Pidato Putin Jadi Petunjuk Seperti Apa Perang Ukraina akan Berakhir

Senin, 27 Juni 2022 12:27 Reporter : Pandasurya Wijaya
Pidato Putin Jadi Petunjuk Seperti Apa Perang Ukraina akan Berakhir Presiden Rusia Vladimir Putin. ©REUTERS

Merdeka.com - Sejak awal memang sudah diduga akan terjadi, tapi jatuhnya Kota Severodonetsk tetap menyakitkan bagi Ukraina.

Selama beberapa pekan Rusia membombardir wilayah Donbas, sebelah timur Ukraina itu dengan artileri berat dan serangan udara. Kota industri di Ukraina itu luluh lantak.

Pada akhirnya komandan perang Ukraina mengatakan, mempertahankan reruntuhan akan terlalu banyak memakan korban nyawa.

Dalam pidato Sabtu malam setelah Rusia mengumumkan mereka menguasai penuh Severodetsk, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan hari itu adalah hari yang berat "secara moral dan emosional" bagi negaranya.

Laman BBC melaporkan, Senin (27/6), jatuhnya kota terbesar di wilayah Luhansk itu membuat Rusia kembali mempunyai keuntungan strategis. Sejak mereka gagal mencoba menguasai seluruh Ukraina, Moskow kini fokus melancarkan serangan ke wilayah timur Ukraina yang disebut Donbas.

Daerah itu meliputi dua wilayah pemerintahan, Donetsk dan Luhansk. Mengambil alih salah satu akan membuat Presiden Rusia Vladimir Putin mempersembahkannya sebagai suatu pencapaian setelah kegagalan beruntun di awal perang.

Tapi menguasai keseluruhan Luhansk masih belum jadi jaminan. Di jalur Rusia ada Kota Lysychansk, beberapa kilometer dari Severodonetsk yang masih dikuasai Ukraina.

Untuk memahami mengapa Lysychansk penting, kita harus memahami geografi dari wilayah itu dan apa perannya selama perang.

Kedua kota itu, Severodonetsk dan Lysychansk, terletak di dekat sungai Siversky Donets yang mengalir melalui wilayah Donbas dan menjadi lokasi kerugian besar bagi tentara Rusia. Sebulan lalu satu batalyon pasukan taktis Rusia disapu habis ketika mencoba menyeberangi sungai.

Ratusan tentara dan puluhan kendaraan perang Rusia hancur oleg artileri Ukraina ketika mereka mencoba mencapai sisi seberang sungai.

Dengan kondisi jembatan antara Severodonetsk dan Lysychansk yang hancur, bentuk lengkungan sungai ini menjadi penghalang bagi pasukan Rusia. Terlebih lagi Lysychank posisinya berada di atas bukit dan itu menjadi keuntungan bagi pasukan Ukraina.

2 dari 2 halaman
pidato putin jadi petunjuk seperti apa perang ukraina akan berakhir

Analisis dari Institute for the Study of War yang dirilis tiga hari lalu menyatakan "pasukan Ukraina akan menguasai dataran lebih tinggi di Lysychansk sehingga mereka bisa menangkis serangan Rusia jika musuh tidak berhasil mengepung."

Tapi tampaknya Rusia merangsek dari selatan. Seorang juru bicara pasukan milisi dukungan Rusia mengatakan upaya pasukan Ukraina untuk mempertahankan Lysychansk dan Severodonetsk akan sia-sia.

"Dengan posisi tentara kami saat ini, tidak lama lagi seluruh wilayah Republik Rakyat Luhansk akan dibebaskan," kata Andrei Marochko, perwakilan dari tentara dukungan Kremlin di Luhansk.

"Tentara kami sudah ada di daerah kota Lysychansk. Jami kami bisa katakan, kami menguasai seluruh pergerakan tentara Ukraina."

Pertanyaan pentingnya: apa yang menjadi incaran Rusia sebenarnya?

Apakah mereka akan mengambil wilayah Donbas, memaksa Ukraina menerima gencatan senjata, mencaplok Luhansk dan Donetsk dan memetakan kembali wilayah perbatasan nasional?

Itu masuk akal, terutama jika pasukan Rusia sudah lelah, seperti yang dibilang para pengamat. Di dalam negeri, mereka akan dianggap sukses. Operasi militer khusus berhasil membebaskan Donbas.

Rusia kemudian bisa berharap pada strategi politik untuk menekan Ukraina agar mengakui kehilangan wilayahnya demi perdamaian dan stabilitas global.

Ukraina tentu hampir pasti menolak dan konflik akan berkepanjangan.

Alternatifnya, apakah Presiden Putin mungkin akan mengakhiri apa yang sudah dia mulai, mengambil seluruh wilayah selatan atau kembali menekan Kiev?

Hanya Putin sendiri yang bisa menjawabnya.

Tapi jika kita mencari petunjuk ke mana kira-kira arah perang ini bermuara, omongan Putin sendiri mungkin bisa menjadi jawaban.

Dalam sebuah pidato di awal bulan ini dia secara terang-terangan membandingkan dirinya dengan Peter Agung, raja Rusia tiga abad lalu yang memperluas wilayah dan membawa negeri itu ke masa modern.

Perkataan Putin itu secara implisit mengungkap pencaplokan wilayah.

"Sepertinya sudah jatuh ke tangan kita juga, untuk mengambil kembali dan memperkuat (wilayah kita)," kata Putin saat itu seraya tersenyum di depan para pengusaha muda Rusia. Rasanya cukup jelas yang dia maksud adalah invasi Rusia di Ukraina. [pan]

Baca juga:
Para Pemimpin G7 Tertawakan Foto Telanjang Dada Vladimir Putin
Viral Tentara Rusia & Ukraina Barter Senjata dengan Makanan saat Perang, Ini Videonya
Rusia Berhasil Rebut Wilayah Severodonetsk dari Pasukan Ukraina
Ukraina Perlu Waktu 10 Tahun untuk Membersihkan Wilayahnya dari Ranjau Rusia
Sekjen PBB Peringatkan Dunia Bakal Hadapi Bencana karena Kelangkaan Pangan
Nike Umumkan akan Angkat Kaki dari Rusia
Jokowi akan Jadi Pemimpin Asia Pertama Kunjungi Kiev, Moskow di Tengah Perang Ukraina
Data Fakta Jumlah Pengungsi Akibat Konflik di Seluruh Dunia
Medali Nobel Perdamaian Jurnalis Rusia Terjual Rp1,5 Triliun
Ukraina Larang Buku dan Musik dari Rusia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini