Ilmuwan Temukan Bakteri Terpanjang di Dunia, Seukuran Organ Manusia

Selasa, 28 Juni 2022 15:39 Reporter : Hari Ariyanti
Ilmuwan Temukan Bakteri Terpanjang di Dunia, Seukuran Organ Manusia T. magnifica, bakteri terpanjang seukuran bulu mata manusia. ©JEAN-MARIE VOLLAND/BBC

Merdeka.com - Biasanya untuk melihat bakteri, kita perlu mikroskop. Tapi ini tidak berlaku bagi Thiomargarita magnifica.

Bakteri ini dengan jelas bisa dilihat mata telanjang, karena memiliki ukuran dan bentuk seperti bulu mata manusia.

T.magnifica sekarang diklasifikasikan sebagai bakteri terbesar di dunia dan ditemukan hidup di daun pohon bakau yang tenggelam dan membusuk di Karibia Prancis. Organisme ini tidak berbahaya dan tidak menyebabkan penyakit pada manusia.

"Bakteria ini sekitar 5.000 kali lebih besar daripada bakteri kebanyakan," jelas Jean-Marie Volland dari Joint Genome Institute di Lawrence Berkeley National Laboratory, Amerika Serikat, dikutip dari BBC, Selasa (28/6).

T. magnifica dengan panjang mencapai ukuran sentimeter ini bukanlah organisme bersel tunggal terbesar di Bumi. Ini kemungkinan jenis ganggang air yang disebut Caulerpa taxifolia yang 10 kali lebih panjang.

T. magnifica pertama kali teridentifikasi pada 2009 di Guadeloupe, di Antilen Kecil. Namun baru belakangan ini Dr Volland dan rekan-rekannya mempelajarinya secara mendetail.

Bakteri ini mengandung banyak DNA. Jika genomnya dihitung atau diurutkan, ada sekitar 12 juta DNA. Tapi dalam setiap sel, kemungkinan ada setengah juta salinan genom.

Ini sejenis bakteri kemosintetik, memproduksi gula yang diperlukan sebagai makanannya dengan mengoksidasi senyawa belerang yang dihasilkan oleh bahan organik yang membusuk di sedimen rawa bakau. Biasanya bakteri ini ditemukan di tempat yang kokoh.

"Saya menemukan mereka di cangkang kerang, daun dan cabang (bakau), tapi juga pada botol kaca, botol plastik, atau tali," jelas ahli mikrobiologi Universitas Antilen, Profesor Olivier Gros.

Tim peneliti menerbitkan artikel penjelasan terkait bakteri ini dalam majalah Science. Para peneliti mengakui mereka masih perlu mempelajari lebih banyak bagaimana organisme ini hidup. [pan]

Baca juga:
Bayi Mammmoth Utuh Berusia 30.000 Tahun Ditemukan di Kanada
Fosil Kura-Kura Hamil yang Terkubur 2.000 Tahun Lalu Ditemukan di Situs Pompeii
Ikan Air Tawar Terbesar Ditemukan di Sungai Mekong Kamboja, Beratnya 300 Kg
Organ Tubuh Dapat Berubah Akibat Teknologi, Simak Penjelasan Lengkapnya
Peneliti Ungkap Kemungkinan Asal Muasal Penyakit Hepatitis Akut

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini