Detik-Detik Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Saat Salat Jumat

Jumat, 15 Maret 2019 10:44 Reporter : Tim Merdeka
Detik-Detik Penembakan di Masjid Christchurch Selandia Baru Saat Salat Jumat Masjid Al Noor di Christchurch Newzealand. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Insiden penembakan di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru membuat panik sekitar 300 jemaah salat Jumat. Dilansir dari situs berita TVNZ, Jumat (15/3), seorang saksi mata mengatakan kepada wartawan New Zealand Stuff, dia mendengar setidaknya 20 tembakan, dan melihat empat orang tergeletak bersimbah darah. Tiga korban penembakan adalah perempuan dewasa, dan seorang lainnya adalah gadis cilik.

Polisi Kota Christchurch langsung dikerahkan ke sekitar lokasi penembakan yang berada di Deans Avanue, tidak jauh dari Hagley Park, salah satu taman besar di pusat kota Christchurch. Orang-orang diperingatkan untuk menjauhi Deans Avanue, serta mereka yang berada di dalam rumah dan bangunan di seluruh wilayah Christchurch diimbau untuk tidak keluar hingga ada instruksi dari ke polisian setempat.

Polisi juga mengimbau warga untuk segera menelepon layanan darurat 111 jika melihat hal dan perilaku mencurigakan di sekitar mereka. Di media sosial, muncul beberapa laporan tentang penembakan kedua yang terjadi di sebuah masjid di Kota Lindwood, yang bertetangga.

Namun, belum diketahui apakah ada korban dalam penembakan di Lindwood, sementara pemerintah kota itu memerintahkan seluruh warganya untuk mengunci pintu rapat-rapat.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan akan segera memberi tanggapan resmi terkait penembakan tersebut.

Sejauh ini, belum ada laporan korban tambahan pada insiden penembakan di Kota Christchurch. Polisi masih menyisir lokasi kejadian dan mengosongkan seluruh ruas jalan Deans Avenue. Menurut polisi, penembakan tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi pada tempat ibadah.

Bersamaan dengan insiden penembakan di Christchurch, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di sebuah masjid di kota tetangga Christchucrh, Linwood. Salah seorang jemaah dilaporkan membalas tembakan dari dalam masjid dengan menggunakan senjata, diperkirakan senapan angin. Demikian dilansir dari New Zealand Herald, Jumat (15/3).

Saksi mata mengatakan mereka mendengar beberapa tembakan sekitar pukul 13.45 waktu setempat.

Seorang jemaah muslim lokal dikabarkan sempat mengejar pelaku penembakan --hanya disebut sebagai seorang pria-- dengan melepaskan dua tembakan, ketika berusaha melarikan diri.

Jemaah tersebut terdengar berteriak ke arah petugas polisi yang ikut mengejar, bahwa dia menembak untuk "membela diri". Adapun terduga pelaku penembakan berhasil kabur, dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Sementara, jemaah yang melepaskan dua tembakan balasan telah diamankan pihak kepolisian untuk diminta keterangan. Belum ada laporan resmi lainnya dari polisi terkait penembakan tersebut.

Mark Nichols, manajer toko Premium Tyres and Auto yang berlokasi tidak jauh dari lokasi penembakan di Lynwood, mengatakan dia melihat seorang pria bersenjata berlari melewati tokonya.

Beberapa saat sebelumnya, ia mengaku mendengar lima suara tembakan, yang diyakini berasal dari sekitar masjid di persimpangan Buckleys Road dan Linwood Avenue.

"Saya melihat seorang pria dengan pistol berlari di jalanan. Dia melepaskan sekitar lima tembakan, saya pikir kami semua di sini (di sekitar lokasi kejadian) mendengarnya," kata Nichols.

"Mungkin itu senapan, saya tidak tahu pasti," lanjutnya.

Nichols juga melihat dua orang terluka diangkut dengan tandu melewati tokonya. "Keduanya masih hidup," pungkasnya.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6 [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan
  2. Selandia Baru
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini