70 Persen jalur perdagangan dunia melalui Samudera Hindia
Merdeka.com - Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara maritim Indian Ocean Rim Association (IORA) dimulai. Indonesia sebagai ketua IORA mengucapkan selamat datang kepada para delegasi yang mewakili 21 negara anggota IORA.
Indonesia menjadi ketua IORA selama periode 2015-2017. Selama tiga tahun, sudah empat kota besar di Indonesia yang didatangi para delegasi untuk membahas dokumen yang akan dibawa ke tingkat menteri.
"Selamat datang di Indonesia, selama tiga tahun keketuaan Indonesia di IORA, kita sudah membawa Anda berkeliling ke berbagai kota besar, pertama pada 2015 di Padang, dilanjutkan ke Yogyakarta tempat Candi Borobudur berada, kemudian ke pulau eksotis, Bali dan baru ke ibu kota metropolitan, Jakarta," ujar Desra Percaya Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (5/3).
Ada pun dalam pertemuan tingkat pejabat tinggi IORA ini, tiga dokumen hasil IORA akan dibahas kembali. Tiga dokumen itu adalah IORA Concord, IORA Plan Action dan pernyataan bersama melawan terorisme dan ekstremisme.
Dalam KTT IORA pertama ini, Indonesia sebagai ketua mengambil tema keamanan di Samudera Hindia. Untuk menguatkan wilayah di pesisir salah satu samudera terbesar di dunia itu, diperlukan dorongan untuk membuatnya aman dan lebih baik.
Ada beberapa alasan yang membuat IORA dibentuk untuk mengurusi keamanan di Samudera Hindia dan yang paling utama adalah semakin menguatnya wilayah Samudera Hindia sehingga dibutuhkan suatu dorongan untuk bekerja lebih nyata dan menjawab segala tantangan di sana," tutur Desra.
"Karena ini merupakan wilayah strategis, banyak penduduk berada di sana. Selain itu, Samudera Hindia juga merupakan jalur transportasi utama dunia. Sekitar 70 persen transportasi seperti minyak, gas, zat alam, mineral, serta penangkapan ikan dilakukan di sana," tandasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya