Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Norwegia negara paling bahagia di dunia, ini alasannya

Norwegia negara paling bahagia di dunia, ini alasannya Bryggen, Norwegia. © Istimewa

Merdeka.com - Setiap tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan Sustainable Development Solutions Network Amerika Serikat tentang Kebahagiaan di dunia yang ditulis oleh Yayasan Ernesto Illy yang menulis tentang negara paling bahagia di dunia.

Tahun ini Norwegia memenangkan nominasi tersebut, tren yang biasa diraih negara Skandinavia yang secara konsisten memenangkan tempat paling memuaskan di dunia, meski mereka punya musim dingin yang panjang.

Tapi apa yang menjadikan Eropa Utara membuat masyarakatnya bahagia?

Jawabannya ada pada dukungan dari masyarakat dan bantuan program negara untuk mereka yang memerlukan. Masyarakat ingin merasa aman dan mereka juga beruntung karena memiliki komunitas yang bisa diandalkan.

"Dukungan sosial di negara Skandinavia sangat besar," kata Dr Jan-Emmanuel De Neve, salah satu editor peneliti, seperti dikutip laman Time, Maret lalu.

"Negara-negara di urutan teratas, bisa dilihat, memiliki masyarakat yang lokasinya berjauhan satu sama lain. Tapi mereka juga memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi per kapita," tambahnya.

De Neve dan Professor John Helliwell mengatakan setiap orang yang menemukan dompet orang lain mereka cenderung mau mengembalikannya kepada si pemilik dibanding warga di negara lain yang berada di urutan bawah. Hal itulah yang dimaksud dengan 'dukungan sosial'

Menurut Helliwel, semangat komunitas adalah hal yang cukup sulit untuk dibangun di tengah masyarakat. Pemerintah yang ingin membuat warganya lebih bahagia harus memberi ruang bagi warga untuk berinteraksi.

"Menciptakan kondisi yang membuat orang bisa saling bertatap muka adalah suatu permulaan," kata dia.

"Kalau Anda membuat orang saling bekerja sama, tolong-menolong, mereka akan merasa nyaman dengan komunitasnya."

Alasan lain yang membuat Norwegia menjadi negara paling bahagia adalah dari keamanan pekerjaan dan kondisi tempat kerja yang dipenuhi kegembiraan.

Dan ternyata cuaca yang dingin dan malam yang panjang di negara Skandinavia malah justru membuat warga jadi lebih dekat satu sama lain.

"Ada juga yang menyatakan, sepanjang sejarah, warga yang tinggal di cuaca yang berat akan saling membantu," kata Helliwel.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP