Pejabat Gedung Putih bocorkan laporan pajak, Trump meradang
Merdeka.com - Gedung Putih menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membayar pajak sebesar USD 38 juta (setara Rp 500 miliar) dari total penghasilannya pada 2005 silam. Padahal, pendapatan yang diterima Trump mencapai lebih dari USD 150 juta (setara Rp 2 triliun).
"Pajak USD 38 juta ini dibayarkan di luar puluhan juta dolar pajak lain, seperti pajak penjualan dan cukai, serta pajak pegawai," ungkap seorang pejabat Gedung Putih anonim, dikutip dari CNN, Rabu (15/3).
Trump berjanji pada masa kampanyenya akan mengungkapkan laporan keuangannya usai diaudit. Namun, belakangan sejumlah pembantu Trump menyiratkan dia tidak akan mempublikasikan laporan keuangannya, alasannya karena dia sudah memenangkan pemilu.
Pengungkapan laporan keuangan ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaan setiap kandidat presiden. Namun, Trump sepertinya masih tertutup dengan hal ini.
Bahkan, Hillary Clinton, rivalnya dalam pemilihan presiden lalu, sempat beberapa kali mengangkat isu pemasukan dan pengeluaran presiden AS ke-45 ini. Sayangnya, Clinton gagal menekan Trump untuk mengungkapkannya ke publik.
The New York Times pernah mendapat laporan keuangan satu tahun Trump. Laporan tersebut menunjukkan dia pernah kehilangan USD 916 juta dan memaparkan manfaat pajak yang dia gunakan usai masa sulitnya pada awal 1990an.
Trump langsung merespon bocoran yang juga dikeluarkan media AS, NBC News. Dia bahkan mengatakan media tersebut selalu mengeluarkan berita-berita bohong dan menyerang reporter yang melaporkannya David Cay Johnston.
"Apakah seseorang percaya bahwa dia seorang reporter? Siapa yang pernah mendengar namanya? NBCNews mengeluarkan berita bohong," cuit Trump lewat akun Twitter miliknya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya