Turis Rusia di Bali Tak Bisa Tarik Tunai ATM Imbas Sanksi Perang di Ukraina

Kamis, 10 Maret 2022 12:59 Reporter : Pandasurya Wijaya
Turis Rusia di Bali Tak Bisa Tarik Tunai ATM Imbas Sanksi Perang di Ukraina turis rusia di bali. ©Reuters

Merdeka.com - Sewaktu turis Rusia Konstantin Ivanov yang sedang di Bali hendak mengambil uang tunai dari ATM rekening bank di negaranya transaksi itu diblokir.

Sanksi terhadap bank Rusia karena invasi ke Ukraina dari negara Barat kini memakan korban yaitu warga Rusia di luar negeri. Mereka kesulitan mendapatkan uang tunai atau beralih ke transaksi kripto.

"Ini jadi masalah besar bagi kami. Kami benar-benar tidak bisa menjalankan transaksi keuangan. Sepertinya dana kami dibekukan dan kami tidak bisa menggunakannya di sini," kata Ivanov, 27 tahun. Dia mengaku mungkin akan mencari kerja di Indonesia.

Turis asal Rusia cukup banyak mengunjungi Bali. Sebelum pandemi ada puluhan ribu orang Rusia ke Bali dan mereka termasuk yang pertama datang ketika Bali kembali dibuka untuk turis asing tahun lalu.

Menurut data BPS ada 1.150 turis Rusia masuk ke Indonesia pada Januari 2022.

Rifki Sali Yanto, salah satu manajer sebuah kafe di Bali mengatakan turis Rusia belakangan banyak yang membayar dengan uang tunai ketimbang kartu kredit.

Kedutaan Rusia di Jakarta mengatakan mereka siap memberikan informasi dan bantuan bagi warganya yang menghadapi masalah.

Juru bicara kedutaan Rusia Denis tetiushin mengatakan Bank Pochta Rusia kini menawarkan kartu virtual memakai sistem Union Pay China, bukan Visa atau Mastercard.

"Ini gratis dan orang bisa membukanya di mana saja," kata dia dalam pesan teks, seperti dilansir laman Reuters, Kamis (10/3).

Sementara itu lebih dari 7.000 orang Rusia kini terdampar di Thailand, negara dengan tujuan wisata pantai yang juga terkenal, karena pembatalan jadwal pesawat, jatuhnya mata uang ruble dan masalah pembayaran.

Ekonomi Rusia kini menghadapi krisis terparah sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991 setelah negara Barat menghujani Negeri Beruang Merah dengan sanksi bertubi-tubi akibat invasi ke Ukraina. [pan]

Baca juga:
Sanksi Ekonomi untuk Rusia Bisa Akhiri Globalisasi yang Dibangun Sejak 30 Tahun Lalu
Volodymyr Zelenskiy: Ancaman Nuklir Putin Hanya Gertak Sambal & Tunjukkan Kelemahan
Kurs Rupiah Menguat Seiring Meredanya Ketegangan Rusia dan Ukraina
Rudal Antitank NLAW Ukraina Siap Gempur Tank Rusia
Ibu Negara Ukraina Kecam Rusia karena Lakukan 'Pembunuhan Massal' Warga Sipil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini