Leher di Zaman William Shakespeare (1564-1616)
Aksesori bernama Ruff ini berbentuk kerah kaku dari kain putih yang bertumpuk-tumpuk dan melingkari leher.
Advertisement
4. Cravat di Pangkuan Tentara Bayaran Krosia (Abad ke-17)
Cravat ditemukan dalam pangkuan tentara bayaran Krosia, yang membantu Prancis selama Perang Tiga Puluh Tahun.
Advertisement
5. Kain Tentara Prancis di Pertempuran Steinkirke (1692)
Aksesori ini terbentuk dari sehelai kain panjang yang diatur di leher dengan ujung berenda yang terselip dengan anggun melalui lubang kancing.
Advertisement
6. Bandana Pertama Kali Diimpor dari India (1700)
Popularitasnya meledak di Inggris berkat Jem Belcher, seorang petinju muda dari kelas pekerja yang menjadi pionir dalam bentuk awal tinju.
Advertisement
7. Kain Lipat Kaku dari Pita Hitam Sutra (Abad ke-18)
Cravat yang sebelumnya dominan mulai digantikan oleh stock, sebuah kain lipat nan kaku yang melingkupi leher dan diikat atau dikancingkan di bagian belakang.
Advertisement
8. Gaya Modern Brummell (Abad ke-19)
George Bryan "Beau" Brummell dari Inggris menjadi ikon gaya modern dengan pandangan sederhana, fungsional, dan bijaksana mengenai pakaian pria.
Advertisement
9. Pertama Kali Muncul Istilah “Tie” (1818)
Muncul buku tentang cara memasang dasi dan membawa istilah "tie" (dasi) untuk pertama kalinya. Buku tersebut, berjudul "Neckclothitania," dikarang oleh seorang editor Inggris bernama John Joseph Stockdale.
Advertisement
10. Adopsi Gaya Four-in-hand (1860)
Cravat ini mendapatkan julukan tersebut karena cara penggunaannya yang melibatkan simpulan yang sederhana dan efisien, sering kali disebut sebagai dasi bersilang.
Advertisement
11. Dasi Siap Pakai (1864)
Inovasi ini menjadi sorotan utama di Jerman dan Amerika Serikat, mengubah cara pria memilih dan mengenakan dasi.
Advertisement
12. Aksesori Leher Untuk Perlombaan Kuda (1870)
Ascot diambil dari perlombaan kuda terkenal, Royal Ascot, di Inggris. Aksesori ini umumnya terbuat dari bahan sutra dengan warna-warna cerah.
Advertisement
13. Dasi Kupu-kupu Bergaya Tuksedo (Abad ke-19)
Dasi kupu-kupu, aksesori leher yang ikonik, memasuki panggung mode berkat Pierre Lorillard V, seorang pengusaha tembakau Amerika pada akhir abad ke-19.
Advertisement
14. Terobosan Jesse Langsdorf (1924)
Langsdorf berhasil menciptakan dasi yang dapat mengembang dan merapat kembali tanpa kehilangan bentuknya.
Advertisement
15. Dasi dengan Lebar 10 CM (1970)
Ralph Lauren, mengguncang dunia mode pria dengan meluncurkan dasi berlebar 10 cm yang menjadi ikon gaya pada era tersebut.
Advertisement
16. Dasi Kasual yang Dipopulerkan Avril Lavigne (2002)
Dengan memadukan dasi dalam penampilannya, Lavigne membuktikan bahwa aksesori ini tidak hanya terbatas pada acara formal atau mode pria.
Advertisement
Apa fungsi dari dasi?
Dasi adalah seutas kain panjang yang umumnya dipakai di sekitar leher sebagai aksesori pada pakaian, terutama untuk pria.
Dasi sering digunakan sebagai bagian dari pakaian formal, seperti setelan jas atau kemeja berkerah, dan dapat memberikan sentuhan akhir yang elegan pada penampilan.
Advertisement
Kenapa dasi diciptakan?
Awal penggunaan dasi diketahui terjadi pada masa kekaisaran Romawi. Ketika itu dasi digunakan oleh para juru bicara kekaisaran, bentuknya sangat sederhana, hanya berupa kain yang dililitkan ke leher.
Para prajurit Romawi pun menggunakan penutup leher tersebut untuk melindungi diri ketika berperang.
Advertisement
Apa hukum memakai dasi dalam Islam?
Berdasarkan penjelasan di atas, Mufti Siraj Desai memandang bahwa dasi bukanlah simbol salib dan bukanlah simbol agama.
Sebab itulah seorang Muslim boleh menggunakannya dalam kondisi tertentu. Namun, karena dasi (saat ini) tidak memiliki fungsi kecuali hanya sebagai model, maka makruh memakainya.