Trump girang Wikileaks kembali bocorkan email Hillary Clinton

Selasa, 11 Oktober 2016 09:52 Reporter : Ardyan Mohamad
Trump girang Wikileaks kembali bocorkan email Hillary Clinton Debat Hillary Clinton dan Donald Trump. ©REUTERS/Brian Snyder

Merdeka.com - Awal pekan ini situs pembocor data Wikileaks mengungkap ribuan surat elektronik terkait calon presiden Amerika Serikat Hillary Clinton. Lebih dari 2 ribu surel hasil meretas akun ketua kampanye Clinton, John Podesta, disebar ke dunia maya. Inti surat-surat itu adalah strategi tim Clinton menghambat pemberitaan buruk mengenai pengelolaan uang Yayasan Clinton, seperti dilansir the Guardian, Selasa (11/10).

Sejak lama santer beredar kabar Hillary menggunakan yayasan suaminya untuk mengelola program-program pemerintah ketika dia masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Surel-surel itu sekaligus menunjukkan kedekatan Hillary dengan jaringan perbankan besar di Negeri Paman Sam.

Pembocoran data menimpa kandidat capres Partai Demokrat ini merupakan kali ketiga dilakukan oleh Wikileaks. Sebelumnya, situs dipimpin aktivis Julian Assange itu sudah mengunggah ribuan email Ketua Konvensi Demokrat dua bulan lalu. Pembocoran ini segera mengundang kecaman banyak orang, termasuk pesaing Hillary Senator Bernie Sanders.

Pihak paling bertempik sorak atas pembocoran ini adalah Donald Trump, capres Partai Republik yang akan bertarung dengan Hillary November mendatang. Dia mengaku sangat mencintai Wikileaks karena berani mengungkap borok-borok lawan politiknya.

"Saya cinta Wikileaks," kata Trump, disambut teriakan riuh pendukungnya saat kampanye di Kota Wilkes-Barre seperti dilansir The Hill.

"Sungguh menakjubkan apa yang bisa kita lakukan dengan Internet. Tak ada rahasia lagi," kata Trump.

Trump pekan lalu dilanda skandal pembocoran data ucapan merendahkan terhadap perempuan. Berkat Wikileaks, dia mengakui dapat angin balik menyerang Hillary yang sejauh ini masih memimpin di jajak pendapat. Hasil debat capres kedua akhir pekan lalu juga menunjukkan keunggulan Hillary berdasarkan survei media massa.

"Di emailnya, kita bisa lihat Hillary pernah mengatakan terorisme bukan masalah besar bagi AS. Padahal kita tahu terorisme adalah persoalan yang sangat, sangat besar," kata pengusaha kasino dan properti itu.

Tim kampanye Clinton, melalui keterangan tertulis, mengecam ucapan Trump yang terlihat bergembira atas pembocoran email pribadi tersebut. Mereka menolak membahas keaslian surel-surel itu.

"Pembocoran data ini kemungkinan direkayasa oleh Presiden Rusia Vladimir Putin."

[ard]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini