Kisah haru di balik foto perempuan Afghanistan ikut ujian sambil pangku bayinya
Merdeka.com - Perempuan itu duduk lesehan di tanah sambil memangku bayinya. Pandangannya tertuju pa da kertas ujian yang sedang dikerjakannya. Dia adalahJahantab Ahmadi, wanita Afghanistan yang ingin menggapai cita-citanya menjadi dokter.
Seorang profesor di kampus swasta di Nasir Khusraw, Afghanistan, menjepretkan kameranya ketika dia melihat perempuan 25 tahun beranak tiga itu. Foto itu langsung menjadi viral di dunia maya. Kaum perempuan di Afghanistan selama ini masih dianggap warga kelas dua yang kebanyakan buta huruf.
"Saya tidak mau hak saya belajar dirampas," kata Ahmadi yang berasal dari desa terpencil di Provinsi Daikundi kepada kantor berita AFP, seperti dilansir laman Channel News Asia, Senin (26/3). Desa itu dikenal sebagai penghasil jagung, gandum, dan kentang.
"Saya ingin bekerja di luar rumah. Saya ingin jadi dokter, seseorang yang berguna bagi masyarakat," kata dia.
Ahmadi akhirnya lulus ujian setelah mengarungi perjalanan penuh rintangan selama dua jam berjalan kaki ditambah sembilan jam naik angkutan umum menuju Kota Nili.
Kampanye penggalangan dana di dunia maya GoFundMe yang digagas Asosiasi Pemuda Afghan sejauh ini sudah mengumpulkan dana lebih dari Rp 192 juta untuk membantu biaya kuliah Ahmadi. Angka itu terbilang cukup besar di negara yang 39 persen warganya hidup miskin.

jahantab ahmadi ©AFP/Wakil Kohsar
Ahmadi tampak agak tersipu malu ketika dia menjadi perhatian akibat fotonya sedang memangku bayinya, Khizran, ketika mengerjakan ujian menyebar luas.
"Teman saya di desa bilang, 'kamu sudah difoto orang.' Saya bilang 'kok bisa saya sampai tidak tahu sudah difoto?' Mereka bilang 'kamu sedang konsentrasi dengan kertas ujian,'" ujar Ahmadi tersenyum malu.
Awalnya ketika ujian yang berlangsung di luar ruangan itu dimulai Ahmadi duduk di kursi sambil memangku Khizran. Tapi bayinya sedang sakit telinga dan dia terus rewel menangis. Untuk menenangkannya supaya tidak mengganggu peserta ujian lain Ahmadi terpaksa duduk di tanah sambil terus menulis mengerjakan ujian.
"Saya harus berkonsentrasi kepada anak dan kertas ujian," kata dia.
Para pengguna dunia maya berkomentar tentang foto Ahmadi yang menjadi viral itu.
"Anda sungguh seorang jawara. Anda memperlihatkan seorang perempuan Hazara bisa melakukan apa saja dalam kondisi apa pun," kata Nazar Hussein Akbari dalam laman Facebook.
"Saya harap perempuan ini bisa meraih cita-citanya," kata pengguna lain.
Seorang aktivis perempuan Zahra Yagana juga terkesan dengan semangat Ahmadi. Dia menghubungi perempuan itu lalu mengajaknya datang ke Kabul untuk kuliah.
"Kalau dia harus kuliah di Daikundi itu akan sulit buat dia," kaya Yagana kepada AFP.
"Standar pendidikan di sana rendah. Tidak ada asrama siswa di Daikundi dan dia harus tinggal di rumah kost," ujar Yagana.
"Kami akan berikan rumah buat dia. Ada banyak teman yang berjanji akan membantunya. Kita akan carikan pekerjaan buat suaminya dan menggalang dana buat anaknya supaya bisa bersekolah."
Bagi Ahmadi semua ini akan menjadi impian yang terwujud.
"Cita-cita saya adalah diterima di universitas. Tapi karena kondisi ekonomi dan kemiskinan saya tidak mampu kuliah selama tiga atau empat tahun. Tapi saya tidak mau tertinggal," kata Ahmadi.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya