Disindir soal Hari-Hari Omong Kosong dan Petunjuk Bapak Presiden, Ini Reaksi Harmoko

Meskipun hanya menjalankan tugas, orang-orang yang tidak menyukai Harmoko memelesetkan namanya dengan beberapa kepanjangan. Seperti 'Hari-hari Omong Kosong', 'Hari-hari Omong Komunikasi', dan 'Hari-hari Omong Koperasi'.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Disindir soal Hari-Hari Omong Kosong dan Petunjuk Bapak Presiden, Ini Reaksi Harmoko
Menteri Penerangan Harmoko. buku Autobiografi H. Harmoko: Bersama Rakyat ke Gerbang Reformasi©2023 Merdeka.com

Nama Harmoko sangat terkenal sebagai Menteri Penerangan pada masa Orde Baru. Setiap muncul di hadapan publik, Harmoko memberikan keterangan pers dari pemerintah dengan awalan yang sama. Selalu ada kalimat 'Sesuai petunjuk Bapak Presiden'.

Hal ini membuat masyarakat menafsirkan bahwa apa yang diucapkan oleh Harmoko sebagai Menteri Penerangan hanya berdasarkan petunjuk saja.

"Lazimnya, setiap laporan para menteri akan ditanggapi oleh Pak Harto dalam bentuk pemberian petunjuk. Itu sebabnya, kepada pers saya selalu mengatakan 'Sesuai petunjuk Bapak Presiden...', karena mekanismenya memang demikian," ungkap Harmoko dalam buku Autobiografi H. Harmoko: Bersama Rakyat ke Gerbang Reformasi.

Hari-Hari Omong Kosong

Menjadi Menteri Penerangan membuat Harmoko harus sering tampil di hadapan masyarakat untuk memberikan keterangan pers terkait kebijakan pemerintah atau hasil sidang kabinet.

Tentu saja apa yang disampaikan Harmoko memunculkan pro dan kontra di masyarakat. Meskipun hanya menjalankan tugas, orang-orang yang tidak menyukai Harmoko memelesetkan namanya dengan beberapa kepanjangan. Seperti 'Hari-hari Omong Kosong', 'Hari-hari Omong Komunikasi', dan 'Hari-hari Omong Koperasi'.

Apa reaksi Harmoko? Ternyata Harmoko tidak mengambil hati dan menanggapi santai.

"Sikap saya? Biasa saja. Saya merasa tidak perlu marah mendengar pelesetan semacam itu," katanya.

Tugas Menteri Penerangan Mencatat

Harmoko diangkat Soeharto menjadi Menteri Penerangan pada 1983. Jabatan ini diemban Harmoko dari tahun 1983 hingga 1997. Dipercaya oleh Soeharto untuk menjadi Menteri Penerangan selama tiga kabinet karena kepiawaiannya memberikan keterangan pers.

Tidak heran mengingat jejak Harmoko dan latar belakang jurnalisme yang membuatnya mengetahui bagaimana melakukan komunikasi publik.

"Setidaknya saya tahu mana yang berbau news dan patut diketahui rakyat mana yang harus rinci, dan seterusnya. Itu semua saya tulis, lalu saya jelaskan kepada khalayak," ucapnya.

Sebagai Menteri Penerangan, Harmoko memiliki tugas rutin untuk menampung dan merangkum segala pemikiran yang muncul dalam setiap sidang kabinet. Dari tugas tersebut, Harmoko menggunakannya sebagai bahan untuk memberikan keterangan pers kepada masyarakat luas.

Setelah mengumumkan hasil sidang kabinet, Harmoko memiliki kebiasaan untuk melakukan klarifikasi atau melakukan cek ulang kepada sesama menteri. Menurut Harmoko, hal ini sangat penting agar koordinasi antar-menteri dapat terjalin erat.

Reporter Magang: Muhamad Fachri Rifki

Rekomendasi