Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting

Budidaya padi dalam galon hasil kreasi Posyantek Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menjadi inovasi warga untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman sekaligus membantu pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting. Program ini berawal dari pembahasan isu ketahanan pangan dalam pertemuan rutin Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna). Pada penanaman perdana, sebanyak 350 galon dimanfaatkan sebagai media tanam dan menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah pada panen Maret 2026. Gabah hasil panen kemudian diolah menjadi beras organik premium. Sebagian beras disalurkan untuk membantu anak-anak stunting di sekitar wilayah tersebut, sedangkan sisanya dibagikan kepada para pemangku kepentingan dan dikonsumsi bersama komunitas pesantren. Hingga September 2026, program ini telah mencatat tiga kali panen. Ke depan, jumlah penanaman ditargetkan meningkat menjadi 1.700 galon. Inisiatif ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbatas, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, serta mendukung kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak.

Budy Santoso
Oleh Budy Santoso- Editor
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Suparno dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terserang hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
1 dari 5 halaman
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Jaenap dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terkena hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
2 dari 5 halaman
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Suasana lahan di RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, Jakarta, yang dimanfaatkan warga untuk membudidayakan padi dalam galon, Kamis (22/10/2026). Program ini terus dikembangkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Hingga September 2026, budidaya padi dalam galon tersebut telah menghasilkan tiga kali panen. Ke depan, jumlah penanaman ditargetkan meningkat menjadi 1.700 galon, dengan tambahan 400 galon yang direncanakan bersama lurah setempat. (KLY/Budy Santoso)
3 dari 5 halaman
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Jaenap dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, mencabuti rumput liar yang tumbuh dekat tanaman padi, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
4 dari 5 halaman
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Suparno dari Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna) Kreya Loka RPTRA Belimbing, Pasar Minggu, menyemprotkan tanaman padi yang terserang hama, Kamis (22/10/2026). Inovasi menanam padi dalam galon ini dilakukan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan permukiman. Program yang digagas Jaenab berhasil menghasilkan sekitar 70 kilogram gabah dari 350 galon pada panen perdana Maret 2026. (KLY/Budy Santoso)
5 dari 5 halaman
Tanam Padi dalam Galon untuk Ketahanan Pangan dan Bantu Anak Stunting
Tak harus memiliki sawah luas, warga membuktikan padi dapat dibudidayakan menggunakan galon. Inisiatif ini menjadi alternatif pemanfaatan ruang terbatas sekaligus mendorong kemandirian pangan di lingkungan permukiman. (KLY/Budy Santoso)
Rekomendasi