Sebuah kerusuhan terjadi di Papua Nugini, pada Rabu (10/1/2024). Diketahui, kerusuhan dipicu perselisihan gaji polisi dan tentara Papua Nugini yang berlanjut pada aksi unjuk rasa anarkis. Sebanyak 16 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081784/original/083703100_1783031099-1705047033924-q2uwa.jpg)
Advertisement
Dalam kerusuhan itu, massa yang mengamuk nekat menjarah barang-barang pada sejumlah toko dan supermarket serta membakar mobil.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081785/original/099699500_1783031099-1705047361513-c596k.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081786/original/016072700_1783031100-1705047742309-ve3nz.jpg)
Aksi penjarahan dan pengrusakan ini terjadi setelah aparat kepolisian melakukan mogok kerja pada Rabu (10/1) atas pemotongan gaji, yang menurut pihak berwenang merupakan "kesalahan administrasi".
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081787/original/071840400_1783031100-1705047761612-fyhih.jpg)
Namun terlepas dari kasus pemotongan gaji, kerusuhan ini diduga tidak terlepas dari "ketegangan yang lebih luas" di Papua Nugini.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081788/original/098389700_1783031100-1705047783258-ktd4g.jpg)
Sebagaiman dilaporkan BBC, para analis menyebut kerusuhan itu meledak karena masalah kenaikan biaya hidup dan tingginya pengangguran.
Advertisement
Advertisement
Papua Nugini Darurat Nasional
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081789/original/031142400_1783031101-1705047837649-sf5w8.jpg)
Atas kerusuhan yang terjadi, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape menetapkan status darurat nasional. Keadaan darurat ini akan berlangsung selaam 14 hari.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081790/original/062948800_1783031101-1705047953281-qmxmp.jpg)
Marape juga mengungkapkan lebih dari 1.000 tentara dalam kondisi siaga untuk 'turun tangan' jika situasi semakin darurat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081792/original/013075100_1783031102-1705048033747-2rynm.jpg)
Seorang warga membawa barang barang yang dijarah dari sebuah toko di Port Moresby, Papua Nugini, Rabu (10/1/2024).
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081794/original/085678700_1783031102-1705048072576-afqal.jpg)
Kondisi sebuah mobil yang dibakar massa saat terjadi kerusuhan di Port Moresby, Papua Nugini, Kamis (11/1/2024).
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9081783/original/049478500_1783031099-1705047022616-wj961.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4900670/original/040484100_1721868798-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378258/original/080645800_1792494122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376320/original/043656200_1792330287-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378881/original/048007300_1792566828-Untitled.jpg)