Dikutip dari Al Jazeera, sekolah ambruk di wilayah barat laut Pakistan pada Kamis, 15 Oktober 2026, setelah atap sebuah gedung runtuh; insiden itu menewaskan sedikitnya 28 siswa dan seorang guru serta melukai lebih dari 50 orang, kata pihak berwenang.
Peristiwa terjadi di Al-Khair Education Centre, sebuah sekolah swasta di Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Juru bicara Rumah Sakit Lady Reading, Mohammad Asim, mengonfirmasi jumlah korban dan menyatakan beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.
Seluruh siswa yang meninggal dunia maupun yang terluka berusia 13 tahun atau lebih muda. Rumah sakit telah menetapkan status darurat untuk menangani arus korban.
Korban dan Penanganan di Rumah Sakit
Lebih dari 50 orang dilaporkan terluka, mayoritas adalah siswa. Tim medis Rumah Sakit Lady Reading bekerja menangani pasien—beberapa di antaranya disebut dalam kondisi serius.
Mohammad Asim, juru bicara rumah sakit, mengonfirmasi jumlah korban meninggal dan luka serta mengatakan tim medis masih merawat pasien kritis.
Beberapa jam setelah ambruknya atap, petugas penyelamat menyatakan seluruh orang yang terjebak di bawah reruntuhan telah berhasil dievakuasi dari lokasi.
Sekolah Ambruk, Penyelidikan dan Reaksi Pemerintah
Pihak berwenang telah memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ambruknya atap di Al-Khair Education Centre. Sekolah tersebut tercatat memiliki sekitar 350 siswa terdaftar.
"Jumlah korban kemungkinan akan bertambah. Puluhan siswa yang terluka dirawat di rumah sakit. Beberapa di antaranya berada dalam kondisi serius," kata Kamal Hyder, koresponden Al Jazeera yang melaporkan dari Islamabad.
Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui unggahan di platform X. "Anak-anak kita adalah aset paling berharga, dan setiap kehilangan seperti ini merupakan tragedi bagi seluruh negeri. Belasungkawa dan doa tulus saya menyertai keluarga yang berduka," tulis Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar di X.
Ia menambahkan bahwa pemerintahan dan perdana menteri memberi perhatian serius terhadap kejadian itu. "Memastikan keselamatan dan perlindungan anak-anak kita harus tetap menjadi prioritas utama," tambahnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374781/original/011056900_1792066566-afp_6ad087e74ab9-1792051175.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355962/original/087526300_1758388524-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369927/original/031174400_1791540407-S__158540049.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227675/original/002041100_1747817685-20250521-Paus_Leo_XIV-AFP_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5260136/original/019997700_1750532189-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2225716/original/002134700_1540454020-najibi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4268883/original/050798700_1671673022-20221222-Biden-Zelenskyy-AP-8.jpg)