Ini sniper Inggris, pemilik rekor membunuh kalahkan American Sniper
Merdeka.com - Jika Amerika Serikat punya Chris Kyle, sniper Navy SEAL, yang telah membunuh 160 militan Irak, maka Inggris punya seorang sniper terbaik dunia. Bahkan rekornya lebih tinggi dari milik Kyle, yakni membunuh 173 anggota Taliban.
Chris Kyle adalah sniper yang aksinya difilmkan dengan judul American Sniper. Film ini meraih banyak penghargaan dan masuk box office.
Rekor Kyle dipecahkan oleh tentara Inggris tersebut. Hal itu dilakukan pria yang besar di Inggris Selatan ini saat menjalani enam bulan penugasannya di Provinsi Helmand, Afghanistan. Sayang, demi keamanan nama pria ini dirahasiakan Royal Navy, sebab dia pasti menjadi target balas dendam dari rekan-rekan musuh yang ditembak mati olehnya.
Alhasil, meski memiliki rekor menembak lebih baik dibandingkan Chris Kyle, namun tak pernah ada yang mengenal sosoknya. Hanya beberapa orang dekat dan atasannya yang mengetahui keberadaannya, serta tentara-tentara baru yang mengagumi namanya.
"Hanya orang di dalam komunitasnya yang tahu bagaimana kontribusinya, dan tentara muda sangat kagum dengannya. Dia adalah salah satu prajurit yang unik dan telah menyelesaikan hal-hal yang luar biasa," ujar sumber seperti dikutip dari harian The Sun, Selasa (24/3).
Seluruh rekor tersebut terjadi saat dia bersama Unit Pasukan Intai bertugas di Provinsi Helmand pada selama musim dingin tahun 2006-2007. Atau masa-masa awal ketika militer Inggris memutuskan menempatkan pasukan di provinsi yang berada di bagian selatan Afghanistan itu.
Dalam menjalani tugasnya, lelaki yang kini berpangkat kopral ini diberikan senapan Accuracy International AWM, di mana senjata ini memiliki akurasi cukup tinggi dalam membidik sebuah sasaran dalam jarak 1.200 yard atau 1.097,28 meter. Di masa awal tugasnya ini, dia berhasil membidik 90 anggota Taliban dalam satu hari.
"Dua bukan sosok yang gemar menyombongkan diri. Dia sangat profesional dan rendah hari, tapi saat senjata sudah di tangannya membuatnya lebih mematikan dari wabah penyakit apapun. Dia adalah legenda," lanjut sumber yang tak disebutkan namanya itu.
Sumber ini menyebutkan, pria ini tak pernah memilah-milah target saat mengarahkan moncong senjatanya ke arah lawan. Namun, dia bisa membedakan mana lawan dan mana yang tak boleh menjadi targetnya. Sikap yang rendah hati ini juga membuatnya jarang berbicara mengenai hasil yang diperolehnya.
"Dia tak tertarik untuk mencetak skor atau menghitung jumlah yang telah dibunuhnya. Dia juga tak bangga dengan pekerjaannya. Seperti semua sniper, dia hanya ditempatkan di mana keahliannya sangat dibutuhkan."
Untuk memastikan keberadaannya, harian The Sun sempat meminta tanggapan dari Kementerian Pertahanan Inggris. Namun, lembaga tersebut menolak berkomentar atau menyibak identitasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya