Ini kisah tentang sosok pemimpin yang layak diteladani sampai hari ini.
Advertisement
Mohammad Natsir Menjabat Menteri Penerangan dan Perdana Menteri Republik Indonesia
Berbagai jabatan bergengsi yang dipegangnya tak membuat Natsir kaya raya. Hidupnya sederhana.
Natsir tak mau menggunakan uang yang bukan haknya.
Advertisement
Satu-Satunya Menteri Dengan Jas Bertambal
Anak buahnya di Kementerian Penerangan mengumpulkan uang untuk membelikan Pak Menteri pakaian yang lebih layak.
Kemejanya yang cuma dua helai, ternoda tinta.
Tapi itulah Natsir, sama sekali tak tergoda untuk tampil mewah. Apalagi dengan uang hasil korupsi.
Advertisement
Natsir Adalah Seorang Politikus, Ulama dan Intelektual Muslim Kelas Dunia
Beliau memimpin Masyumi, salah satu partai politik besar kala itu.
Advertisement
Seorang Pengusaha yang Simpati Pada Natsir Ingin Menghadiahinya Mobil Mewah
Chevrolet Impala adalah mobil mewah kala itu. Pantaslah untuk sosok sekaliber Natsir.
Saat itu Natsir hanya punya mobil De Soto yang sudah tua.
Tapi Natsir malah menolak mobil mewah tersebut. Dia merasa bukan haknya.
Advertisement
Bahkan Raja Faisal dari Arab Saudi pun Pernah Ingin Memberi Natsir Mobil Mewah
Natsir adalah ulama Indonesia pertama yang mendapat Faisal Award karena perannya dalam dunia Islam Internasional.
Advertisement
Apa Jawaban Natsir?
Natsir hanya mengucapkan terima kasih. Jawabannya menunjukkan sikap yang luar biasa dari seorang pemimpin kelas dunia.
"Bantulah Umat Islam yang serba kekurangan. Tak perlu raja kaya dari Saudi Arabia repot-repot memikirkan mobil apa yang pantas dipakai buat dirinya pribadi," kata Yusril Ihza Mahendra menirukan jawaban M Natsir.
Hal itu ditulisnya dalam pengantar buku Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir yang diterbitkan Pustaka Firdaus tahun 2001.
Advertisement
Mobil Tua Natsir Sering Mogok
Kadang Natsir sendiri yang belanja onderdil mobil dan memperbaiki sendiri mobil tuanya itu.
Advertisement
Mobil Dinas Langsung Dikembalikan
Pada saat menjabat perdana menteri, Natsir mendapat mobil dan sopir. Namun begitu masa jabatannya berakhir, beliau mengembalikan mandat pada Presiden Soekarno.
Tak cuma itu, mobil dinasnya pun langsung dikembalikan ke kantor perdana menteri. Natsir santai saja pulang ke rumahnya naik sepeda.
Kejujuran Natsir layak diteladani sampai hari ini.