Chernobyl Dikuasai Rusia, Radiasi Sinar Gamma Melebihi Tingkat Kontrol
Merdeka.com - Rusia mengklaim berhasil merebut sejumlah fasilitas strategis Ukraina pada serangan hari pertama. Fasilitas strategis yang diklaim telah dikuasai adalah pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.
Sejak dikuasai militer Rusia, tingkat dosis radiasi gamma di zona eksklusi Chernobyl telah melampaui tingkat kontrol. Temuan itu disampaikan pejabat Ukraina seperti dilansir NBCNews, Jumat (25/2).
Parlemen Ukraina mengatakan data dari sistem pemantauan radiasi otomatis dari zona eksklusi telah mencerminkan perubahan dalam tingkat dosis. Perubahan ini mengacu pada jumlah radiasi yang dapat diserap per satuan waktu.
"Tetapi sekarang tidak mungkin untuk menetapkan alasan perubahan latar belakang radiasi di zona eksklusi karena pendudukan dan pertempuran militer di wilayah ini," katanya.
Inspektorat Negara untuk Peraturan Nuklir Ukraina mengatakan bahwa fluktuasi kinerja sensor berpotensi dikaitkan dengan gangguan lapisan tanah atas.
"karena pergerakan sejumlah besar peralatan militer berat melalui zona eksklusi dan pelepasan. debu radioaktif yang terkontaminasi ke udara."
"Kondisi fasilitas nuklir dan fasilitas Chernobyl lainnya tidak berubah," katanya..
Tentara Rusia berkumpul di zona terlarang Chernobyl sebelum merangsek ke Ukraina pada Kamis pagi. Pasukan Ukraina bertempur melawan tentara Rusia di tiga sisi pada Kamis setelah Moskow menyerbu lewat darat, laut dan udara dalam serangan terbesar terhadap sebuah negara Eropa sejak Perang Dunia II.
Bencana Chernobyl terjadi di Ukraina saat masih menjadi bagian dari Uni Soviet pada 1986. Awan material nuklir menyelimuti banyak wilayah di Eropa setelah kegagalan uji keamanan pada reaktor keempat pembangkit itu.
Beberapa dekade kemudian, Chernobyl menjadi lokasi wisata. Sekitar sepekan sebelum invasi Rusia, kawasan itu ditutup bagi turis
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya