Pemilu Myanmar penuh SARA, kubu Buddha radikal tekan muslim Rohingya
Merdeka.com - Pemilihan umum di Myanmar yang akan berlangsung 8 November mendatang masih diwarnai bayang-bayang ketidakadilan. Diskriminasi terhadap kelompok minoritas diketahui berasal dari kubu Buddha garis keras yang tidak mengizinkan muslim di negara tersebut ikut dalam pesta demokrasi yang kembali diadakan setelah 25 tahun terakhir.
Khutbah-khutbah berisi ujaran kebencian dari biksu radikal Buddha jadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Myanmar.
Alasan kubu Buddha jelas, mereka tidak ingin kelompok minoritas seperti muslim mengambil alih tatanan negara. Bermacam cara mereka lancarkan, seperti melarang muslim Rohingya ikut pemilu dan jadi kandidat anggota legislatif, hingga berusaha merayu peraih novel perdamaian Aung San Suu Kyi yang juga seorang pimpinan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).
Pimpinan Biksu radikal Ashin Wirathu menilai Aung San Suu Kyi gagal membendung ancaman dari kelompok muslim terhadap nilai-nilai Buddha, seperti dilansir VOA News, Selasa (3/11).
Seruan provokatif dari biksu radikal Wirathu menyangkut agama ini dinilai Kardinal Charles Bo sudah pada puncaknya. Dia memperingatkan keberadaan (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya