Dokter Thailand: Pasien Corona Sembuh dengan Kombinasi Obat Flu dan HIV

Senin, 3 Februari 2020 12:14 Reporter : Pandasurya Wijaya
Dokter Thailand: Pasien Corona Sembuh dengan Kombinasi Obat Flu dan HIV Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan Thailand dalam jumpa pers kemarin mengatakan, sejumlah dokter di Thailand berhasil menyembuhkan seorang pasien terinfeksi virus corona dengan memberi kombinasi obat antivirus.

Dr Kriangsak Atipornwanich di Rumah Sakit Rajavithi Bangkok mengatakan dia menangani pasien virus corona perempuan berusia 71 tahun dari China dengan memberinya kombinasi obat anti-HIV dan flu. Dia mengatakan pasien itu sebelumnya sudah diberi hanya obat anti-HIV saja.

"Saya menangani pasien dengan kondisi yang parah, dan hasilnya sangat memuaskan. Kondisi pasien kini membaik dengan cepat dalam 48 jam. Dan hasil pemeriksaan juga menunjukkan perubahan dari yang tadinya dia positif corona menjadi negatif dalam 48 jam juga," kata Atipornwanich, seperti dilansir laman CNN, Senin (3/2).

2 dari 3 halaman

Pejabat Kesehatan Thailand menuturkan dalam jumpa pers, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan di sistem pernapasan pasien tadi sudah tidak ada lagi jejak virus corona.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan Alergi di Institut Kesehatan Nasional AS mengatakan kepada CNN pekan lalu, sejauh ini belum ada bukti obat yang manjur untuk menangani corona.

Sejumlah rumah sakit di Beijing juga dilaporkan memberi obat anti-HIV kepada sejumlah pasien yang terpapar corona, namun belum diketahui bagaimana hasilnya.

3 dari 3 halaman

Korban Pertama Meninggal di Luar China

meninggal di luar china

Filipina kemarin melaporkan korban meninggal pertama akibat virus corona di luar China.

Departemen Kesehatan Filipina mengatakan laki-laki 44 tahun asal China yang berasal dari Wuhan dirawat pada 25 Januari lalu setelah mengalami batuk-batuk, demam, dan sakit tenggorokan.

Dia menderita pneumonia akut dan dalam beberapa hari terakhir pasien menunjukkan kondisi stabil dan ada kemajuan, tapi kemudian dalam 24 jam terakhir kondisi pasien terus memburuk hingga meninggal kemarin, kata Departemen Kesehatan, seperti dilansir laman AP, Minggu (2/2).

"Ini yang pertama kali kematian terjadi di luar China," kata Rabrindra Abeyasinghe, perwakilan WHO untuk Filipina kepada wartawan. [pan]

Baca juga:
Pemerintah Resmi Larang Warga Negara China Masuk Indonesia karena Virus Corona
Kim Jong-un Kirim Surat ke Xi Jinping, Beri Semangat Hadapi Wabah Virus Corona
Stok Makanan Menipis, 8 Mahasiswa Asal Serang di China juga Ingin Pulang
Netizen Malaysia Ramai Sebut Pengidap Corona Akan Jadi Zombie
AS Siapkan 4 Markas Militer untuk Lokasi Karantina Virus Corona
China Larang Warga Kuburkan Korban Virus Corona, Jenazah Harus Dikremasi
Wabah Virus Corona, AS dan Sejumlah Negara Larang Masuk Penerbangan dari China

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini