Atasi pengangguran, Italia bakal terapkan empat hari kerja sepekan
Merdeka.com - Dewan penasihat Italia mendukung usulan untuk menjadikan empat hari kerja dalam sepekan buat mengatasi masalah pengangguran.
Piergiovanni Alleva, penasihat wilayah Emilia Romagna di sebelah utara Italia menyarankan jam kerja juga diturunkan dari 40 jam sepekan menjadi 32 jam.
Menurut Alleva, langkah itu akan bisa menciptakan 200 ribu lapangan kerja baru dalam berbagai bidang dan disiplin ilmu. Hal itu dikatakan bisa mengatasi 160 ribu pengangguran yang ada saat ini, seperti dilansir koran the Independent, Sabtu (7/1).
Italia sebelumnya sudah pernah memotong hari kerja dalam sepekan pada 1977. Pada waktu itu hari Sabtu dinyatakan sebagai hari libur dan jam kerja dikurangi dari 48 menjadi 40 jam saja.
Pihak pemberi kerja yang melanggar aturan ini nantinya bisa dikenakan sanksi denda hingga sebesar Rp 20 juta. Dengan kebijakan ini diharapkan nantinya bisa membuka satu juta lapangan kerja baru di seantero Italia.
Menurut laporan Il Corriere di Bologna, dalam sebuah rapat Alleva meyakinkan para penasihat lain bahwa langkah ini akan menyerap semua tenaga kerja di wilayah itu. Para penasihat akan membawa usulan ini ke dewan majelis setempat untuk diputuskan.
Pemerintah Italia sudah menyerukan agar semua pekerja sedikitnya mendapat cuti yang dibayar selama empat pekan dalam setahun.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya