Advertisement
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menangis saat menyampaikan pidatonya di hadapan ibu-ibu. Momen itu terjadi ketika Kim menghadiri acara Pertemuan Nasional Para Ibu ke-5 di Pyongyang, beberapa waktu lalu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947575/original/017123300_1782968817-1702022211974-tksjl.jpg)
Advertisement
Dalam foto-foto yang diriis KCNA, Kim terlihat gembira ketika bertemu ibu-ibu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947576/original/051927700_1782968817-1702022410006-cc4by.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947578/original/081122700_1782968817-1702022455069-kr5k5.jpg)
Kim tampak memasang wajah penuh suka cita ketika bersalaman dengan ibu-ibu yang menghadiri acara Pertemuan Nasional Para Ibu ke-5.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947580/original/003650400_1782968818-1702022538508-cql67.jpg)
Namun, ekspresi KIm berubah ketika menyampaikan pidato di hadapan ibu-ibu. Dia terlihat menahan tangis.
Advertisement
Dalam satu momen, Kim terlihat menyeka air mata yang membasahi wajahnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947581/original/041377900_1782968818-1702022615284-noytb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947582/original/071437100_1782968818-1702022658131-ifx5l.jpg)
Dalam pidatonya, Kim menyerukan agar perempuan turut memperkuat kekuatan bangsa dengan menghentikan penurunan angka kelahiran.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947583/original/090223300_1782968818-1702022820966-y5ukz.jpg)
"Menghentikan penurunan angka kelahiran dan menyediakan perawatan anak yang baik serta pendidikan adalah urusan keluarga kita yang harus kita atasi bersama-sama dengan ibu-ibu kita," kata Kim kepada peserta pertemuan tersebut.
Advertisement
Angka Kelahiran Korut Merosot
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947585/original/007066500_1782968819-1702022897637-onr.jpg)
Analisis menunjukkan, tingkat kesuburan di Korea Utara mengalami penurunan selama satu dekade terakhir karena kekhawatiran di kalangan keluarga terkait "kebutuhan uang yang besar" untuk membesarkan anak-anak.
Advertisement
Para ahli meyakini banyak keluarga baru di Korea Utara tidak memiliki lebih dari satu anak karena "mereka memerlukan banyak uang untuk membesarkan anak-anak mereka."
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947587/original/050026000_1782968819-1702022929337-bymf1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8947574/original/099381100_1782968816-1702022181944-v1klzi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335418/original/001944200_1787981443-chi3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215146/original/082316400_1746794162-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)