Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suku Aztec Ramalkan Kiamat Bisa Terjadi Tiap Tahun di Tanggal yang Sama, Ini Waktunya

Suku Aztec Ramalkan Kiamat Bisa Terjadi Tiap Tahun di Tanggal yang Sama, Ini Waktunya kalender suku aztec. ©Jirik V/Shutterstock

Merdeka.com - Kiamat adalah suatu kejadian yang akan terjadi namun tidak diketahui pasti kapan waktunya. Beberapa kelompok dan ahli mencoba memprediksi kedatangan kiamat, seperti ramalan-ramalan milik suku maya hingga Isaac Newton.

Kali ini, giliran Kekaisaran Aztec, yang didiami Suku Aztec, berusaha meramalkan kapan kiamat terjadi.

Dilansir dari IFL Science, salah satu artefak paling terkenal dan penting yang bertahan dari Kekaisaran Aztec mengungkap kapan terjadi kiamat dan cara bangsa ini berusaha menghindarinya.

Artefak ini bernama "Batu Matahari". Ini adalah batu kalender basal seberat 24 ton yang berbentuk lingkaran.

Dalam artefak tersebut disebutkan Suku Aztec sangat khawatir jika kiamat akan datang. Maka dari itu, mereka secara teratur mempersembahkan nyawa manusia dengan harapan dapat menunda hari akhir dari tahun ke tahun.

Ular api

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Di tengah batu tersebut, terdapat sebuah sosok yang diyakini para ahli sebagai dewa matahari Aztec, Tonatiuh. Namun, makalah "Milbrath" pada 2017 menyebut alih-alih dewa, bagian tengah artefak ini adalah gambar dari suasana gerhana yang ditafsirkan kematian bangsa itu terjadi saat gerhana.

Artefak Tonatiuh memiliki gambar-gambar lain yang mengelilingi sisinya. Ada gambar cakar mencengkeram hati manusia yang dianggap monster gerhana, lingkaran yang melambangkan kalender 260 hari, dan ular api yang mewakili Matahari di musim kemarau.

Gambar-gambar di atas ingin menunjukkan waktu yang diprediksi suku Aztec sebagai hari terjadinya kiamat. Itu adalah 4 Olin, atau sekitar 19 Agustus.

Suku Aztec menganggap tanggal 19 Agustus setiap tahunnya berpotensi menjadi hari kiamat. Maka, mereka melakukan sesuatu sebagai usaha untuk menghentikan malapetaka tersebut.

"Sesuatu" itu adalah pengorbanan manusia. Suku Aztec memilih seorang tahanan untuk dikorbankan kepada dewa matahari untuk menghentikan gerhana yang dianggap sebagai kiamat.

Manipulasi

Walau terkesan penakut, suku Aztec disebut lebih canggih dalam hal astronomi daripada bangsa lain. Hal ini disampaikan oleh seorang kurator seni dan arkeologi Amerika Latin, Susan Milbrath.

"Mereka mungkin memiliki firasat yang lebih buruk tentang masa depan mereka daripada orang-orang di masyarakat saat ini. Tapi suku Aztec lebih canggih dalam hal astronomi daripada yang disadari orang," kata Milbrath.

Walaupun begitu, Milbrath mengatakan mungkin saja ada manipulasi yang dilakukan dalam pembuatan mitologi Suku Aztec karena 4 olin tidak pernah bertepatan dengan gerhana matahari di dunia mereka.

"Ketika mereka membuat mitologi, mereka memastikan jika 4 Olin tidak akan pernah bersamaan dengan gerhana di dunia mereka. Kemungkinan adanya manipulasi seharusnya tidak diabaikan," ujar Milbrath.

 

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP