Mitos Gunung Salak, Mulai dari Kerajaan Gaib hingga Harta Karun Tersembunyi

Di balik pesona alamnya, Gunung Salak menyimpan sejumlah kisah mistis yang menghantui para pengunjungnya.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Mitos Gunung Salak, Mulai dari Kerajaan Gaib hingga Harta Karun Tersembunyi
Mitos Gunung Salak, Mulai dari Kerajaan Gaib hingga Harta Karun Tersembunyi (© Liputan6.com/Muhamad Nuramdani)

Gunung Salak, di Bogor, Jawa Barat, bukan hanya destinasi mendaki yang memukau dengan keindahan alamnya, tapi juga menyimpan kisah mistis yang menghantui pengunjung.

1. Tempat Bersemayam Prabu Siliwangi

1. Tempat Bersemayam Prabu Siliwangi
© Indonesia Historical

Gunung Salak menjadi tempat dimana legenda Kerajaan Padjadjaran hidup secara gaib. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat sekitar, arwah para penghuni dan sang raja, Prabu Siliwangi masih bersemayam di gunung tersebut.

2. Area Mencekam untuk Transportasi Udara

2. Area Mencekam untuk Transportasi Udara<br>
© La Nacion

Kecelakaan pesawat di sekitar gunung ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, termasuk kecelakaan pesawat Sukhoi SuperJet 100 pada tahun 2012, yang merenggut nyawa sekitar 45 penumpang dari berbagai negara.

3. Memiliki Harta Karun Tersembunyi

3. Memiliki Harta Karun Tersembunyi
Dok. Istimewa

Gunung Salak juga dikelilingi oleh legenda harta karun. Menurut cerita yang beredar, pada masa itu, Belanda disebut-sebut menyembunyikan kekayaan mereka di lereng Gunung Salak.

4. Suara Gamelan Sepanjang Perjalanan Pendaki

4. Suara Gamelan Sepanjang Perjalanan Pendaki
© Latitudes

Para pendaki yang menjelajahi rute menuju puncak Gunung Salak sering kali melaporkan pengalaman mendengar suara gamelan yang misterius.

Dok. Istimewa
© Wikipedia

Selain cerita-cerita mistis yang telah disebutkan, keaslian aura misterius Gunung Salak juga terwujud dalam berbagai tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat dan aturan-aturan yang harus diikuti dengan seksama oleh para pendaki.

Apa saja tradisi dan pantangannya?

1. Tradisi Seren taun

1. Tradisi Seren taun<br>
© Liputan6.com

Tradisi Seren Taun masih tetap hidup dan dilaksanakan di ketinggian sekitar 1.200 meter. Tradisi ini untuk memperlihatkan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh.

2. Pantangan Buah Salak

2. Pantangan Buah Salak<br>
© Tropical Cuisine

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara nama gunung dan buah salak. Pantangan ini menjadi bagian dari tradisi lokal yang diyakini dapat memengaruhi perjalanan pendaki.

3. Pantangan Mengambil Bunga Anggrek

3. Pantangan Mengambil Bunga Anggrek
© Dirjen KSDAE

Masyarakat setempat meyakini bahwa anggrek adalah tanaman yang dimiliki oleh makhluk gaib di gunung ini.

Gunung Salak terletak di mana?

Gunung Salak terletak di perbatasan Sukabumi dan Bogor.

Kenapa Gunung Salak disebut Gunung Salak?

Banyak orang salah menganggap bahwa Gunung ini dinamakan Gunung Salak karena terdapat banyak perkebunan salak di sekitarnya.

Namun, sebenarnya, nama "Salak" berasal dari Bahasa Sansekerta, yakni "Salaka," yang memiliki arti 'Perak'.

Apakah Gunung Salak bisa didaki?

Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mendaki Gunung Salak. Puncak yang umumnya menjadi tujuan pendaki adalah Salak I.

Alternatif jalur lainnya termasuk melalui "jalan belakang" melalui Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu, yang berdekatan dengan Gunung Bunder.

Berapa hari ke puncak Gunung Salak?

Mendaki Gunung Salak melalui jalur Cidahu, Sukabumi, membutuhkan waktu sekitar 7-8 jam. Perjalanan menuju puncak Salak diawali dari Pos Registrasi Cidahu, yang merupakan bagian dari Resort PTNW Kawah Ratu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Berapa biaya naik Gunung Salak?

Untuk memasuki kawasan Gunung Salak Endah melalui pintu gerbang utama, biaya masuknya adalah Rp.15.000 per orang, sedangkan tiket domestik untuk masuk ke kawasan Gunung Salak - Halimun sebesar Rp.25.000. Untuk parkir sepeda motor di area objek wisata, dikenakan biaya sebesar Rp.5000.

Rekomendasi